AGETA DENAYA VENOVA

Pak Ruddy
Pada saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menegah Atas (SMA) saya mengenal seorang guru bernama Pak Ruddy Arifin Wicaksono, yang sering kami panggil dengan nama singkat sebagai panggilan akrapnya “Pak Wicak”. Pak Ruddy Arifin Wicaksono telah lahir 45 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 4 Juni 1976, di sebuah desa kecil bernama Desa “Putut Kawuluh”, Tamiang Layang Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Sekarang Pak Ruddy dan keluarga tinggal di Jalan Tingang, nomor 21 B, Palangka Raya.
Menurut biografi beliau, dan tetangga-tetangganyanya yang dekat dengan beliau, diceritakan bahwa Pak Ruddy Arifin Wcaksono sudah sejak kecil suka bermain dengan huruf-huruf dan angjka-angka, sehingga sejak kecil masih di TK dan beranjak dewasa Pak Ruddy Arifin Wicaksono sudah sangat pandai membaca dan berhitung. Pak Ruddy Arifin Wicaksono memiliki bentuk fisik yang sangat ideal, dengan tinggi badan yang sedang yaitu sekitar 170 m, tidak terlau kurus, dan tidak terlalu gemuk, bahkan dapat dikatakan Pak Ruddy Arifin Wicaksono memiliki bentuk fisik yang atletis. Pak Ruddy Arifin Wicaksono memiliki kulit yang bersih dan berwarna sawomatang sedikit hitam, sehingga memberi kesan bahwa Pak Wicak nampak hitam manis dan sangat tampan. Satu hal lagi yang menjadi ciri khas Pak Wicak adalah rambutnya yang hitam dan ikal yang selalu disisir rapih. Ciri khas yang lain adalah Pak Wiacak memiliki hidung yang mancung dan berkumis hitam dan tebal. Disamping itu Pak Wicak memiliki bola mata yang besar, sehingga pada saat ada ujian atau test, para muridnya tidak berani berbuat curang, seperti melihat kesana kemnari untuk mencotek pekerjaan orang lain, karena dengan mata yang seperti itu nampaknya Pak Wicak mampu memantau secara jelas setiap gerak gerik siswanya dari jarak yang cukup jauh sekalipun. Ini adalah salah satu kelebihan dari Pak Wicak sebagai guru Fisika.
Walaupun dengan ciri fisik yang demikian itu, Pak Ruddy Arifin Wicaksono adalah sosok seorang guru yang sangat bersahaja, sangat arif dan bijaksana dan sangat sesuai dengan nama yang diberikan orang tuanya kepadanya. Misalnya pada saat memberikan pelajaran Pak Wicak sangat memahami situasi dan kondisi para siswanya, Beliau tidak langsung masuk pada masalah pokok mata pelajaran yang akan diajarkanya, akan tetapi beliau berusaha menarik perhatian para siswanya dengancara bercerita yang ringan dan yang lucu pada awal jam pelajaranya, sehingga para siswanya, saya sediri merasa sangat senang dengan teknik dan metode mengajarnya Pak Wicak. Misalnya dengan bercerita tentang seorang kakek tua yang membawa barang dagangannya yang banyak dengan sepeda ontel yang sudah tua pula yang kemudian terjatuh masuk keselokan, yang secara kebetulan beliau bantu mengangkatnya. Diujung cerita ini beliau bertanya: Mengapa sang kakek tua ini terjatuh? Memang ada berbagai jawaban dari kami sebagai siswanya, namun beliau nampaknya langsung mengarahkan jawabanya ke mata pelajaran fisika yang sedang diajarkanya, yaitu masalah keseimbangan dan fokus beban sebuah benda.
Demikianlah sebuah gambaran/deskripsi tentang seorang guru saya Pak Ruddy Arifin Wicaksono, yang sangat arif dan bijaksana sesuai dengan Namanya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata yang menyinggung Pak Ruddy atau Pak Wicak.

Yang ditulis memang berbelot dibanding yang diharapkan tapi saya harap anda mengerti cara menuliskannya