DIESEL YANG BAIK

Pagi ini membaca artikel di Instagram, tentang kebijakan TAM (Toyota Astra Motor) yang menyatakan jika ingin membeli Kijang Innova super diesel maka bahan bakarnya pun jangan solar murahan. Yang termasuk dalam kategori solar murahan adalah program B30 yang baru saja diluncurkan pemerintah.

TAM menyambut adanya penerapan kebijakan standar emisi Euro 4 mulai april 2022 dan tentu saja akan diaplikasikan pada kendaraan-kendaraan penumpang besutannya yang bermesin diesel, salah satu mereknya tertulis di atas. Karena alasan garansi mesin, makanya pengguna Kijang Innova diesel ini wajib mengisikan BBM jenis solar yang direkomendasikan mesin standar Euro 4 tersebut, seperti apa saja ciri-cirinya?

standar Euro 4 adalah standar untuk tingkat emisi rendah yang diproduksi dengan bahan bakar ramah lingkungan atau minyak pemanas dikutip dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20211108161223-4-289900/pertamina-sudah-produksi-solar-standar-euro-4-apa-itu di sini dituliskan bahwa standar tersebut harus ramah lingkungan dan tidak kejam serta otoriter pada sekitarnya. Ramah berarti mudah diajak bekerja sama, rajin, santun, sopan dan mudah berkolaborasi elaborasi tidak tinggi hati apalagi sombong karena ia berbahan yang berbeda dengan lingkungan hijau atau lingkungan atmosfer biru. Emisi gas buang yang rendah dan tidak mencemarkan lingkungan, hasil pembakaran minimalis dengan asap yang tipis-tipis bukan asap yang banyak dan tebal seperti vape atau vapor, itu tidak ramah lingkungan dan cenderung sombong dengan keadaan sekitarnya. Perbandingannya mending rokok kretek dibanding rokok elektrik karena asapnya yang tipis, walau sama sama kemungkinan menimbulkan gangguan paru-paru bahkan kematian. Asap tipis ini bisa terjadi karena kandungan sulfur atau SO4 yang rendah di angka 50 ppm (50 bagian dalam setiap sejuta bbm) sangat kecil atau 0,005 persen kandungan sulfur dalam solar ini.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20211108161223-4-289900/pertamina-sudah-produksi-solar-standar-euro-4-apa-itu

Ditinjau dari perasapan, selain asap buangan yang diharapkan bisa beradaptasi dengan atmosfer bumi yang sudah bosan dengan kumpulan berbagai jenis asap pembakaran, termasuk asap panggangan, asap persatean, asap grill, asap steak, asap pedas manis, tetap saja mobil bertenaga pembakaran itu tidak efisien. Menurut Lord Kelvin, tidak ada mesin yang sempurna menghasilkan semua tenaga dari hasil pembakarannya.

Contoh Bahan bakar produksi Pertamina yang telah memenuhi Standar Euro 4 adalah Pertamax Turbo dan Pertamina Dex. Harga pertamax saja sudah di atas 10 ribu per liter, berarti pertamax turbo ini sekitar 1 usd atau 14 ribu sampai 15 ribu per liternya. Sementara pertamina dex sudah di angka 15-16 ribu per liter.

Bagaimana dengan program pemerintah B30?

sumber : https://statik.tempo.co/data/2019/06/13/id_848106/848106_720.jpg

Nah ini uniknya bahwa untuk proses pengenceran (pengoplosan) minyak solar yang semula pure solar saja bisa ditambahkan 30% minyak sawit sebagai biodiesel ke dalam 70% solar. Sementara kandungan solar yang ada masih memiliki 48% sampai 51% sulfur atau SO4 tadi. Adanya kandungan sulfur atau belerang di dalam bahan bakar menyebabkan asap pembakaran output dari mesin tetap tebal dan cenderung berwarna hitam (secara hasil pembakaran belerang) dan ini tentu saja tidak ramah lingkungan. Selain kandungan tersebut akan menempel sebagai kerak dalam mesin justru membuat mesin diesel tidak berfungsi optimal dan cepat rusak. Beberapa perusahaan otomotif yang dikenal bermain pada perekayasaan mesin diesel telah menambahkan sampai tiga filtrasi agar solar tidak cepat merusakkan mesin. Kata-kata tidak cepat berarti memperlambat rusaknya mesin, agar mesin bisa diperbaharui alias pengusaha beli baru lagi mesin dieselnya.

Jika tidak demikian maka tingkat penjualan mesin diesel akan stagnan dan ekonomi tidak berkembang, perhatikan hal ini sodara-sodara. Mesin kendaraan dibuat hanya bertahan dalam jangka waktu tertentu dengan pemakaian maksimal, sudah jelas suatu saatnya nanti mesin itu harus diturunkan untuk overhaul atau diretrofit agar bisa bekerja maksimal atau memperpanjang jangka kerja mesin.

Keunikan dari solar adalah :

https://www.gojek.com/blog/gopertamina/GOPERTAMINA-perbedaan-bensin-dan-solar/

Jadi kemungkinan yang paling mungkin BBM ramah lingkungan dengan kandungan sulfur yang rendah ada di biodiesel B100. Bagaimana lagi komposisinya?

B100 adalah istilah untuk biodiesel sebagai bahan bakar nabati untuk aplikasi mesin diesel berupa fatty acid methyl esters (FAME) yang dibuat dari minyak nabati atau lemak hewani secara esterifikasi/transformasi. Transesterifikasi adalah proses menghilangkan alkohol dari ester, tetapi zat yang digunakan sebagai katalis (zat yang digunakan untuk mempercepat reaksi) adalah alkohol atau metanol. Proses produksi biodiesel biasanya menggunakan metanolisis (transesterifikasi dengan metanol) yang merupakan reaksi antara minyak nabati dan metanol dibantu oleh katalis basa (NaOH, KOH atau natrium metoksida) untuk menghasilkan campuran metil ester asam lemak dengan gliserol yang merupakan produk sampingan.

https://ebtke.esdm.go.id/post/2019/12/18/2433/pahami.istilah.b20.b30.b100.bbn.dalam.bioenergi

Lebih lanjut aturan tersebut dibuatkan penerapannya sebagai berikut :

https://ebtke.esdm.go.id/

Karena ini diutamakan untuk kemandirian energi sehingga tidak lagi impor BBM untuk kebutuhan dalam negeri, maka perlu dipikirkan pula kemandirian berkendaraan yang tidak selalu baru dengan berbagai fitur tinggal mengoptimalisasi kendaraan yang sudah ada dan disesuaikan agar lebih efisien lagi dalam penggunaan bahan bakarnya.

Pembelian kendaraan baru memasukkan unsur PPN yang per 1 April 2022 akan menjadi 11%, biaya balik nama dan pajak kendaraan. Kendaraan yang lama akan dijual kembali ke pasaran dan menambah jumlah populasi kendaraan lain dengan kehadiran kendaraan baru. Menurut hemat kami, sebaiknya perlu ada pembatasan kendaraan bermotor terutama yang baru di kota-kota besar atau padat penduduk. Apalagi masih ada 285 juta penduduk Indonesia yang tersebar tidak merata di seluruh wilayah ini, pasti ada kantong-kantong kepadatan tersebut dan jalan raya juga akan semakin sempit dan macet. Mungkin ada baiknya mobil-mobil baru atau setengah baru dilemparkan dijual ke daerah-daerah yang masing lengang dan lowong jalanannya ke seluruh wilayah Indonesia.

Mobil baru standar Euro 4 BBM emisinya ramah lingkungan dan harga BBM-nya pasti mahal, harga kendaraan baru saja pasti mahal. Kendaraan atau mobil lama menggunakan BBM yang sudah dimodifikasi pemerintah sehingga ada kemandirian energi dan kita harus menyukseskan program pemerintah untuk hidup hemat, tertib, efisien. Cintailah produk-produk dalam negeri.

Seandainya Maspion bisa berinovasi menciptakan kendaraan listrik atau sejenisnya tanpa berbahan bakar fosil. Atau menciptakan pesawat elektrik sehingga kita memiliki kemandirian dalam pemenuhan alat-alat transportasi non personal bahkan alat-alat transportasi urban, suburban hingga perkotaan bukan cuma LCGC (Low Cost Green Car) karena masih berbahan bakar fosil.

April Mob, Jangan dipikir serius

Photo by Polina Kovaleva on Pexels.com

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.