DISAMBIT HUJAN BERAT

Panas seharian kemarin, 18 April 2022 rupanya dibalas air mata langit dengan hujan yang turun deras bagai arasy hari ini. Mengulang keberadaan hujan lebat nan deras pula di hari sabtu tanggal 16 April 2022 dengan durasi kucuran sampai sekitar siang hari, sekitar jam 10-11 hujan itu berubah menjadi rintik-rintik yang tidak lagi manis menimbulkan kesan meringis. Teristimewa hari ini yakni berkaitan dengan Ujian Sekolah hari ke-2. Yang mana sampai jam 6.36 ini hujan di tempat saya tidak juga reda. Apakah itu juga terjadi di tempat anda? Silakan komentar jika berkenan sampai jam 7.00 wib.

Tentunya Bapak Ibu pengawas ujian sekolah pun setengah bingung dan panik untuk bergegas, kecuali yang memiliki kendaraan roda empat beratap atau memanggil ojek online roda empat, jikalau menggunakan moda roda dua sudah pasti akan basah kuyup sampai di tempat tujuan. Itu derita pengawas, sebagaimana derita panitia ujian pula yang harus sudah standby sejak 5.30 wib di sekolah termasuk yang menjadi petugas-petugas piket penyambutan sebagaimana protokol kesehatan dan protokol masa covid19.

Bisa dibayangkan betapa paniknya sekitar 532 peserta ujian sekolah hari ini yang berpikiran normal dan tegang untuk menyelesaikan kewajibannya di hari ke-2. Sebagian besar menggunakan roda dua tentu lumayan basah dan agak terlambat datangnya. Tentunya akan menjadi ramai di halaman tengah sekolah jika pengantar menggunakan mobil berderet-deret dan nanti kita saksikan di KS Tubun menuju pintu gerbang asumsi saya ini.

Hujan ini meniadakan kerajinan juga menyuburkan kemalasan, tetapi bagaimana jika hujan itu memberi potensi bahaya yakni banjir bandang? Akankah kita di Palangka Raya tidak bersiap-siap dan waspada? terutama di daerah bantaran kali atau pengeringan di sekeliling daerah tepian kota ini? yang saat ini rata-rata tertutup dengan pekerjaan drainase yang tidak kunjung selesai?

Karena itu baiknya kita waspada waspada dan selalu waspada bahwa hal yang tidak diinginkan bisa sewaktu-waktu tiba dan mendatangi kita. Tidak masalah bagi yang selalu bersiaga penggalang dan penegak kedisiplinan, nah umumnya warga itu masih darurat mikir dan darurat membaca hal ini yang akan membawa banyak korban dan kesulitan tersendiri bagi penolong.

Menurut ahli-ahli Kitab, wahai umat manusia pandai-pandailah membaca tanda-tanda alam sebab kedatanganNYA itu akan sama seperti tanda-tanda yang dimunculkan di langit dan bagian bumi lainnya.

pagi-pagi tadi juga kami melakukan gurah alamiah dengan membuat nasi goreng kornet, sambal ikan asin telang, kacang duduk cinguran, dan sambal tomat asam manis hasil bebek-bebekan tadi malam. Daripada mencari gurah sambil mencium harum segar bau bumi disirami hujan deras, enakan membuka hidung dengan mengucurkan sekresi fluida yang berkelanjutan dan menimbulkan sensasi hangat di badan. Tenaga dalam tidak hanya dilatih dengan latihan pernafasan saja tapi juga dengan aktivitas dapur yang sensasional.

Photo by PhotoMIX Company on Pexels.com

Situasi terkini jam 12.08, dimana bunyi semprit semprot dari bapak bapak sekuriti masih terdengar dan membahana mengatur lalulintas kendaraan penjemputan peserta didik yang tadi antriannya cukup panjang di KS Tubun. Pukul 13.32 wib sempat mereda tapi menggelegar lagi hujannya.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.