KEHIDUPAN SUPER POWER

Rasanya nyaman menjadi orang yang berkuasa atau super power.
Bisa menyuruh orang lain ke sana ke mari atau ke situ ke sini tanpa mikir cape dan biayanya.
Super Power memerintah dan menugaskan atau menginstruksikan.
Super Power karena punya kekuasaan dan otoritas.
Apalagi super power ini melebihi dari kuasa atau otoritas orang lain, berkekuatan lebih hebat dari orang lain. Tapi ujung-ujung dari super power ini mati juga, karena bukan manusia immortal atau manusia kekal.

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Saya ingat film Immortals di Hotstar Disney, satu per satu dari mereka hilang kekuatan dan kekuasaannya dan juga kalah dengan Immortal lain yang lebih kuat atau powerfull dibandingkan dirinya. Kekuasaan angkara lainnya akhirnya hancur karena para immortals ini bersatu padu bekerja sama dengan kehebatan atau kelebihan masing-masing.

Karena itu ingatlah bahwa super power juga punya limit atau batasan, jika orang lain yang powernya kecil-kecil ini berkumpul menjadi ratusan hingga jutaan, barangkali yang merasa super power bahkan over power pun pasti akan ciut dan surut nyalinya.

Kekuasaan yang over power atau berlebihan akan meningkatkan keangkaraan, tidak ada hubungan dengan ibukota Turki yang di Ankara. Sekarang tulisannya pake ng .. Angkara. Kekuasaan absolut dan tidak terbantahkan karena pengikut-pengikutnya menjaga hegemoni kesetiaan dan seolah-olah tidak ingin membiarkan orang lain mengambil alih kekuasaan otoritas tersebut.

Sebagai rakyat biasa yang tidak memiliki kekuatan atau kuasa atau power, mungkin para rakyat jelata ini bisa menimbun dan menunggu runtuhnya kekuasaan tadi dengan belajar dan bersabar. Belajar menahan diri, mengumpulkan kekuatan dari sesama tertindas atau orang-orang lemah memupuk kekuatan karena bersama-sama. Ko-operatif alias Koperasi lah satu sama lain wahai sesama rakyat biasa. Kekuatan Rakyat terjadi melalui demokrasi atau pemilihan umum. Jika rakyat-rakyat biasa bersatu padu dan benar-benar merasakan kekuasaan yang ada telah dengan tulus membantu rakyat-rakyat bertahan hidup, hidup nyaman, berpenghasilan nyaman, hidup aman tentram dan damai, untuk apa mengikuti bubuhan netizen atau bubuhan penggembira petualang-petualang politik meriuhkan suasana negara dengan mengatakan tiga periode?

Sudahkah mereka, para netizen, penggembira, petualang-petualang ini mengenyangkan perut kita, para rakyat biasa rakyat jelata para hamba sahaya. Yang sering dikatakan bodoh, tolol, bungul, buntat, ameh, bureng, paleng? Apakah kita akan membela kaum-kaum borjouis yang seenaknya menyebutkan diri kita, kaum kita seenak perut dan pamer pusarnya saja?

Melalui baliho-baliho mereka menawarkan bahwa jika mereka dipilih oleh saudara-saudara mereka akan berkuasa. Saat mereka berkuasa, mereka lupa dengan kita yang telah memilihnya. Janganlah kita mudah jatuh hati, jatuh simpati, tapi tidak merasa sentimentil dengan keadaan yang kita rasakan sekarang ini. Sedikit-dikit teriak minyak goreng mahal, solar mahal, tempe tahu mahal, kacang kedelai mahal, minyak mahal, sekolah mahal, tapi kita lupa bahwa jari dan telunjuk kita saat mencoblos di bilik suara telah salah sasaran, memilih orang yang mewakili kita tapi tidak PEDULI dengan kita.

Masihkah kita jatuh dengan powerless dan akhirnya menyerah karena ketololan kita sendiri?

Photo by Polina Kovaleva on Pexels.com

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.