9 Mei 2022

Gigi pernah membuat lagu berjudul 9 Januari yang menceritakan pertemuan dan pernikahan Arman Maulana dengan Dewi Gita yang awet awet saja sampai sekarang tanpa formalin dan pengawet buatan. Nah, saya menuliskan awal sekolah lagi setelah liburan panjang cuti bersama sejak 29 April 2022 sebagaimana hari ini. Sesuai judulnya. Masih banyak yang kami temui di jalan bahkan di pintu gerbang, anak anak yang bangunnya kesiangan karena keasikan mendengarkan desah suara suara hujan rintik nan gerimis mengundang kemalasan untuk masih berada di tempat tidur yang empuk dan ruang berpenyejuk.

Kalau disebut lupa tidak juga, sekalipun ada E**** di kelas XI yang alpa pada hari ini, maybe salah satu yang turut merasakan cuan hari rainy.

Sebagaimana posting post facto yang tidak ingin menyesatkan tujuan dalam kebingungan. Tujuan pembelajaran hari pertama di Mei 2022 ini mengingatkan kembali ke jalan yang benar dan strategis untuk mencapai tujuan sementara di kelas 11 bahwa mereka pada bulan Juli 2022 nanti mungkin sudah naik kelas 12, jikalau telah menyelesaikan tugas-tugasnya di kelas 11 ini..

Bukan melupakan hawa nafsu sesaat demi menyelamatkan kantuk yang hebat karena saatnya nanti, bukan kami memvonis, dunia juga yang akan mendidik mereka menjadi manusia-manusia bukan manusia harimau atau manusia jadi-jadian. Kesusahan ini yang diperjuangkan untuk mendapatkan happy yang sesungguhnya. Segala sesuatunya cukup tersedia dan disediakan oleh diri. Mau liburan uangnya cukup, mau pamer uangnya juga cukup, mau jadi pensiunan uang pensiunnya cukuplah.

Tidak repot lagi dengan mengurus ruko, usaha usaha yang memusingkan dan bisnis bisnis yang merepotkan, sampai waktunya nanti tiba kita ingat pesan Bu Sri Mulyani bahwa uang sajalah yang bekerja untuk majikannya. Bukan tuyul apalagi 🐷 ngepet. Tes kode apakah warna hewan tersebut tampak. Sama seperti cita cita bapak I Nyoman Arjana dan Pak Faturohman bahwa boleh jadi guru tapi otak pengusaha. Siapa yang tidak mau cuan, berhentilah sekolah

Memang sekolah ini sangat merepotkan, kemudian saya teringat akan film The Founding an Army terbit tahun 2017 yang menceritakan perjalanan pembentukan mula-mula Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang digerakkan oleh Zhou Enlai, Zhu De, Mao Zedong, Ye Ting, dan He Long, menentang pemerintahan Wang Jian dan Jendral Chiang Kai Shek dengan melakukan pemberontakan di Nachang 1 Agustus 1927. yang kemudian setahun setelah itu Mao Zedong memperkuat doktrin PLA ini dan menjadi dasar falsasah tentara pembebasan rakyat Tiongkok. Yang menjadi terbesar ke-2 di dunia dengan anggaran tertinggi dan jumlah tentara aktif mencapai 2 juta lebih dengan tentara cadangan 0,5 juta orang. FYI sampai hari ini TNI kita telah memiliki anggota sejumlah 1,08 juta tentara aktif. Mengaca dari film berdurasi 2 jam 54 menit inilah, saya melihat bahwa membawa semua orang bergerak dari zona nyaman itu paling mudah karena kesusahan dan gelisah dengan kekejian dan kejahatan yang terjadi di sekeliling mereka. Pertumpahan darah di Shanghai tanggal 12 April 1927 membawa tekad dan semangat tentara ini melawan dan menunjukkan eksistensinya di antara pemerintahan boneka saat itu di China setelah kehancuran Kekaisaran Dinasti Ching. Pertemanan dan pengkhianatan sekutu sekutu yang berpaham liberalis dan kebarat-baratan dihancurkan dengan paham kebersamaan komunitas dalam falsafah Marxisme yang beradaptasi dalam kehidupan rakyat ketika itu. Yang ditindas oleh preman, pemerintah penguasa militer, tuan tuan tanah, orang orang kaya dan berduit yang bisa mencabut nyawa manusia seenak membalikkan telapak tangan. Muncullah ide Mao Zedong untuk mempersenjatai petani dan pekerja yang berjumlah 400 juta orang (saat itu tahun 1927). Dari semula jumlah tentara yang dapat dikumpulkan dari berbagai akademi militer termasuk didominasi Akademi Militer Huang Pu sebesar 20.000 orang dan setelah setahun bergerak jumlah mereka sempat menciut hingga akhirnya bisa mengumpulkan 30.000 tentara baru dan siap berkorban dan tidak mengeluh dengan penderitaan yang dialaminya. Akhirnya kekuasaan Jendral Chiang Kai Shek dapat diakhiri tahun 1949 setelah Pasukan Merah ini bergabung dengan Pasukan Nasionalis dalam mengusir Jepang. Perjalanan panjang yang memperkuat PLA sampai hari ini dan modernisasi hebat serta canggih.

Kekagetan di China setelah Tirai Besi

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.