YUSTINA PRITA PRASETIYANTI

Sejak menduduki bangku kelas X saya sudah sering mendengar tentang guru fisika SMA Negeri 2 yang bernama Pak Rudy Hilkya Hans Enggu Undjung S.Pd, M.Pd atau yang kerap dipanggil Pak Rudy. Beliau lahir di Madiun, pada tanggal 28 Mei 1973. Namun pada saat kelas X, kelas kami belum diajar oleh Pak Rudy karena Pak Rudy mengajar di kelas XI. Banyak yang bilang Pak Rudy adalah guru yang killer, namun pada saat saya mengenal beliau 11 bulan yang lalu (awal tahun ajaran baru) beliau merupakan pribadi yang berkarakter, tegas, disiplin, konsisten, ramah, melek teknologi (ITE) contoh konkretnya adalah beliau mengikuti teknologi informasi dengan mengajar tidak hanya menggunakan satu aplikasi saja, tetapi menggunakan berbagai aplikasi seperti blog buatannya sendiri, WordPress, Google Classroom, Google Meet, Zoom, dan WhatsApp. Pak Rudy juga sangat memotivasi belajar siswa. Kami menjadi termotivasi untuk lebih disiplin, tepat waktu, tidak mudah menyerah, dan giat berusaha.
Pengalaman saya belajar fisika dengan Pak Rudy adalah rasanya campur aduk. Terkadang saya merasa deg-degan karena mendengar cerita dari kakak kelas ditambah lagi saya kurang memahami pelajaran fisika dan itu menjadi “momok” bagi saya.
Pada saat kelas X, saya mulai belajar fisika lebih mendalam, namun saya kurang mendalami. Saya berusaha untuk memahami pelajaran fisika mulai dari dasar. Usaha yang saya lakukan seperti mengerjakan soal latihan fisika baik yang diberikan untuk Pekerjaan Rumah atau saya mencoba mengerjakan sendiri.
Pada saat belajar offline (tatap muka di sekolah) kelas X semester I, saya dapat memahami pelajaran fisika dengan baik walaupun masih dalam tahap penyesuaian. Karena terjadi pandemi COVID-19 sekolah terpaksa dilakukan secara online pada saat saya kelas X semester II. Pada waktu itu, pelajaran fisika secara online membuat saya terkendala dalam memahami pelajaran fisika. Saya tetap berusaha untuk mengerjakan soal-soal fisika baik yang diberikan oleh guru atau yang saya dapatkan sendiri. Saya bersyukur dapat nilai pelajaran fisika yang bagus sehingga dapat naik ke kelas XI.
Pada saat kelas XI, pelajaran masih dilakukan secara online. Saya pun mengira pelajaran fisika yang dilakukan secara online rumit untuk dipahami. Pelajaran fisika pada kelas saya diampu oleh Pak Rudy. Beliau memiliki cara mengajar yang kekinian sehingga memiliki ciri khas tersendiri dengan menggunakan berbagai macam aplikasi pembelajaran secara online sehingga pelajaran fisika terasa tidak membosankan. Beliau juga dapat menjelaskan pelajaran fisika dengan sangat baik karena diselingi humor sehingga pelajaran fisika tidak lagi menjadi “momok” bagi saya. Ternyata rumor dari kakak kelas tentang pribadi Pak Rudy tidak sepenuhnya benar. Terima kasih Pak Rudy.