Zoom Earth Kalimantan Tengah

Beberapa waktu lalu saat ramainya badai Seroja di Indonesia, tak sengaja lewat depan rumahmu kumelihat ada aplikasi yang bagus sekali namanya Zoom earth.

tampilan real time delay sekitar 35 menit

Di aplikasi web ini digambarkan dengan jelas potensi-potensi cuaca mulai dari hujan badai sampai taufan sama seperti pemberitaan di media media online dan media massa lainnya. Bedanya kita jadi tau dulu bisa antisipasi dan lain sebagainya jika sudah mengetahui kemungkinan dan potensi harian.

Misal untuk hari ini di Kalimantan Tengah, Badan Meteorologi , Klimatologi, dan Geofisika sudah menyebarkan notifikasi melalui aplikasi android dan berkali-kali hape saya memberitakan cuaca ekstrim di Kalimantan Tengah dan akhirnya juga terjadi beberapa jam kemudian atau beberapa menit kemudian. Jadi cepat atau lambatnya perubahan cuaca ini sangat tergantung dengan kecepatan angin.

Jika kita letakkan tetikus (mouse) pada Kota Palangka Raya tampak hujan sedang dengan kecepatan 5 km/jam. Artinya jika dari arah selatan sekitar 600 kilometer atau 700 kilometer dan membawa awan berisi hujan maka diperkirakan setelah 600/5 x 1 jam = 120 jam atau seminggu kemudian tentu akan ada perubahan. Dan prakiraan seperti ini cenderung prakiraan semingguan yang juga ditampilkan dengan akurasi 78 -82% oleh Google melalui informasi cuacanya.

5 kilometer per jam kecepatan angin sebenarnya adalah kecepatan angin sirkular yang masih dipengaruhi oleh perbedaan barometrik dan suhu-suhu daratan di bawahnya. Bisa saja setelah hujan ini, ada sebagian daratan di Kalimantan Tengah yang mendapatkan suhu terik dan lapangan cenderung terbuka selain dekat dengan daerah pesisir seperti Pangkalan Bun, Sukamara, Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisauh, dan Seruyan. Daerah yang berdekatan dengan daerah pesisir dan berkontur bukit-bukit tinggi seperti Lamandau di sebelah selatan.

Saya jarang menemukan potensi awan hujan dari arah Puruk Cahu atau Arah Muara Teweh yang paling sering justru dari Kabupaten Gunung Mas. Potensi penyebarannya dari arah Sukamara, kemudian Pangkalan Bun, Kumai dan sekitarnya kemudian bergeser ke Lamandau ke Katingan baru ke Gunung Mas. Jika pun angin dari arah tenggara cenderung dimulai dari Pulang Pisau kemudian menyebar ke Kabupaten Kapuas. Daerah Palangka Raya, Tangkiling atau Kasongan serta Kelampangan, Kereng Bengkirai justru mendapatkan curahan hujan sebaran dari daerah Selatan dan Tenggara yang kadang bertemuan bersilangan atau berinterferensi tergantung sumber amplitudo terkuat dan tekanan terkuat serta kecepatan angin sirkular terbesar.

sekarang baru update 24 menit lalu bahwa ada lapisan awan berwarna biru merah sedang menuju Ibukota Palangka Raya dengan kecepatan sedang, perkiraan jarak sekitar 200 kilometer dan kecepatan 5 km/jam berarti sekitar 2 harian bisa terjadi hujan lagi semenjak hari ini di ibukota Palangka Raya. Kecuali jika awan sedang ini sudah habis bergetar di daerah Sampit dan Kasongan.

Tanggal 14 Juli 2021 – tadi pagi sejak jam 7.00 Kota Palangka Raya sudah diguyur hujan sedang dan jam sekarang 9.16 WIB hujan sudah reda, matahari dengan malu malu menyembul dari balik awan dan jemuran jemuran sudah bisa dipaparkan ke sinar matahari yang cukup menguapkan walau tidak terlalu terik seperti kemarin.

https://zoom.earth/#view=-2.26649,113.13134,9z/date=2021-07-14,08:50,+7/layers=wind

Demikian laporan singkat hari ini sampai pukul 09.17 wib tentang potensi cuaca di Kota Palangka Raya dan memantau cuaca ekstrim di Kalimantan Tengah.

Potensi Badai ada di Samudera ini

garis lintang 8 derajat 31 menit 55 detik Selatan dan bujur 90 derajat 5 menit 55 detik selatan koordinat ini menunjukkan
Samudera Hindai jadi termasuk daerah tidak berpenghuni, entahlah jika ada kapal yang lewat daerah ini

Koordinat Pulau Christmas atau Pulau Natal di wilayah Australia -10.478843967706045, 105.64681701125336 sekitar 375,5 mil dari Kota Yogyakarta sebelah Barat Daya dari Pulau Jawa.