Kenangan Siswa Part 1

Photo by fauxels on Pexels.com

Siswa 1 :

Yang sedang saya alami hari ini baik, karna bisa berkumpul sama teman” lama kuh dan bisa jalan, nongkrong, dan bermain bersama walau cuman pas hari libur aja bisa berkumpul, karna hari Senin nya mereka akan pergi ke kampung masing-masing berkumpul keluarganya masing-masing. Dan aku pun bisa berkumpul dengan keluarga kuh sendiri walau cuman sebentar, karena mereka akan pulang kampung, lagi. Dan akan kuh ingat kenangan- kenangan waktu bersama meraka semua walau yang saya sudah bilang tadi di atas cuman sebentar saja bisa berkumpul nya ngak bisa lama, tapi saya senang karena mereka bisa ke sini dan aku bangga punya kawan dan keluarga kuh aku sayang mereka..

Siswa 2 :

Hari ini yg saya rasakan adalah rasa bahagia. Kebetulan hari ini, saya bangun terlambat padahal kemarin sepakat untuk berolahraga basket di lapangan UPR/UNPAR dengan sahabat saya, yang harusnya jam 6 pagi malah terlambat sampai jam 8 pagi. Saya masih belum makan, mandi, dan saya hanya membasuh wajah dan badan bagian atas saya saja. Setelah itu saya mengganti pakaian saya dengan pakaian khusus saya untuk berolahraga. Tidak lupa membawa sedikit uang untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya (seperti uang untuk BBM, uang untuk memperbaiki jika ban sudah bocor di tengah jalan), dan saya mengechat sahabat saya bahwa saya akan berangkat menjemput dia saat itu juga, dan xan tidak lupa berdoa sebelum berangkat. Dan setelah 10 menit perjalanan menuju tempat sahabat saya, dan bensin hampir habis, saya segera menuju lapangan yang dituju dan menyuruh dia bermain lebih dulu sementara saya menuju ke pos pengisian bahan bakar terdekat, dan setelah itu saya kembali ke lapangan tersebut, dan bermain dengannya. Saya menang dalam permainan bola basket tersebut. Setelah 1 jam bermain kami pun menuju Indomaret untuk membeli minuman setelah berolahraga, saya traktir saja dia karna dia mau bermain bola basket dengan saya meskipun agak terlambat dri jam yang seharusnya. Lalu, selesai membeli minumannya. Kami duduk sebentar di taman sambil minum minuman isotonik yang telah dibeli. Dan, saya pun mengantarnya pulang ke rumahnya, setelah itu saya kembali ke rumah saya.

Siswa 3 :

Yang saya alami hari ini adalah hari ini saya memberes beres rumah saya serta menyuci pakaian orang rumah yang sudah dipakai di hari hari sebelumnya dan yang saya rasakan hari ini adalah perasaan yang senang, gembira dan semangat untuk memulai aktivitas hari ini. Yang saya kenang adalah ketika saya berfoto dan berkumpul bersama teman teman satu ekskul dengan guru pembina saya di zoom meeting dengan perasaan yang gembira. Karena dihari hari berikutnya saya belum tentu bisa menghabiskan waktu yang berharga ini bersama mereka.

Siswa 4 :

Saat ini saya sedang mengerjakan pr kimia dan ternyata saya salah menulis soal dan jawaban, seharusnya no 19 penilaian harian tetapi saya malah mengerjakan soal PTS no 27 dan itu membuat saya sangat pusing+marah jadi saya langsung coret smwa jawaban saya yang salah, sudah dimarahin oleh Mama sama Abah gegara gak jaga Adek cmn buat nugas eh sekalinya malah salah soal ya Allah. Nah pas sudah selesai mengerjakan tugasnya saya kirim ke gcr habis itu saya liat grup wa dan ternyata disuruh mengisi google form ini tidak membuat saya marah tetapi pas ada kata foto:’) sedikit membuat saya jengkel jadi saya membuat fotonya memakai pdf dan ternyata tidak bisa dikirim karena kelebihan MB nya jadi saya terus ulang sampai membuat saya marah, jadi saat itu saya sudah menyerah saya lebih memilih menemani adik saya kami bermain air karena belakang rumah saya kena banjir tetapi banjir nya tidak terlalu tinggi palingan hanya 3 jari jadi setelah saya sudah merasa happy saya melanjutkan membuat foto tadi supaya kurang dari 1 MB dan itu sudah selesai akhirnya semua sudah selesai dan tidak lupa mengucap syukur kepada Allah, sudah itu saja cerita saya hari ini.

Siswa 5 :
seperti biasa, saya selalu merasa tidak layak dan tidak sempurna.tetapi terkhususnya hari ini, yang saya rasakan adalah sebuah rasa kegagalan. dimana saya merasa gagal untuk mewujudkan apa yang saya mau dari jauh-jauh hari. saya rasa saya sudah cukup berjuang untuk melakukannya, tetapi mungkin belum saatnya hal itu terjadi. dan mungkin saja rencana Tuhan akan jauh lebih baik untuk kedepannya, dan Tuhan tau apa yang baik dan waktu yang pas untuk saya.saya sudah cukup merasa lelah dengan semuanya, titik dimana saya sudah merasa putus asa namun saya tetap menyembunyikannya didepan org banyak. mungkin banyak orang tidak tahu bahwa saya sekarang sedang dalam kondisi yang tidak baik2 saja. tapi saya selalu berharap, agar saya selalu berada di jalan yang terbaik.

Siswa 6:
Nama panggilanku singkat dan menurutku juga sangat mudah diingat. Aku saat ini bersekolah di salah satu sekolah menengah dan sedang berada di kelas 11 peminatan ilmu alam. Aku menuliskan kisah pendek sehingga siswa lain (semoga) bisa sadar (sesadar-sadarnya) bahwa betapa mulianya seorang guru. Terutama untuk siswa yang sering tidak menghargai gurunya. Orang Tua Kedua (Guru)
Semua orang pasti memiliki orang tua sehingga kita bisa terlahir di dunia ini. Tapi ada istilah orang tua kedua yang ada di sekolah. Ya, itu merupakan sebutan untuk guru-guru yang ada di sekolah. Karena saat di sekolah merekalah yang membimbing, menjaga, menegur kita selama kita bersekolah. Saat kita di sekolah, ada banyak guru dengan materi yang diajarkannya masing-masing serta kepribadiannya masing-masing. Kenapa kepribadian? Itu karena kita pasti sering atau pernah menemukan guru yang sangat baik dan sabar, guru yang tegas, guru yang ditakuti murid karena sering marah, guru yang lucu sering membuat kita tertawa, dan masih banyak lagi. Ah, selain itu ada juga guru-guru yang cantik dan ganteng serta masih muda yang menjadi bahan modusan murid-murid. Terlepas dari itu semua, guru merupakan pembawa kunci dimana kita bisa sukses nantinya. Para pahlawan tanpa tanda jasa. Merekalah yang selalu ada dalam suka duka saat kita menempuh pendidikan di sekolah. Mereka yang juga akan bangga jika kita meraih prestasi, mereka juga yang akan ikut bersedih jika kita mengalami kegagalan, namun mereka juga membangkitkan kita dari kegagalan tersebut. Guru, segala hormat kami untukmu. “Ing Ngarso Sung Tolodo Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani” -ki Hajar Dewantara “Di depan memberi contoh,di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi daya kekuatan” Nyalakan pelita Terangkan cita cita

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.