KETEGASAN YANG PLIN PLAN

Pengambilan keputusan adalah hal mutlak dalam kepemimpinan. Kepemimpinan melihat berbagai aspek dan mempertimbangkan berbagai hal untuk mencapai tujuan yang baik, tujuan mulia, tujuan besar untuk mencapai cita-cita. Misal, cita-citanya membuat sekolah maju, guru-guru hebat dan sejahtera, semua siswa lulus terbaik, yang siswa kelas XII masuk perguruan tinggi negeri atau swasta jumlahnya meningkat atau jumlahnya banyak yang bisa melanjutkan pendidikan tinggi, banyak siswa yang lulus menjadi alumni dan bekerja atau diserap di lapangan pekerjaan. Banyak sekali misalnya, karena itu sekolah melalui Pemimpinnya sebagai pemimpin belajar memilih dan memilah, apakah tujuan besar dari cita-cita sekolah yang hebat ini?

Photo by Pixabay on Pexels.com

Sekolah Hebat akan terjadi karena dipimpin bersama orang-orang hebat, bukan pimpinan tunggal yang tidak mau berpikir dan hanya menyuruh wakil-wakilnya atau pembantu-pembantunya yang berpikir. Apakah mungkin asisten rumah tangga saya menyukseskan keluarga saya dengan menjalan visi dan misi saya? tidaklah demikian, Ferguso!

Sebagai pemimpin, visi (melihat jauh ke depan, sangat terbantu jika menggunakan teropong dengan resolusi terbaik. Apakah resolusi terbaik itu? Kemampuan alat optik untuk membentuk citra dari obyek yang dipandang dari jarak jauh).

Jadi Visi Pemimpin itu bagaimana? yah, melihat menggunakan teropong canggih yang resolusinya maksimal dan menerjemahkan pandangannya tadi ke dalam rencana kerja yang akan didiskusikan bersama bawahannya atau stafnya atau deputi-deputinya untuk diambil langkah-langkah strategis yang membawa operasi atau kegiatan kerja ini efektif efisien yang sejalan dengan target dan tujuan yang dipandang jauh tadi agar dicapai bukan tercapai.

Visi pimpinan itu sama seperti pisir atau pembidik yang tidak boleh meleset sasaran kerjanya karena itu harus selalu dipertimbangkan dan dinilai dalam mengambil keputusan yang tepat jangan lelet. Karena musuh di depan sana bisa saja suatu saat lebih dulu melepaskan tembakan dan kita yang hancur berantakan duluan.

Awalan kata ter dengan di, dalam sebuah kalimat Bahasa Indonesia itu berbeda maknanya. Jika tujuan tercapai, berarti tujuan itu tidak sengaja dicapai. Tapi jika tujuan itu dicapai, berarti maknanya adalah tujuan itu secara sungguh-sungguh dan aktif untuk digapai atau diraih.

Banyak saya mendengar, kata-kata terambil atau diambil. Sama dengan tercapai dan dicapai. Antara serius dengan main-main sangat jelas tampak pada permainan kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat, dapat dilihat pula kemampuan berkata-kata bisa saja berbanding terbalik dengan kerja yang dilakukan. Nah ini beratnya,

Keputusan yang diambil Pimpinan, menentukan pencapaian mutlak sebuah organisasi. JIka tujuan itu hanya segelintir orang saja yang mendukung pastilah tujuan itu tidak akan pernah sampai. Mau mencapai sebuah tujuan besar, tujuan mulia, tujuan utama berarti semua yang bekerja dalam organisasi melakukan servis maksimal kepada para pengikut. Servis yang mendahulukan kerja, kerja yang mendahulukan pelayanan, pelayanan kepada siswa, pelayanan kepada jemaat, pelayanan kepada rakyat. Didahulukan pelayanan bagi mereka sebagai klien atau pengguna jasa. Maka sebagai penyedia jasa, pihak sekolah, pihak rumah sakit atau layanan medis, pihak dokter, pihak pemerintah daerah, pihak penyedia jasa KTP dan identitas, pihak penyedia jasa surat-menyurat kendaraan bermotor, pihak penyedia jasa perpajakan, keuangan, perbankan, jasa-jasa yang bersentuhan dengan urusan masyarakat yah wajib melakukan pelayanan terbaik.

Pelayanan terbaik terjadi karena keputusan yang tepat dan hasil peneropongan pimpinan yang visi jelas dengan resolusi penampakan yang optimal maksimal. Jangan mengandalkan resolusi layar 4096 KB saja sekarang sudah bermilyar pixel untuk meresolusikan citra terbaik memperjelas gambar, memperjelas tujuan, memperjelas cita-cita.

Layar VGA sudah ketinggalan zaman, sudah digantikan AMOLED dan 4K. Jangan gunakan kacamata yang dulu karena sekarang sudah dengan teleskop canggih bahkan menggunakan teleskop radio.

Jadi pimpinan sudah berhenti mikir secara jadul, zaman dulu sudah lewat sekarang berganti dengan zaman bitcoin, digitalisasi, jarak jauh, kolaborasi lebih luas dan menyeluruh, webinar, tatap muka sudah terbatas karena kurang menjangkau sumber-sumber relevan yang tersebar merata di seluruh dunia. Pokoknya jangan jadi Katak dalam Tempurung, saya pun tidak menyetujui adanya cebong sebab cebong sama saja dengan pra fase dari kodok dan hobinya berenang ke sana ke mari tanpa tujuan. Sekalipun mereka bernafas dan hidup di dua alam.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.