MERAIH KOMANDO

Dalam setiap manajemen, yang paling dicari adalah memegang perintah atau memegang kendali.
Kelihatannya enak dan gampang ya memerintah itu, menyuruh ke sana menyuruh ke mari, kerjakan dengan cepat, kamu kerjakan ini, kamu kerjakan itu. Hei jangan malas, hei jangan tidur, dan berbagai perintah atau instruksi yang diberikan pimpinan.

Photo by Lukas on Pexels.com

Tapi sudahkah kita sadar saat kita memberi aba-aba atau komando, bahwa pengikut kita yang menurut itu menunggu kesalahan dan kelalaian kita. apalagi jika pemimpin hanya bisa memerintah tetapi tidak bisa memberi contoh dan memberi cara mengerjakan suatu tindakan yang mengatasi masalah dengan cepat efisien bahkan efektif.

Ya, tidak semua pemimpin bisa melakukan itu – karena apa? Memimpin itu hanya pakai pikiran bukan dengan hati atau perasaan, terutama perasaan bagaimana Bawahan saya mau menuruti saya jika saya banyak tidak bisanya atau banyak tidak tahunya daripada tempenya.

Saya malah kabur saat pemeriksaan dari Inspektorat atau BPK atau BPKP, saya berlindung di belakang bawahan saya, saya melarikan diri dengan alasan mengerjakan pekerjaan lain. Padahal hari-hari sebelumnya, pekerjaan itu saya serahkan kepada orang lain. Saat pemeriksa-pemeriksa ini menilai hasil kepemimpinan dan pekerjaan saya, saya sendiri malah ciut nyali dan mencari pertolongan dengan bawahan yang biasa saya perintah dan suruh-suruh. Waduh, model manajemen macam apa seperti ini?

Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Apalagi jika kebanggaan saya sebagai pemimpin instansi hanya karena Rajin datang pagi dan rajin menyapu semata. Ups, apakah saya seorang pimpinan ataukah saya hanya seorang office boy atau cleaning service saja?

Pemimpin itu kerjanya Mikir Mikir Mikir dan mencari jalan keluar, mencari peluang kesempatan, mencari kerja sama, memikirkan pekerjaan bawahan bisa diselesaikan dengan cepat tanggap dan disiplin serta tidak banyak memakan biaya besar tetapi berhasil guna bahkan berdaya guna. Seperti itu manejer.

Jika suatu saat karena kegagalan saya memimpin, saya tidak bisa memberi contoh, saya malas untuk belajar memperbaiki kepemimpinan saya yah tak pelak saya pasti akan digantikan oleh orang lain yang lebih cakap memimpin dan mengerdilkan jasa-jasa yang pernah saya berikan kepada lembaga.

Maka dari itu, menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak gampang. Harus melihat dengan hati dan perasaan kepada setiap mitra kerja atau lebih gampang disebut bawahan. Bawahan tidak hanya disuruh-suruh atau bisa diperintah saja, yah Saya sebagai pemimpin harus berusaha dan berubah bisa melakukan hal itu tanpa minta bantuan atau memerintah orang lain sebagai pekerja dari perintah saya. Saya harus mandiri dan bisa mengerjakan sendiri, jika saya tidak bisa yah jangan sering-sering minta tolong kepada orang lain. Sebab pemimpin bukan pengemis yang rajin minta tolong dan minta bantuan, pemimpin itu panutan untuk mencari solusi dan penyelesaian bukan rajin menumpuk pekerjaan bahkan menambah pekerjaan dengan memberi banyak pekerjaan tambahan.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Itulah manajerial yang saya pelajari selama berkuliah di Pascasarjana Manajemen Pendidikan, makanya saya bekerja dan berusaha memimpin diri saya sendiri baru kemudian bisa memimpin orang lain. Minimal istri dan anak-anak saya, serta orang-orang yang mempercayakan dirinya untuk saya pengaruhi dan bersedia mendengarkan arahan dan contoh pekerjaan yang saya lakukan sehingga mereka menduplikasi dan menirunya dengan baik dan melakukan peningkatan mutu pekerjaan dari contoh-contoh yang saya berikan.

Selamat Memberi Komando.

Salam Komando

Photo by energepic.com on Pexels.com

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.