3 Juli 2021

Saat ini di kampung Om Biden masih tanggal 2 Juli dan 2 hari kemudian teman teman di Amerika Serikat akan merayakan Hari Kemerdekaannya yang lebih dari ratusan tahun lamanya.

17 Agustus 2021 kelak, Indonesia baru memasuki masa kemerdekaan yang ke 76 dan memang dibanding dengan negara adidaya tadi perkembangan di negara kita masih sangat jauh tapi lumayan ada dan dikerjakan.

Bandingan lagi pada masa masa kini, pandemi yang tidak berakhir di negeri kita memerlukan kerja sama dan perhatian semua pihak bukan hanya pemerintah. Jika kita berhenti menyalahkan pemerintah dan 220 kita jiwa ini mau bersatupadu menghentikan perbedaan yang beragam dalam setiap opini.

Dalam hal apa bekerja samanya, di parlemen semua bersatu menyelesaikan rancangan rancangan peraturan dan perundang-undangan yang mendukung langkah konkrit pemerintah meningkatkan harkat dan martabat masyarakat. Dari hampir 600 an anggota legislatif yang menyetujui kebijakan di tingkat pusat dan turun berjenjang hingga tingkat Provinsi dan Kabupaten kota, pasti akan menghasilkan perubahan yang signifikan terhadap pergerakan pembangunan merata di seluruh Indonesia.

Para bupati dan walikota tidak lagi menyalahkan pemerintah pusat dan apa apa salahkan ke yang atas, mungkin yang harus dibenahi adalah jaring-jaring perangkat organisasi daerah dan perencanaan daerah yang belum menyentuh keinginan masyarakat. Sebab pada umumnya perencanaan ini selalu terlambat dibanding aksi atau kegiatan realisasinya.

Setiap hari merencanakan dan meninjau aksi yang sudah dikerjakan, jika ada yang tidak tepat secepatnya dibenahi dengan perubahan-perubahan dan tidak menyusut waktu lama dengan alasan berbagai acara dan kesibukan, jika benar benar bekerja untuk rakyat sesuai jargon selama pemilihan umum kan?

Lihatlah perubahan mendasar yang dilakukan berbagai organisasi besar, TNI Polri lebih membuka diri dan lembaga pendidikan perwira Bintara tamtama hingga SPN pun berubah total lebih manusiawi, lebih bermakna. Darimana kita tahu, ikutilah YouTube TNI AD dan YouTube kepolisian RI.

BUMN menggeliat demi negeri, memang tugas berat Pa Erick Thohir menata dan merumuskannya dengan berbagai taktik dan strategi bisnis. Perkembangannya mesti segera untuk mewujudkan visi dan misi presiden.

Pendidikan Menengah dan Tinggi serta semangat riset pun menjadi tugas berat Pa Nadiem Makarim, menyiapkan SDM yang mumpuni dan bertahan di masa depan di tengah pusaran pandemi yang keliatannya tidak kunjung henti. Dosen, guru, mahasiswa dan pelajar terus berada dalam lingkup jarak jauh agar tetap selamat dan bisa mempersiapkan dirinya di masa depan dengan masih belajar daring, jika pun ada tatap muka hanya terbatas pada daerah zona kuning dan zona hijau saja. Saya rasa dua zona sedang dan aman ini juga sedang bertransisi pada fase zona merah merona, yang berarti penduduknya lebih dari 10% sudah mengisi bed bed di RS karantina dan faislitas perawatan kesehatan lainnya.

Kita sedang berpacu dengan waktu dan juga sedang menunggu undian akan harapan kehidupan, apakah dan siapakah yang berikutnya mengakhiri pertandingannya di muka bumi ini?

Jadi, selama nafas masih dikandung badan, hikmat dan akal Budi masih tidak terbentur dan berubah menjadi depresi dan stress, mari kita bersabar menjalani hidup ini dengan mengikuti anjuran pemerintah.

Ikuti vaksinasi bagi penduduk yang usianya 18 tahun ke atas, memastikan orang orang yang tidak bisa divaksin dengan memerikaakan kesehatannya dan bersabar dalam selamat dengan kondisi kekinian yang menguatirkan. Biar bagaimanapun kita harus tetap mencari makan dan penghidupan yang layak, di sinilah BLT itu bermanfaat.

Serahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, percayakan kepada NYA maka Ia akan bertindak (Mazmur 37:5)

Kiranya Tuhan memberkati dan melindungi saudara dan saya. Amin