Pengalaman Sang Ustad mengendalikan Covid 19

*PENGALAMAN PERSAHABATAN DGN COVID 19 & CARA MENANGANINYA*
*Oleh : ustad Syaiful Karim*

Tgl 24 Juni 2021, Saya , Istri Saya, Dan Defa ( anak Saya yang kedua ) sama2 Satu mobil dengan Cucu Saya ( Ajian) pergi ke dokter sunat.

Rupanya Defa pada saat itu sudah terpapar virus, karena sudah ada gejalanya.

Tgl 25 Juni 2021, Kami sekeluarga melaksanakan test swab antigen.
Hasilnya : Defa positif, Saya dan Istri Saya negatif, juga Najma ( anak Saya yang ketiga ) dan Ceuceu ( yang kerja di rumah ) juga negatif.

Ketika satu mobil dengan Defa, sebenarnya Saya dan Istri sudah terpapar, namun karena pada saat itu kondisi imunitas tubuh Kami bagus, virusnya tidak mempengaruhi Kami.

Dari tgl 25 sampai 28 Juni, Kami tidak bisa tidur karena Cucu yang telah disunat itu rewel, dan setiap malam menangis.
Di siang hari, Kami pun tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk menggantinya, karena jadwal kegiatan yang sangat padat. Dengan demikian, otomatis kondisi fisik Kami menurun daya imunitasnya.

Tgl 29 Juni 2021 Kami mengalami demam tinggi, hidung tiba-tiba tersumbat, tenggorokan seperti tercekik, seluruh badan dan persendian terasa ngilu, tubuh lemas. Kondisi ini terus berlangsung sampai tgl 1 Juli 2021.

Tgl 1 Juli 2021 Kami melakukan test Swab antigen yang kedua, hasilnya Saya dan Istri dinyatakan Positif.

Kami pun memutuskan untuk ISOMAN di Rumah. Kami melengkapi diri dengan Oxymeter untuk mengukur presentasi SpO2 dan obat-obatan lengkap.

Pengalaman Saya, virus ini bisa menghasilkan lendir yang sangat pekat, sehingga bisa membuat hidung tersumbat.

Setiap kali hidung tersumbat, saya coba terus menanganinya dengan membaca ALLAH – HU Secara terus menerus .

Pada saat menarik nafas dari luar, saya membaca ALLAH dan pada saat saya mengeluarkan nafas, Saya membaca HU, sampai badan terasa panas dan berkeringat.

Dengan metode itu Saya bisa meningkatkan %SpO2 dari 94 sampai ke 97. Saya membuktikan hal ini dengan melakukan pengukuran langsung %SpO2 sebelum dan sesudah mengolah nafas dengan lafadz ALLAH – HU.

Saat membaca lafaz ALLAH, Saya menarik Energi Illahi tanpa batas untuk membersihkan semua virus di tubuh saya yang sudah selesai menunaikan tugasNya.

Saya yakin virus ini dikirim sebagai makhluk utusanNya untuk meningkatkan KUALITAS TUBUH Saya agar lebih siap menjadi KENDARAAN bagi JIWA Saya untuk menjadi kepanjangan TanganNya menyampaikan Cinta KasihNya kepada Hamba-HambaNya yang memerlukan PertolonganNya.

Dan sambil membaca HU…. Saya kembalikan Virus itu ke tempat Asalnya.

Sebelum melalukan hal di atas, yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

*1. Membaca Basmallah* :
Atas Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

*2. Saya menerima kehadiran Virus* Corona yang hadir di tubuh Saya seutuhnya sebagai UtusanNya dengan SENYUMAN dan KEIKHLASHAN untuk meningkatkan Kualitas Kinerja Tubuh Saya.

*3. Saya percaya sepenuhnya kepada Allah Sang Pencipta*, tidak mungkin menciptakan Virus Corona dan Virus-Virus lainnya dengan sia-sia. Semua CiptaanNya dihadirkan di Bumi ini sebagai Wujud Cinta KasihNya.

*4. Saya percaya bahwa semua yang Nyata adalah DIA*, semua yang Tidak Nyata adalah DIA…. bahkan Virus Corona pun hakikatnya adalah DIA juga…

Makanya Saya menerima seutuhNya….
Yang mana di semesta ini yang bukan DIA ❓
LAA ILAAHA ILLALLAH…..

*5. Saya membaca kalimah Thoyyibah :”ALLAH – HU”*
Karena semuanya adalah DIA-DIA juga….

Kalau hidung sudah terasa lega Sekali, dilanjutkan dengan membaca berbagai doa sambil tahan nafas, usahakan lakukan terus-menerus sampai badan berkeringat dan terasa panas….

Setelah itu tubuh akan terasa ringan kembali, dan ngilu-ngilu di sekujur tubuhpun terasa berkurang.

Disamping itu, tentu saja secara jasmaniah mengikuti semua petunjuk dokter.

1. Membersihkan Hidung bagian dalam dengan Cairan infus ( Sodium Chlorida )

2. meminum obat-obatan secukupnya (sesuai dosis )

3. Makan makanan yang sehat dan baik,

4. Cukupi kebutuhan vitamin

5. Lakukan terapi-terapi untuk meningkatkan hormon ENDORFIN, SEROTININ, OKSITOSIN, dan DOFAMIN

6. Perbanyak minum Oxygen Water (OW).

Dan saat Saya menuliskan pengalaman ini, tanggal 3 Juli 2021 Pukul 07.37 WIB

Badan Saya sudah terasa SANGAT RINGAN, dan sudah dihadiahi kembali TIDUR NYENYAK di gelombang otak DELTA.

Dan fase kritisnya sudah terlampaui, menuju pemulihan kembali.

Penciuman dan Rasa yang hilang sudah hadir lagi…

Alhamdulillah… Terima Kasih Yaa Allah Yang Maha Kasih….

Pembelajaran dariMu sungguh selalu sangat HEBAT.

Virus ini dihadirkan semesta untuk meningkatkan daya imunitas tubuh manusia agar daya tahan tubuh meningkat.

Virus ini adalah sparing partner tubuh kita untuk menguatkannya.

Virus ini bukanlah musuh, melainkan MITRA Kita.

Virus ini sudah mampu mengubah peradaban, mengubah cara hidup manusia, mengajarkan untuk hidup sehat, mengajarkan kebersamaan, dan banyak hikmah lain yang dibawanya.

Oleh karena itu, bersahabatlah dengan virus ini. Tidak ada yang harus ditakuti.

Virus ini hanyalah mengajarkan KEWASPADAAN kepada Kita. Jika Kita memikirkan dan membicarakannya secara positif, maka ia akan hadir memberikan karunia positif.

Jika Kita memikirkan dan membicarakannya secara negatif,
maka ia akan hadir memberikan dampak negatif. Itulah HUKUM TARIK-MENARIK, LIKE ATTRACTS LIKE…

Semua makhluk hidup, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, di setiap ruang dan waktu, di semua tingkatan senantiasa berbahagia….

Salam Rindu 🙏🙏🙏

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.