2 MEI 2022

profil Ki Hajar Dewantara

Di Radio Republik Indonesia beberapa waktu lalu semasa masih bulan April, saya mendengarkan sejarah bahwa Beliau inilah peletak dasar pendidikan yang kemudian kita kenal dengan semboyan Tut Wuri Handayani. Yang lengkapnya adalah ….

 Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Terjemahannya : Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik, di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan (dikutip dari https://kabarlumajang.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-424326092/9-quotes-ki-hadjar-dewantara-dalam-rangka-menyambut-hardiknas-hari-pendidikan-nasional-2-mei-2022)

Banyak kutipan-kutipan lain dari seorang Menteri Pendidikan di awal Kemerdekaan yang memulai karirnya sebagai wartawan. Kerja wartawan apa? Mewartakan, memberitakan baik menggunakan mesin ketik atau menggunakan tulisan tangan dan surat-menyurat. Waktu itu dikenal korespondensi pos sesama pewarta. Jadi permulaan seorang yang menggerakan mencerdaskan kehidupan bangsa dimulai dari pewarta, penulis, pemberita, penyebar berita. Baru muncul profesi keguruan itu yang kemudian diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan bertepatan dengan Hari Lahir Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia.

Perlu kita ketahui perjuangan Bapak Ki Hajar Dewantara yang merupakan Mentri Pengajaran pertama Kabinet Presiden Soekarno yang kemudian menjadi Kementerian Pendidikan dan Pengajaran dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ki Hajar Dewantara juga merupakan Pahlawan Nasional ke-2 yang ditetapkan Presiden pada tanggal 28 November 1959 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Berdasarkan Keppres tersebut, Beliau ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Atas pemberitaan Harian Kompas, 2 Mei 1968, karena jasa-jasa beliau, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia karena dipanndang telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional.

Dikutip dari Kompas.com, 2 Mei 2020, Ki Hajar Dewantara pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, yakni Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Beliau merupakan salah satu penulis andal. Tulisannya komunikatif, bernas, serta patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat anti kolonialisme.

Selain menjadi wartawan muda, Ki Hajar Dewantara juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Salah satunya aktif pada organisasi Budi Utomo. Setelah itu pada tanggal 25 Desember 1912 dirinya mendirikan Indische Partij bersama dengan Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo. (dikutip dari https://www.bermanfaat.my.id/2022/04/download-naskah-pidato-sambutan.html)

Hari pendidikan ini mari kita tandai dengan semangat untuk Merdeka dari kebodohan, Merdeka dari kedunguan, Merdeka dari perundungan, Merdeka dari penindasan. Baik dilakukan secara fisik dan verbal. Merdeka membawa kita bisa berkreasi dengan bebas, bisa pula merdeka membuat kita malas dan menjadi suka rebahan. Belum teman, perjuangan belumlah usai dan mari kita bertekad untuk memperbaiki Bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang Maju, Kuat, dan Berbudaya. Tidak mudah mengklaim budaya negara dan bangsa lain sebagai kepunyaannya. Kita adalah bangsa yang berakar kuat, agar mencapai kekuatan tersebut marilah kita terus berkarya bisa melalui tulisan, nyanyian, puisi, ode, antologi, buku, video, desain, sosial media, gerakan nyata penyadaran kepada seluruh warga masyarakat dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal kita. Sadar bahwa hari esok akan diraih dengan kejayaan karena kita sudah menabung, sudah bekerja, sudah berinvestasi yang nilainya terus bertambah.

Jangan berhenti belajar sebagaimana life long learner, pembelajar sepanjang hayat.

Simak pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim berikut yang disampaikan pada 2 Mei 2021.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.