KEMALASAN YANG DISENGAJA

Membentuk diri untuk menjadi disiplin itu sangatlah berat. Dengan berbagai jargon dan motto untuk menyemangati diri sendiri kadang menimbulkan kelelahan dan akhirnya berubah menjadi malas. Apalagi jika sistem atau massa yang berada di sekitar kita pun tidak ada motif untuk bangkit atau maju bersama kepingin hebat semua. Maunya jadi hebat aja.

Kendala terbesar dari upaya membuat suatu gerakan disiplin atau melatih keteraturan itu ada di sekolah. Dua hari ini kami masih melihat dan mungkin akan terus berlanjut sampai waktu yang tak tertentu tentang ketidaktepatan atau lebih pas disiplin masuk sekolah. Tidak bisa dipungkiri di sini menjadi titik masalah awalnya. Ditambah dengan guru yang juga tidak tepat waktu untuk hadir di kelas, menjadi problem tersendiri.

Saya melihat selama bertahun-tahun hal ini terjadi semua terletak pada partisipasi semua anggota organisasi, selama tidak ada kesepakatan dan hanya digerakkan oleh beberapa gelintir orang saja, masih dikatakan upaya selama ini tidak berkesan atau cenderung hanya berpengaruh pada beberapa peserta didik. Tapi mau mengatakan jera, sepertinya juga belum pas. Sebab belum ada dampak nyata dari pengetatan dan penghayatan akan tepat waktu itu. Selalu ada alasan untuk melanggar dan menganggap keterlambatan bukan hal buruk.

Tapi ini tidak terjadi pada warga pada kelas-kelas binaan saya. Jarang saya mendapati mereka itu sengaja terlambat atau sengaja memperlambat, kecuali pada situasi yang tidak menentu sebagaimana hari senin pekan ini tanggal 11 April 2022. Mungkin ada hubungannya dengan demonstrasi atau unjuk rasa berkeliling di sekitar gedung parlemen sebagai tempat wakil rakyat berkumpul untuk menyuarakan aspirasinya. Yang kami amati mereka membubarkan diri beberapa menit sebelum berbuka puasa pada hari senin itu, pukul 17.30.

Bagaimana dengan siswa? Sama seperti petugas di SPBU selalu berkata kepada pelanggannya, Kita mulai dari angka Nol ya … persis seperti itulah yang kita lakukan setiap hari dari senin sampai jumat selama sekolah SMAN 2 Palangka Raya belum dibubarkan.

ritual setiap pagi jika sudah lewat dari jam 7.00 – menuliskan namanya di sana dan besok pagi mulai kembali sepertinya dengan disengaja
tambahan dokumentasi

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.