FENOMENA BINTANG UTARA

Bintang yang hanya dapat diamati pada daerah kutub Utara, di mana bintang itu disebut bintang Polaris. Bintang yang menjadi petunjuk orang-orang dari wilayah utara Bumi untuk berlayar atau bergerak tanpa kompas mengunjuk pada fenomena ini untuk memastikan arah perjalanannya tidak salah.

Bintang itu hanya bergerak di tempatnya saja, yang kemudian dibuatkan time laps fotonya akan menjadi

Polaris

Sebuah gerakan yang unik dan menjadikan Polaris merupakan bintang panduan untuk sebagian besar wilayah di bumi utara dalam melakukan perjalanan atau sebagai petunjuk arah. Pada saat kompas belum diciptakan, manusia-manusia kuno dan cukup berpengetahuan menggunakan petunjuk-petunjuk yang ada di langit untuk melakukan perjalanannya.

Pada tanggal 21 Maret, setiap tahunnya, Matahari berada di titik garis ekuatorial atau garis tropikal selama 3 bulan melakukan transit sebelum bergerak menuju garis balik utara dan berada di sekitar tempat itu pada tanggal 21 Juni, selanjutnya 3 bulan kemudian garis edar ini akan berubah lagi menuju ke garis ekuatorial dan berada di sekitar garis tropikal antara tanggal 22 – 23 september, selanjutnya bergerak ke garis balik selatan atau wilayah bumi selatan dan berada di sekitar itu pada tanggal 22 desember selanjutnya kembali lagi ke garis ekuatorial dan berada di titik semula kembali apda tanggal 21 Maret lagi.

Fenomena seperti ini yang dinamakan Gerak Semu Tahunan Matahari. Gerakan semu matahari ini terjadi karena Bumi melakukan revolusi terhadap posisi matahari sementara Bumi tetap berotasi pada porosnya. Sehingga terjadi gerakan presesi Bumi pada porosnya yang menyebabkan kemiringan bumi sampai 23,5 derajat ke arah sumbu bumi utara maupun 23,5 derajat lain terhadap sumbu bumi selatan.

Hendaknya tulisan ini menjadi pedoman, mengapa adanya musim atau gerak presesif bumi terhadap matahari. Penanggalan-penanggalan bersifat kecenderungan tergantung dengan tahun-tahun yang berlalu. Sebagai kebiasaan ada kalanya di bulan september itu bisa maju sehari atau di bulan desember bisa maju sehari juga. Ada kalanya penanggalan berdasarkan durasi matahari bersinar selama 365 hari ada juga yang mencapai 366 hari saat memasuki tahun Kabisat.

Inilah perbedaan dalam kalender Gregorian dan Kalender Julian yang dipergunakan di peradaban manusia.

Berbeda hal dengan kalender Lunar yang dipergunakan di Tiongkok (ambil misal tahun baru Imlek jatuh pada bulan Februari di kalender Gregorian) dan Jazirah Arabia yang kemudian kita kenal ada kalender Hijriah yang menentukan kegiatan ibadah Ramadhan dan lain-lain berdasarkan terbitnya Bulan di senja hari. Karena kalender Bulan menggunakan penampakan bulan di ufuk horizon.

Bertepatan pula dengan memperingati Hari Lahirnya seorang Wanita Mulia, Kartini, namanya yang telah memperjuangkan kesetaraan Wanita dengan Pria dalam perjuangan emansipasinya.