TANDA TANDANYA – ROBERT T KIYOSAKI

Beberapa hari lalu saya pernah bercerita tentang hal ini pada siswa kelas XI MIPA 2, cerita itu sangat berkesan bagi saya. Entah bagi mereka 😆

Apalagi buku ini saya baca sejak tahun 2009, saat saya memulai kuliah pascasarjana lagi pulang pergi bersama istri ke Banjarmasin dan sekitarnya. Setelah lama tak terdengar saya teringat lagi setelah tahun 2022, betapa dashyatnya pemikiran Robert T. Kiyosaki, pebisnis Amerika Serikat kelahiran Hawaii. Menggambarkan bagaimana dirinya diubahkan oleh dua pandangan arus utama, Rich Dad dan Poor Dad. Lengkapnya silakan nanti diriset buku tersebut apa saja isinya.

Keempat kuadran ini sangat erat dengan posisi manajerial ketika menyimak catatan kuliah saya kembali.

beberapa keterangan ini saya ganti sesuai kondisi kekinian organisasi

Tanda panah mengarahkan tingkat optimal masing-masing perilaku dan sebutan bagi setiap kuadran pegawai atau staf. Motivasi Tinggi dan Keterampilan mumpuni merupakan target pembentukan staf pada sebuah organisasi atau kelompok kerja.

Pekerja pengamat – memang golongan ini memiliki keahlian tinggi tetapi motivasi untuk bekerja antara rendah menuju sedang, golongan ini jika mendapat pemimpin yang dapat menggerakkan atau memberi perlakuan dengan dosis tepat akan melejitkan pegawai-pegawai yang sebagian besar berada pada kuadran ini. Komposisi prosentase keberadaan empat perilaku ini di dunia kerja atau dunia perkantoran untuk kelompok pekerja santai biasanya maksimal 10% dari populasi, kemudian pekerja berdedikasi dan berintegritas itu pun maksimal 10% saja, sisanya didukung sama kuat antara Pegawai yang perlu selalu diperintah dengan Pegawai Pengamat sama-sama 40%.

Pemimpin perlu melakukan survei berulang-ulang untuk membobot setiap anggota organisasinya sehingga dapat berjalan bersama mengarungi kegiatan harian dengan baik.

Aliran Arus Kas Kuadran Robert Kiyosaki (Cashflow Quadrant)

Sebaliknya kuadran ini menceritakan E = employee (pegawai, pekerja), S = Self-Employeed atau Self Business (usaha sendiri atau kerja sendiri), B = punya usaha (punya bisnis, jadi bos, bisnis besar gede ini), I = investor (bos dari bos)

Kuadran tersebut menunjukkan potensi pemasukan atau pendapatan yang diperoleh masing-masing sebutan berdasarkan tipikal yang diharapkannya. Tidak semua orang kepingin punya bisnis, tidak semua orang sanggup jualan, sanggup berdagang (tipikal yang selalu menolak MLM jika diajak, termasuk saya). Tidak mau cape, tidak mau lelah. Sudah cukup dengan penghasilan dari pekerjaan yang ada. Kadang-kadang mempekerjakan diri sendiri kemudian mendapat tambahan penghasilan (tamsil) dari usaha tersebut misal memberi pelajaran tambahan (les privat), atau wedding singer, atau MC pembawa acara, host, atau kegiatan entertain menjadi moderator, menjadi narasumber dan lain sebagainya. Pada kuadran yang berhasil berbisnis, entah karena MLM-nya sukses dan meledak atau karena usaha MS Glowing menjadi semarak setelah menjadi distributor dan menjadi distributor langsung produk-produk kecantikan berada pada taraf kekayaan 95% lah atau memang benar-benar kaya.

Yang ke-4 ini yang sulit, menjadi investor. Menaruh uangnya di bisnis orang lain atau menaruh uangnya di perusahaan orang lain, yang bersepakat dan memberikan imbal hasil yang sepadan sekalipun investor ini masih menjadi pegawai negeri, pegawai swasta, pekerja serabutan atau mungkin sebagai pemilik bisnis, pemilik startup, punya rombong kopi, punya bengkel. Jumlah investor hanya 5% dari seluruh populasi yang ada. Bersedia menyiapkan uangnya untuk usaha sekalipun tidak menjalankannya. Inilah yang dikatakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, bahwa uang yang bekerja bagi kita bukan uangnya tidur di bawah bantal atau di bawah tanah atau disimpan dalam gudang. Mungkin uangnya ditaruh di Bank? bisa juga bertumbuh tapi memerlukan waktu yang lama, dibanding menaruh uang di perusahaan terkenal dan sudah go public (artinya sahamnya dimiliki publik sebagai penyandang dana dan perusahaan itu memberikan imbal hasil dari keuntungannya yang dibagikan setiap tahun kepada para investor), sebagai tanda bahwa perusahaan tadi berkembang dan maju. Jika perusahaan itu sedang tidak membagikan dividen, mungkin hasil rapat umum pemegang saham belum menyetujuinya dikarenakan faktor-faktor internal perusahaan.

Menjadi investor, tinggal bergabung dengan Bursa Efek Indonesia melalui mitra bursa yakni perusahaan-perusahaan sekuritas yang berlisensi dan mendapatkan ijin dari Otoritas Jasa Keuangan. Imbal hasil yang didapat selain dividen atau apresiasi nilai saham yang semakin meningkat. Ambil contoh PT United Tractors yang setiap tahun memberikan dividen 1000-an lebih kepada para investornya.

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Menjadi investor tidaklah mudah, karena harus belajar dan belajar. Belajar mengenal pasar, instrumen investasi dan mengenal cara melakukannya. Kunjungilah Galeri Investasi dan Edukasi terdekat di kota anda, hubungi kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia. Ikuti IG-nya @idx_kalteng, pantau edukasi-edukasi gratis yang dilakukan Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Tengah beserta galeri-galeri edukasinya.

Jadilah partisipan pembangunan ekonomi Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan 10 ribu anda sudah menjadi investor melalui Reksadana dan dengan 100 ribu anda sudah membuka akun Investor Pasar Modal. Banyak sekali provider-provider yang ditemui secara daring (online) ada Phintraco Sekuritas, RHB Sekuritas, BNI Sekuritas, Korea Indonesia Investment Sekuritas, Ajaib Sekuritas, Stockbit Digital Sekuritas, Indonesia Premier Sekuritas, Philips Sekuritas, MNC Sekuritas, dan banyak lagi yang ada di seluruh Indonesia. Membuka rekening bank saja sudah bisa secara daring, mulai dari Bank BCA, Bank Jago, Seabank melalui akun shopee – tiga operator perbankan itu yang saya ketahui dengan mudah melayani calon nasabah secara online.

Selamat Belajar dan Berinvestasi

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.