PEMBELAJARAN FISIKA TA 2022/2023

Pembelajaran Fisika mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar dengan tema berbasis kompetensi, fleksibel, dan berkarakter Pancasila.

Dari dulu kala semenjak kami belajar Kurikulum satuan pendidikan sampai sekarang selalu didengungkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik bahkan semenjak Ketua BGP Kalimantan Tengah, I Ketut Sukajaya, M.Pd menuliskan skripsinya yang saya ingat sampai hari ini pembelajaran fisika idealnya berpusat pada peserta didik. Tapi kenyataannya berbeda dengan pelaksanaan dan harapan tersebut.

menurut situs https://bertema.com/tujuan-pembelajaran-fisika-sma-kurikulum-merdeka Dengan paradigma baru ini, pembelajaran merupakan satu siklus yang berawal dari pemetaan standar kompetensi, perencanaan proses pembelajaran dan pelaksanaan asesmen untuk memperbaiki pembelajaran sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.

Pembelajaran paradigma baru memberikan keleluasaan bagi pendidik untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Pada pembelajaran paradigma baru, Profil Pelajar Pancasila berperan menjadi penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen.

Ada beberapa istilah baru yang menjadi pembeda kebijakan tahun ajaran ini : kita insan pendidikan biasa menggunakan istilah-istilah di Kurikulum K13 yang direlevansikan dengan Kurikulum Mendeka Belajar, koneksitasnya sebagai berikut :

  1. Prota tetap PROTA (Program Tahunan)
  2. Promes diganti menjadi prosem (program semester) – mengubah letak huruf “mes” jadi “sem”
  3. Silabus diganti menjadi ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
  4. KI (kompetensi Inti) diganti CP(capaian pembelajaran)
  5. RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran atau Renccana Pelaksanaan Pembelajaran) diganti sebutannya menjadi Modul ajar
  6. KD (Kompetensi Dasar) diganti menjadi TP (tujuan pembelajaran) – sebelum K13 pernah ada sebutan ini di Kurikulum 2004 (Kurikulum tingkat satuan pendidikan)
  7. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) kadang ada juga menulisnya KBM (Ketuntasan Belajar Minimal) diganti KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran)
  8. IPK (Indikator Pencapaian Kompetensi) diganti istilah menjadi IKTP (Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) koq mirip e-KTP yah
  9. PH (Penilaian Harian) diganti dengan istilah Sumatif
  10. PTS (Penilaian Tengah Semester) diganti STS (Sumatif Tengah Semester) – bukan Status
  11. PAS (Penilaian Akhir Semester) diganti SAS (Sumatif Akhir Semester)
  12. Indikator Soal diganti dengan indikator asesmen (indikator penilaian) – asesmen = penilaian
  13. Penilaian teman sejawat diganti dengan sebutan Formatif (pasti jarang dilakukan kecuali yang mengikuti PGP – pendidikan guru penggerak)

Ada banyak macam lainnya perubahan sebutan tapi maksud dan tujuan sama saja.

Titik berat pembelajaran Fisika di Kurikulum Merdeka ini adalah pada tingkat kemampuan peserta didik, berarti ada asesmen terlebih dahulu terhadap kemampuan masing-masing peserta didik mengacu pada filosofi sesuai pusatnya kepada peserta didik. Kemampuan yang lebih dipatenkan adalah kemampuan NUMERIK dan kemampuan LITERASI. Jikalau gurunya saja lemah dalam kemampuan Numerik maupun kebiasaan Literasi kurang, bagaimana coba? Buat anak koq ccoba-coba .. (istilah iklan batuk begitu)

Diharapkan pengetahuan para peserta didik pun semakin kuat, bagaimana akan menjadi kuat jika gurunya saja masih mengajarkan secara presentasi membabibuta dan membiarkan peserta didiknya sama seperti anak ayam berjalan ke sana kemari dan gurunya tidak fokus dalam mengajar dan memberikan bimbingan.

Pengelompokan peserta didik berdasarkan pada fase perkembangannya, ada yang perkembangannya lambat laun, ada yang perkembangannya sedang, hingga ada yang perkembangannya pesat. Ini yang saya suka dari berdiferensiasi, jadi pembelajarannya kepada setiap peserta didik akan dan pasti berbeda-beda. Yang lambat laun pun akan telat menyelesaikan sekolahnya akan kalah dengan pesat perkembangannya, rajin mengikuti seminar dan proposal serta aktif dalam kegiatan pembelajaran, proaktif akan diprioritaskan. Sama seperti mahasiswa tentunya.

Daripada ngalor ngidul berikut penjelasannya :
Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai peserta didik. Setiap proses pembelajaran tersebut disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhan peserta didiknya.

SEKOLAH REGULER

1. Fase A: SD Kelas 1-2
2. Fase B: SD Kelas 3-4
3. Fase C: SD Kelas 5-6
4. Fase D: SMP Kelas 7-9
5. Fase E: SMA Kelas 10
6. Fase F: SMA Kelas 11-12

Jika sudah melibatkan usia mental berarti ini ada hubungannya dengan perkembangan kognitif ala Piaget, Bruner, atau siapa lagi? Berarti peserta didik kita memerlukan akselerasi transfer pengetahuan dan keterampilan yang akan mengembangkan kemampuan kognitif, psikomotoriknya sampai sikap dan mental spiritualnya.

1. Fase A: usia mental = 7 tahun
2. Fase B: usia mental +/- 8 tahun
3. Fase C: usia mental +/- 8 tahun
4. Fase D: usia mental +/- 9 tahun
5. Fase E: usia mental +/- 10 tahun
6. Fase F: usia mental +/- 10 tahun

Tujuan Pembelajaran Fisika SMA Kurikulum Merdeka

Sinkronisasi Jenjang, Usia Mental, & Usia Kronologis

FASE A

1. Jenjang / Kelas: SD (1-2)
2. Usia Kronologis: kurang dari 6-8 tahun
3. Usia Mental: kurang dari 7 tahun

FASE B

1. Jenjang / Kelas: SD (3-4)
2. Usia Kronologis: 9-10 tahun
3. Usia Mental: +- 8 tahun

FASE C

1. Jenjang / Kelas: SD (5-6)
2. Usia Kronologis: 11-12 tahun
3. Usia Mental: +- 8 tahun

FASE D

1. Jenjang / Kelas: SMP (7-9)
2. Usia Kronologis: 13-15 tahun
3. Usia Mental: +- 9 tahun

FASE E

1. Jenjang / Kelas: SMA (10)
2. Usia Kronologis: 16-17 tahun
3. Usia Mental: +- 10 tahun

FASE F

1. Jenjang / Kelas: SMA (11-12)
2. Usia Kronologis: 17-23 tahun
3. Usia Mental: +- 10 tahun

Tujuan Pembelajaran Fisika SMA Kurikulum Merdeka

Bagaimana menentukan kemajuan hasil belajar di metode ini?

Kemajuan hasil belajar peserta didik Anda dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Peserta didik yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan dari Guru Mata Pelajaran Pengampu (GMP) agar dapat mencapai capaian pembelajarannya (CP)

Tujuan Pembelajaran Fisika SMA Kurikulum Merdeka

Bagaimana tahapan metode pengajaran ini?

ASESMEN DIAGNOSTIK

Kepada setiap Peserta didik akan dilakukan asesmen awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, tahap pencapaian pembelajaran, dan hal mendasar lainnya. Berarti berhubungan dengan tes potensi akademik dan tes potensi lainnya yang berkaitan dengan guru BK atau konselor sekolah.

PERENCANAAN

  • Pada tahap ini, GMP akan menyusun proses pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen diagnostik.
  • Selain itu, GMP akan melakukan pengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan yang sama. Teringat akan metode pembelajaran berbasis inkuiri kemudian pembelajaran kolaboratif STAD, JigSaw zaman tahun 2002-2004 lampau jika begini lagi

PEMBELAJARAN

  • Selama proses pembelajaran, Anda akan mengadakan asesmen formatif (penilaian yang dilakukan GMP sejawat) secara berkala. Asesmen formatif bisa disebut juga sebagai UH (Ulangan Harian)
  • Proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran, di akhir proses pembelajaran, Anda akan melakukan asesmen sumatif. Asesmen ini juga akan memudahkan Anda untuk merancang projek berikutnya bagi peserta didik. (dulu sebutannya PTS, PAS, PAT)

Pengorganisasian Pelaksanaan Pembelajaran

Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran paradigma baru, perlu adanya pembaharuan dalam pengorganisasian pembelajaran. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.

Kewenangan Pemerintah Pusat

  1. Struktur kurikulum
  2. Profil Pelajar Pancasila
  3. Capaian pembelajaran
  4. Prinsip pembelajaran dan asesmen

Kewenangan Satuan Pendidikan

  1. Visi, misi, dan tujuan sekolah
  2. Profil pelajar di satuan pendidikan
  3. Kebijakan lokal terkait kurikulum
  4. Proses pembelajaran dan asesmen
  5. Pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan
  6. Pengembangan perangkat ajar

Beberapa prinsip dalam pengembangan struktur Kurikulum Merdeka:

Struktur Minimum

Struktur kurikulum minimum ditetapkan tapi satuan pendidikan bisa mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai visi misi dan juga sumber daya yang tersedia.

Otonomi

Kurikulum memberi kemerdekaan pada satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.

Sederhana

Perubahan yang terjadi adalah seminimal mungkin dengan beberapa aspek yang berubah secara signifikan dari kurikulum sebelumnya. Tapi, tujuan, arah perubahan, dan rancangannya jelas dan mudah dipahami sekolah dan pemangku kepentingan.

Gotong Royong

Pengembangan kurikulum dan bahan ajar adalah hasil kolaborasi puluhan institusi, di antaranya Kementerian Agama, universitas, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.

Tujuan Pembelajaran Fisika SMA Kurikulum Merdeka

Dengan mempelajari ilmu fisika, peserta didik dapat:

1. membentuk sikap religius melalui fisika dengan menyadari keteraturan dan keindahan alam
serta mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa;

2. memupuk integritas dan sikap, jujur, adil, bertanggung jawab, menghormati martabat individu, kelompok, dan komunitas, serta berkebhinekaan global;

3. memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip fisis alam semesta yang konsisten sehingga memiliki kemampuan berfikir kritis dilengkapi dengan keterampilan penalaran kuantitatif;

4. memiliki sikap ilmiah, mengembangkan rasa ingin tahu, pengalaman untuk dapat merumuskan masalah secara kreatif, mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta mengomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tulisan secara mandiri; dan

5. memahami kekuatan dan keterbatasan diri untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan diri, memiliki keinginan dalam mengembangkan pengalaman belajar, dan menjadi pemelajar sepanjang hayat.

Sumber : https://bertema.com/tujuan-pembelajaran-fisika-sma-kurikulum-merdeka

Kegiatan-kegiatan di atas diperkuat dengan Peraturan Menteri Pendidikan, yang mana Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan Standar Isi adalah kriteria minimal yang mencakup ruang lingkup materi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Standar Isi dikembangkan melalui perumusan ruang lingkup materi yang sesuai dengan kompetensi lulusan. Ruang lingkup materi merupakan bahan kajian dalam muatan pembelajaran. 

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 10 Februari 2022. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah

Peraturan Menteri Pendidikan selanjutnya tentang Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria minimal  tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan.

Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai pedoman dalam penentuan kelulusan Peserta Didik dari satuan pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas :

a. Standar Kompetensi Lulusan pada pendidikan anak usia dini;
b. Standar Kompetensi Lulusan pada Jenjang Pendidikan dasar;
c. Standar Kompetensi Lulusan pada Jenjang Pendidikan menengah.

Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah sebagai berikut :

Sumber Situs : https://www.mgmpfisikablora.or.id/

Untuk melaksanakan kebijakan kurikulum Merdeka, perlu ditetapkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka.

Berikut Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka :

Terima kasih kepada Ketua MGMP Fisika Kabupaten Blora yang telah menyediakan informasi-informasi yang saya suguhkan di blog ini.

https://www.mgmpfisikablora.or.id/2022/02/capaian-pembelajaran-pada-pauddikdasmen.html

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.