KEMATIAN DATANG

Tubuh lemas dan lunglai, wajah menengadah ke atas, menatap langit seolah memelas kepada Yang Maha Pencipta untuk mengambil kembali nafas kehidupan yang ditiupkanNYA, disini tampak manusia yang melah hanya bisa berpasrah menyerahkan dirinya, menandakan kelemahannya yang hakiki.

Dibandingkan ketika sehat segar bugar semua tenaga kuasa daya upaya dilahap rakus dengan otoritas dan kekuatannya. Semua ada di dalam genggaman pengaruh dan titahnya. Tatkala semua itu sirna dan raga hanya terminal sementara sebelum berpindah ke alam berikutnya yang lebih kekal dan abadi, dalam penantian itu hanya bisa melongo dan diam terpekur tanpa daya, asa mungkin ada tapi tidak setegar dan sehebat dulu kala. Aku selalu ingat pesan sebuah tulisan di pemakaman Katolik bertuliskan huruf latin Momento Mori.

Momento Mori, ingatlah akan hari Kematian sebagai kenangan kuat bahwa setiap hari setiap insan yang bertawakal dan percaya akan alam berikutnya, selalu mengingat akan Kematian itu. Akan tiba saatnya.

Berpasrah diri dan menyerah sementara menunggu sambil menghitung hari hari Waktu Tuhan.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.