Adekusuma Anugrah

Pada tahun ajaran 2020/2021, pelajaran fisika kelas XI Mipa 2 diajarkan oleh Pak Rudy Hilkya S.pd M.Pd. Saya pertama kali mengenal Pak Rudy saat masa pengenalan lingkungan sekolah tahun 2019, kesan pertama saya pada saat itu beliau adalah orang yang tegas, ditambah beberapa teman saya menceritakan beberapa hal tentang beliau. Beberapa bulan saya sekolah di SMA Negeri 2 Palangkaraya saya melihat ada kakak kelas yang mengirimkan tugas mereka di akun Instagram nya, seingat saya tugas tersebut tentang praktek membuat rangkaian listrik. Menurut saya, dalam pembelajaran di SMA ini, sesekali diperlukan juga untuk melakukan praktek dari materi yang sudah dipelajari. Hal tersebut penting untuk menambah kreativitas kami para siswa, pembelajaran saya saat SMP di Katingan kurang berkesan dan monoton. Untuk pelajaran IPA, di SMP kami sangat jarang melakukan praktek, kemungkinan salah satu penyebabnya adalah kurangnya alat. Sehingga, saat saya melihat ada Kaka kelas yang memposting tugas tentang praktek, saya pun tertarik. Namun hal yang disayangkan, dikarenakan pandemi global yang disebabkan oleh COVID-19 ini, banyak pembelajaran yang terhambat.
Saat saya beranjak ke kelas XI, kami kelas XI Mipa 2 untuk pelajaran fisika diajarkan oleh Pak Rudy. Dalam pandemi global ini banyak hal yang harus kita pelajari termasuk dalam bidang ilmu dan teknologi. Salah satu hal yang saya kagum, dengan Pak Rudy adalah dalam penguasaan IT. Hal tersebut dikarenakan kami pernah menggunakan absen yang diperlukan GPS (sehingga diketahui lokasi pengirim), terlebih saat beliau mengajarkan kami menggunakan excel untuk memudahkan pembelajaran fisika. Hal yang bisa dipelajari adalah kita harus terus berkembang dan menyesuaikan lingkungan.
Pada awal pembelajaran di semester 2, hasil nilai ulangan dan absen kami di umumkan lewat chanel youtubenya. Hal tersebut membuat saya lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran fisika. Hal lain yang bisa diambil untuk menggambarkan Pak Rudy Hilkya adalah pada saat kami menggunakan Google Meet sebagai sarana pembelajaran, pada saat itu ada salah satu guru SMA negeri 2 Palangka Raya yang meninggal dunia. Sebelum memulai pembelajaran kami berdoa, setelah berdoa saya melihat Pak Rudy menangis beberapa saat. Dibalik seseorang yang terkenal dengan ketegasannya, ternyata beliau adalah orang yang empati dan peduli.
Saat pembelajaran tersebut juga, kami melakukan kesalahan. Pada saat pembelajaran kami tidak aktif dan beberapa kali tidak menjawab pertanyaan yang Pak Rudy tanyakan, seakan-akan kami tidak menghormati beliau sebagai guru. Setelah pembelajaran selesai, saya menghubungi beliau di WhatsApp untuk meminta maaf. Beberapa saat kemudian pesan tersebut bertanda centang biru, namun tidak ada jawaban. Jujur, hal tersebut membuat saya gugup. Namun saat malam hari, beliau mengumumkan suatu hal di Blog nya. Ternyata blog nya berisi tentang daftar nama yang ia ijinkan untuk mengikuti pembelajaran di Jum’at mendatang, karena sudah menanggapi (meminta maaf dan menghubungi Pak Rudy) kesalahan yang sudah dilakukan dengan serius. Malam itu saya bersyukur, saya sudah menghubungi beliau karena saya merasa bersalah. Dari hal tersebut, bisa dibilang beliau juga akan memaafkan kesalahan yang sudah dilakukan peserta didik.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.