BLOG MENURUT SAYA

Kesempatan saya untuk bertutur kata menggunakan berbagai kalimat. Entah seperti apa rangkaiannya, apakah rangkaian terbuka atau rangkaian tertutup. Mode menulisnya pun suka-suka dan kebanyakan bergantung pada mood. Jikalau mood-nya bagus, kadang kala semua jari yang saya gunakan menekan tuts keyboard ini bekerjasama dengan riang gembira tanpa memberikan banyak kesalahan typografi yang berarti. Apabila mood-nya sedang jelek dan sangat absurd, jangankan mengetik di tuts keyboard. Mengalirkan pikiran yang fresh untuk melahirkan tulisan pun tidak terwujud. Makanya di inventori blog saya ini banyak sampah-sampah ide yang harus saya buang, kecuali ada 4 konsep di tahun 2021 yang belum sempat saya selesaikan saya biarkan saja teronggok di pojokan itu sampai merana.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Selain karena topiknya sudah kelewatan, momen untuk menerbitkannya pun sudah kadaluarsa. Expired masa ceritanya, itu saya katakan pada benak saya. Kalau pun cerita saya itu berkelanjutan dan berasa argumennya asyik, tentu saja semua bagian dari diri saya berpartisipasi untuk mewujudkannya dengan seunik mungkin. Kadang menurut saya tidak baik tetapi setelah dibaca di kemudian hari, eh ternyata aku pernah menulis sedemikian ringan ya? kadang juga tulisan itu jelek sekali sampai membaca paragraf pertama saja aku sudah muntah dan mengalami gangguan pencernaan.

Bisa juga cerita di blog ini muncul karena galau, gelisah merana yang terus membara. Jika membara terus-menerus mengapa tidak buat memanggang atau grill daging saja ya? ah lain lah, kalor yang dipergunakan dan kalor yang muncul bukan sesuai dengan azas Black tetapi lebih sebagai energi semi jurnalistik yang harus kunyatakan menjadi tulisan dan memenuhi blog.

Mumpung blog ini masih lama expired-nya sebagai domain berakhiran id karena saya langganan, tetapi juga sayang rasanya usia sudah hampir setengah abad tapi mengerjakan konten proyek sendiri ini juga malas. Malu dengan orang lain yang terus-menerus saya ganjar dengan tugas dan kuis, saya harus menantang diri sendiri untuk berkarya setiap hari selama 365 hari jika perlu seumur hidup. Apakah ini akan jadi buku? yah, saya masih melihat keadaan lain atau kemungkinan lain jika mau dijadikan pustaka seperti itu.

Benar, cara yang paling mudah untuk menghilangkan pikun dan memantik cara berpikir sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak John Calvin Maxwell dan Bapak Norman Vincent Peale, saudara saudara dapat membuka link cerita kedua bapak ini pada postingan saya sebelumnya. Manusia akan pikun dan berhenti berevolusi jika ia tidak memaksimalkan otaknya, otak bekerja dengan cara berpikir dan menuliskan ide hasil pemikiran tersebut.

Sekalipun otak saya masih berpikir, tetapi sepertinya jari jemari saya mulai kaku dan tidak bisa bersatupadu dengan pikiran saya. Masih banyak ide yang akan saya tulis, namun jemari saya sudah berdemonstrasi protes protes dengan salah-salah menekan tuts tombol karena lelah dan bosan.

Nanti lagi saya sambungkan tulisan ini, jika mereka sudah saya bayar kecapeannya dengan istirahat. Sebab sebelum judul ini ada 3 judul lain yang masing-masing saya ketik manual dan langsung dari oven otak sebanyak 2000 – 3000 karakter. Kira-kira, jika salah hitung kan dimaklumi saja karena malas.

Sudahlah….

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.