MEMBASAHI BUMI

Pagi ini memulai pertemuan dengan kelas XI MIPA 3 dilanjutkan dengan kelas XI MIPA 2. Mudah mudahan siswa siswanya menjadi semakin pemurah dan tetap bersemangat sekolah, sekali pun yang dijanjikan untuk hadir kembali bertatap muka belum sepenuhnya bisa dilakukan karena belum ada surat persuratan yang mengizinkan pertemuan tatap muka ini untuk jenjang SMA SMK kecuali kelas XII yang memasuki masa masa ujian akhir sekolah melewati tahap pertama yakni ujian praktik di bulan Maret ini.

Siap siap party

Produktivitas kerja juga digenjot di bidang sosialita, antara lain setiap hari Rabu, saya diundang terus mengikuti rapat gugus tugas pelayanan gereja dan kadang kala berbagi dengan pengurus lain untuk bisa menghadirinya. Kendala berarti adalah lupa dan jadwal yang berbarengan dengan kelas daring, demikianlah kehidupan selama masih diizinkan untuk dijalani masing-masing individu yang bernafas oleh Tuhan.

Maret April Mei Juni Juli Agustus, seperti itulah urutan selanjutnya yang berarti masih satu semester lagi, hujan mengguyur dan menyirami sesuai masanya. Apakah tahun ini kekeringan dan angin Muson selatan dari benua Kangguru akan mampir atau sebaliknya angin Muson panas dari benua Asia di Barat Daya sekitar Utara akan bertiup membawa pasir pasir gurun Gobi menambah dampak kemarau yang biasanya akan berkuasa?

Seandainya sekarang kayanya kemarau, koq masih banjir ya di mana mana tempat. Hujan sedikit gerimis sedikit tanpa petir menyambar seperti di Mandalika, masih saja parit got meluap luap sebagai kebahagiaan anak kecil yang menerima kedatangan hujan.

Semoga kebasahan yang kita terima selain anugerah Yang Maha Kuasa, berarti juga kesempatan yang harus kita jaga dan nikmati dengan mempersiapkan deposit penyimpanan, embung-embung atau danau-danau atau sungai sungai dan juga hutan hutan lebat yang menampung air banyak agar bumi tetap hijau dan berseri, burung burung berkicau dengan riangnya, hewan hewan di darat dan udara laut semesta berbahagia, para manusia di dunia ini juga merasakan damai sejahtera. Ekonomi meningkat karena ekowisata, melihat pemandangan alam sebagai bagian healing kejiwaan umat manusia yang terbelenggu pandemi tidak dapat bertualang ke mana mana dan masa itu telah tiba,.kita bisa berkendara pesawat udara tanpa dicocol lagi hidung dan tenggorokan dengan swab antigen bahkan PCR.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.