PEMBISIK

Tuan sudah tampak berjalan menuju podium dan sebentar lagi akan berbicara. Penasehat penasehatnya sambil tersenyum simpul tali temali dan merapikan kerah kemeja dalam jasnya memyunggingkan tarikan suka di sekitar raut bibir dan alisnya.

Gerakan ini tidak tampak oleh para pewarta cetak, elektronik, hingga online sebab perhatian mereka semua membidik sang Tuan yang sudah hadir di depan mimbar kehormatan.

Hanya sebagian kecil pengamat yang kebetulan berada di sisi lain dari pemberitaan dan mengawasi keadaan sana sini dengan curiga campur rasa penasaran. Memperhatikan dengan seksama dan dalam tempo secepat-cepatnya menangkap gerak gerik dan raut wajah para pengiring dan penggembira.

Di antara mereka bisa saja itu ada Kresna, Prabu Salya, mungkin Bisma, Dorna hingga Sengkuni Sengkuni. Semua memainkan peranannya sebagaimana yang diatur Maha Kuasa. Tuan tak ubahnya dipandang pemirsa dan netizen yang maha perkasa seperti boneka atau wayang dagelan. Beruntunglah Sang Tuan tidak mudah baperan apalagi murka tak beralasan, Tuan selalu cerdik cendekia dan sangat pandai menyimpan raut muka dan mimik wajah tenang tanpa ekspresi setiap kali berorasi. Gesture tubuhnya pun ringan dan efektif sekalipun kebanyakan mata pemerhati dan sok pintar mengatakannya lunglai tidak bertenaga apalagi berwibawa.

Wibawa Tuanku, terlihat dengan kesederhanaan dan kewajaran apa adanya, seperti yang dulu tidak berubah sedikit pun.. mungkin aku orang aku pun belagu, cari sekutu bahkan cari muka bahkan disebut buzzer rupiah. Bisa jadi demikian, bisa juga tidak sepenuhnya benar. Ada sebagian kecil yang harus aku bisikkan, bahwa aku sebagai rakyat jelata selalu memperhatikan tuan tuan dan puan puan yang terhormat dalam setiap kesempatan. Jika pun ini kritikan, anda sekalian sangat pandai untuk mengabaikan dan tidak perlu masuk dalam perasaan, hati apalagi pikiran.

Aku berharap, Akulah pembisik para Tuan Tuan dan Puan Puan sekalian. Matur Nuwun + Salam Takzim

Tulislah dari yang kamu pikirkan, dengarkan, dan rasakan. Lakukan setiap hari dan liat apa yang terjadi

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.