PANJANG UMUR

Jepang adalah salah satu negara penyumbang penduduk yang mencapai usia melewati 10 dasawarsa atau 100 tahun yang disebut supercentenarian. Manusia tertua nomor 2 di dunia yakni Kane Tanaka pada usia 107 tahun. Saya mendengar kematiannya ini sekitar dua minggu lalu melalui siaran RRI Pro 3 FM yang disiarkan dari Jakarta.

Jika dikurangi 2022 berarti Ibu Tanaka ini lahir sekitar tahun 1915 atau awal-awal perang dunia pertama. Tahun itu kakek saya yang berasal dari Sungai Kahayan dan Beliau telah meninggal dunia sekitar tahun 2008 masih berusia 5 tahun, baru ibu Tanaka ini lahir. Seandainya bue saya ini masih hidup mungkin adalah manusia tertua di dunia juga. Kadang-kadang pencatatan manusia tertua ini berdasarkan laporan administrasi kependudukan. Mengapa kependudukan di Indonesia ini yang sebenarnya mungkin ada manusia-manusia super centenarian tidak tercatat sebab administrasi kependudukannya tidak rapi. Berbeda ya pasti dengan di Jepang apalagi Eropa. Secara begitu, pembentukan kewilayahan pemerintahan desa kita saja baru terakhir-akhir ini agak teratur. Harap maklum karena semua pegawai mengandalkan ingatan bukan catatan. Sebuah catatan kecil sebelum saya menyingung rahasianya, rahasia kecil lain di antara kaum tua-tua ini adalah kuat sekali bercerita dan membanyol tetapi untuk menuliskan pengalamannya malas. Sampai kemarin sore, pendeta kami Uras Katuju sudah berupaya menuliskan jurnal perjalanan hidupnya walau Beliau ini akan emeritus sekitar 4 tahun lagi di usia 60 tahun. Berarti rahasia kecil lain, sebelum-sebelumnya para penutur tua-tua ini adalah pemalas dalam menulis, karena hal ini dibentuk pada zaman-zaman perjuangan dan pergerakan revolusi fisik yang semuanya mengandalkan kekuatan fisik dan kehebatan tinju jotos dan tampar dengan ketajaman pisau mandau tombak bambu runcing dan macam-macam dibanding ketajaman pendengaran, pemikiran, analisa dan menuliskan ingatan.

Rahasia besar sebagai manusia umur panjang yang diceritakan dan dialami bu Kane Tanaka adalah menjauhi stress, makan makanan seperti biasa dan sangat menjauhi goreng-gorengan atau Fast Food.

Saya tidak heran mengapa kanker bisa bergerak dengan cepat di dunia modern, sebab semua makanannya adalah proses percepatan. Tidak ada yang dikukus, direbus apalagi dimasak dengan api kecil melalui wadah lain. Pemasakan tidak langsung seperti dibakar atau dipanggang dengan minyak-minyakan sekalipun minyak nabati.

Jadi ingin berumur panjang dan mencapai 100 tahun mudah-mudahan ibu saya ini bisa mencapai itu sekitar 12 tahun lagi adalah dengan menyantap makanan yang dimasak slow cooked dan dikukus atau direbus serta menjauhi stress (salah satunya punya aset dan harta yang berlimpah-limpah).

Bukan cuma bahagia keliatannya.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.