LEGIUN PENSIUNAN

Jika seseorang sudah mencapai masa pensiun atau retired masih dalam keadaan energik dan mempesona apalagi masih dalam keadaan sehat, merupakan anugerah terhebat dan anugerah terindah yang mereka dapat. Saya salut dan kagum kepada para pensiunan PNS atau BUMN atau siapa pun yang sudah berusia sepuh, tetapi mereka tetap tekun dan sehat serta segar bugar setelah didera berbagai macam beban pekerjaan dan tumpukan penugasan ke sana kemari. Kepada para pensiunan ini rasanya Pemerintah belum memberikan penghargaan yang properly, mereka telah berjuang kepada negara. Telah mendharmabhaktikan kehidupannya bahkan selama 30-36 tahun lebih bekerja di pemerintahan, tapi yang mereka dapatkan untuk uang harian hanya 78% dari gaji pokok terakhir saat menerima SK pemberhentian dengan hormat sebagai pensiunan.

Saat masih bujang dan masih muda, wewangian yang dipakai pun mahal-mahal bisa saja dari Channel no. 5, gucci, dan lain sebagainya. Makan apa saja dilahap, mulai dari lalapan hingga steak daging panggang karena gigi masih lengkap tidak pakai tambalan. Begadang tahan sampai pagi karena fisik masih menunjang, minum minuman keras pun ditandingkan karena usus dan lambung perut masih sanggup melawan, pusing kepala tinggal dihajar dengan Panadol Extra atau Bodrex lapis dua.

Tapi begitu memasuki usia senja, minyak wangi berubah menjadi minyak kayu putih dan minyak angin. Gigi tidak lagi lengkap tapi rontok satu per satu dihajar keripik singkong bahkan french fries. Makanan dengan natrium tinggi, garam-garaman sudah tidak sanggup lagi dikonsumsi karena sudah didiagnosa tekanan darah tinggi alias hipertensi, sedikit sakit kepala sudah berkunang-kunang sampai hilang kesadaran dan penglihatan terkadang berakhir pingsan dengan sukses, kekurang waspadaan apalagi sambil membawa kendaraan sering menggiring munculnya kecelakaan lalu lintas entah karena bermain solo atau karena tabrakan karambol seperti permainan bilyar. Itulah keunikan legiun pensiunan ini.

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Banyak yang berkilah, karena negara ini banyak yang dibiayainya apalagi negara ini masih banyak hutangnya. Waduh, itu hanya alasan yang klise dan sejak tahun 1990an sudah ramai diperdengarkan sebagai pembenaran ketidakmauan memperhatikan para legiun-legiun pensiunan yang telah bekerja, berkarya demi bangsa dan negara.

Jikalau legiun-legiun ini menyeleweng dari pekerjaannya sampai akhirnya didakwa dan tertangkap pernah melakukan korupsi sehingga dapat sebutan koruptor itu pun pembenarannya adalah karena insentif atau gaji yang diterima dari pemerintah sebagai pemberi kerja sangatlah kecil dibanding kebutuhannya.

Ada juga para legiun pensiunan ini yang selama kerjanya menabung dan berasuransi sehingga di akhir masanya bisa menerima tabungan dan hasil asuransinya ini. Tetapi juga saat menjaga kesehatannya mereka yang dulunya mampu membayar asuransi kesehatan juga tersudutkan dengan kecilnya jaminan kesehatan dan jaminan hari tuanya yang semakin renta dan semakin rapuh dimakan usia. Semestinya semakin tua Beliau ini, maka tunjangan hari tuanya pun semakin penuh dan mereka dapat menikmati jerih payahnya tanpa harus bekerja keras lagi. Sama seperti pick up renta yang banyak berseliweran di mana-mana malah dipakai bekerja keras mengangkut berbagai bahan yang tonasenya berlebihan.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bukan hanya para pegawai yang belum menjalani legiun pensiunan ditunjang berbagai aneka penghasilan atau tamsil (tambahan penghasilan), para pensiunan ini hendaknya juga tetap dikaryakan untuk melaksanakan pekerjaan lain yang tidak memerlukan pemikiran bahkan tenaga keras untuk lembur dan mengerjakan tugas proyek. Membebastugaskan para pensiunan kebanyakan membuat mereka stress.

Saya kagum di akhir cerita Band of Brothers, yang mengambarkan pasukan lintas udara AS saat perang dunia ke-2 di kompi Charlie, sampai akhir hayat mereka di usia 80-90 an tahun mereka masih bugar dan bisa bertahan selama itu. Mungkin menurut saya, karena negara sangat memperhatikan mereka. Jarang ada legiun pensiunan di Indonesia ini sampai membuat paguyuban pensiun yang berusia 80-90 tahun seperti di kelompok Band of Brothers ini. Jarang.

Salut kepada para pensiunan yang sampai 60-65 tahun masih hidup, sehat, segar bugar dan alamiah. Kalian sebagai penjaga kami dan idola kami. Akankah kami bisa mencapai level yang telah anda gapai?

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.