KELEMAHAN SISWA YANG SERING TIDAK HADIR MEETING

Siswa siswaku yang saya banggakan

Saya senang bisa mengajarkan kalian berbagai hal yang saya ketahui dan perlu kalian kuasai, saya selalu tak sabar dan berharap harap tanpa cemas untuk bisa memindahkan pengalaman, keterampilan bahkan pengetahuan dalam benak saya ke diri anda jiwa dan ragawi. Mengedukasi sebaik-baiknya dan selengkap-lengkapnya

Tapi sepertinya semenjak pandemi ini terjadi sampai sekarang, sebagian besar itu hanya impian, kenapa? Why? Ditanyain tuh sama Pak Guru ….

Karena kalian agak malas dan lemah, dikit dikit berasa pusing, dikit dikit berasa pening, dikit dikit puyeng, keliyengan, mau tujah, banyak sekali alasan yang saya terima, saya dengar dan saya baca. Sebagian kecil klise dan basi, tapi sebagian besar fantastis dan bombastis. Seperti kalian menjadi tulang punggung keluarga, ikut melakukan perjalanan dinas ke mana-mana, sementara saya perhatikan saat PTM yang lalu, baju seragam sampai kendaraan dan uang saku Anda tidak juga kurang karena selalu diberikan orang tua dan saat istirahat bisa juga membeli makanan barengan dengan ojek online. Lalu pekerjaan anda apa sebenarnya?

Padahal kalian ini calon generasi emas, warga Indonesia yang di tahun 2045 akan berusia 40-45 tahun yang berkiprah dan berkuasa di negeri ini

Kalian menjadi pemimpin dan tokoh masyarakat hingga menjadi tokoh adat, Kalian menjadi pusat perhatian dan pusat pandangan,

Kalian akan merasakan masa Life begin at 40, sedemikian hebatnya dan puasnya dirimu menjalaninya

Di 2045 kelak kalian merasa sudah mencapai puncak dunia, kalianlah penguasanya, orang lain terutama kami sudah renta dan hanya jadi penonton semata

Tapi hanya sebagian kecil saja yang kan mencapainya, 10% dari populasi pemuda dan pemudi saat ini. Why? Mengapa? Kenapa? Bukan Kareena Kapoor … Tetapi

Kalian banyak kali beri alasan, seringkali mengeluh seperti kena sakit Sampar dan ayan, maunya healing melulu ke jalanan dan piknik ke arah mata senang memandang

Kalian lupa bahwa masa muda adalah masa perjuangan, bekerja, bergelora, membara bukannya rebahan

Kalian enaknya bikin cerita dikit drama dikit story’ dikit maunya langsung viral, tidak merasakan nikmatnya dihina dan dihindari orang, mudah baperan apalagi rasa coklat tak bertuan

Pikirkan teman teman kalian yang sampai detik ini mendayung latihan, berprestasi sambil berjuang tak kenal lelah meraih juara setelah berbagai ikutan lomba lomba, tidak peduli cemooh dan hina tetap berusaha menjadi yang terbaik Menurutnya, yang penting kerja kerja kerja bukan bully bully bully

Anak panah akan mengenai sasaran kalo ditembakkan, jika usahamu saja kau malas menggerakkan bagaimana dengan sasaran yang kau bidik tidak akan pernah berhasil karena keengganan dan hanya janji palsu kepada guru BK di pojok konseling sekolah.

Percuma banyak beri alasan dan janji buta sekalipun tanda tanganmu di atas materai 10 ribu. Itu cuma bualan saja, sudah 2 purnama janji itu kau palsukan dan hanya manis di telunjuk semata sebab kita tidak pernah bertatap muka.

Rebahan lebih enak jika semua hasil kerja karsa karya berikut bunga bunganya membahana mempesona dan kita petik tiap hari selalu tumbuh bertambah-tambah sepanjang masa, hati senang pikiran riang dan tubuh sehat sejahtera panjang usia hidup damai sentosa.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.