21 HUKUM KEPEMIMPINAN

Ditulis oleh John C. Maxwell dan disarikan secara grafis pada channel Booksums

Apa saja isinya :

Hukum tertutup – latihan kepemimpinan dengan nilai 1-10 adalah
1. Keterampilan antar personal
2. Perencanaan dan Pemikiran Strategis
3. Visi (Pandangan Ke Depan)
4. Hasil

Hukum ke-2 : Pengaruh atau keterpengaruhan yang bergantung pada :
1. Karakter pemimpin
2. Hubungan Baik
3. Pengetahuan
4. Intuisi
5. Pengalaman
6. Kesuksesan sebelumnya
7. Kemampuan atau kapabilitas

Hukum Ke-3 : Proses

Ia tidak tahu apa yang tidak diketahui pada awalnya, tahu apa yang perlu diketahui, tahu apa yang tidak diketahui, kemudian tumbuh dan mulai menunjukkan apa yang diketahuinya, dan akhirnya mengikuti apa yang sudah diketahuinya secara alami.

Hukum Penambahan yang dipengaruhi
Jujur mengetahui nilai keunggulan yang mereka pimpin, menjadikan diri mereka lebih berharga, mengetahui dan menghubungkan manfaat nilai bersama, menciptakan nilai terbaik untuk Tuhan Sang Pencipta.

Hukum ke-6 dengan Tetap Membumi dengan berintegritas, mempertahankan keaslian (otentik), dan disiplin

Hukum ke-7 Saling Menghormati – mendukung, mendorong, memberikan jurnal kesuksesan, kesetiaan, memberikan nilai tambah kepada pihak lainnya

Hukum Ke-8 Intuisi, gunakan membaca buku tentang membina hubungan baik dan motivasi pada sesama manusia, sering bercakap-cakap dengan sesama (buatlah obrolan interaktif), dan mengamati orang-orang di sekitarmu

Hukum ke-9 : Kemagnetan – Daya tarik – melalui energi personal dan keberbakatan yang dipendam. Asah kemampuan interpersonal di bidang stand up comedy, bermain musik, menyanyi, berolah raga, dan hal-hal non akademis lainnya setara dengan kemampuan berpikirmu.

Hukum ke-10 – Saling berkaitan, saling bergantungan sama lain, simbiotika bersama anggota dengan meyakini dan mempercayai visinya sebagai pedoman, memiliki kemampuan wicara atau komunikasi yang mapan dan handal

Hukum ke-11 memiliki keterkaitan internal dengan keluarga dan orang-orang terdekat, hukum ke-11 ini sangat erat dengan nilai-nilai baik kekeluargaan yang dirawat dan dijaga para pemimpin. Bagaimana bisa memimpin orang lain jika keluarga dekatnya saja acak-acakan dan tidak pernah dirawat hubungannya.

Hukum Ke-12 tentang Memberdayakan – sering disalahartikan loyalitas atau kesetiaan bawahan dengan memperdaya sampai selelah-lelahnya, memberikan tugas lembur atau tugas menantang lainnya tanpa apresiasi atau penghargaan yang memadai. Minimal dengan pujian atau dengan kata-kata motivasi, lebih baik lagi dengan reward yang menantang dan menggantikan usaha yang dicapai bawahan dengan berlelah-lelah.

Hukum Ke-13 – sesuai Gambaran – sesuai lukisan yakni apa adanya, sebenar-benarnya tidak dibuat-buat. Biasa menggunakan hasil survei atau penelitian dalam mengambil keputusan bukan karena bisikan orang terdekat atau orang berpengaruh saja tetapi juga melakukan penelitian sendiri terhadap kebijakan yang sudah diterapkan atau kebijakan yang akan diterapkan.

Hukum ke-14 – Hukum menarik perhatian – memberikan ketertarikan kepada anggota untuk mengikuti visi pemimpin dengan berbagai rencana dan hasil yang nyata.

Hukum ke-15 – Sebagai Pemenang. Terus berlatih semakin baik dengan tetap memperhatikan sumber daya dan kelemahannya, dijaga dan dirawat selama pelatihan dan pada saat berkompetisi jangan pernah menyerah dan mudah lemah pada ketidakberdayaan. Menyatukan pandangan, keahlian yang beragam, Dedikasi mencapai kemenangan, dan meningkatkan potensi bawahan.

Hukum Ke-16 – Hukum Momentum. Momentum adalah energi yang diperoleh saat benda bermassa bergerak dengan kecepatan. Semakin besar massanya maka kecepatannya semakin melambat tetapi memiliki energi potensial yang besar tidak hanya mengandalkan kecepatan dan memperbesar energi kinetiknya.

Hukum Ke-17 Hukum Memilih Prioritas – memilih keutamaan dalam bidang layanan atau tugas pekerjaan – membersihkan lapangan atau memetik hasil? Menggunakan alat yang tepat dalam menentukan prioritas.

Hukum ke-18 – Pengorbanan – demi mencapai tujuan banyak hal yang dikorbankan atau didedikasikan. Pemimpin memiliki modal itu.

Hukum ke-19 – pemilihan waktu atau momen yang tepat atau pas. Menggunakan momen yang tepat erat berkaitan dengan Keinginan Tuhan Maha Kuasa dan juga kesempatan, Waktu adalah kesempatan. Selama ada kesempatan dipergunakanlah dengan tepat.

Hukum Ke-20 : Ledakan Pertumbuhan – pengembangan diri, kemajuan pengembangan diri, perkembangan organisasi, perkembangan kepemimpinan. Pemimpin yang ahli karena memiliki kemampuan dan keterampilan yang beragam atau variatif.

Hukum Ke-21 – Warisan – Nilai-nilai bertalenta sesuai kepentingan dan manfaat, menjadi kontribusi dan selanjutnya memindahkan tongkat estafet kepada pemimpin baik berikutnya.

Tidak mudah menjadi pemimpin, tetapi kepemimpinan dapat dilatih dan dibentuk.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.