Soraya Najwa Saphira

Rudy Hilkya. Kesan pertama saat mendengar dan mengetahui bahwa beliau adalah pengampu mata pelajaran Fisika kami di tahun kedua ini, kayaknya beliau orang yang tegas, pemarah, alias kalau dalam istilah siswa, Guru Killer.

Pertama tatap muka dengan beliau lewat pembelajaran daring tentunya, kesan Killer itu tak tampak dalam pandangan saya, entah dengan siswa yang lain, tapi sosok disiplin dan tegas sangat saya rasakan terhadap beliau.

Pada saat Penilain Akhir Semester I, di jadwal ulangan Fisika, saya merasa sangat khawatir karena saat itu saya terlambat mengumpulkan sehingga jawaban saya tidak terekam dalam sistem. Mungkin kalau boleh dibilang saat itu ‘galau tingkat dewa’… dan kami disuruh untuk menghubungi bapak melalui via chat secara pribadi. Disitulah kesalahan saya waktu itu, karena saya tidak menghubungi bapak, jujur kalau mengingat masalah itu lagi saya kesal dan marah dengan diri sendiri.

Sampai sekarang saya masih ingat perasaan gugup yang luar biasa itu ketika berteleponan dengan bapak. Awalnya memang bapak marah, saya pun kalau misalnya menjadi bapak pasti marah juga, tapi lama-kelamaan saya malah curhat dengan bapak dan bapak dengan sabar mendengarkan masalah saya. Sehingga yang tadinya gugup menjadi rileks. Dan yang saya sangat terkejut adalah ketika bapak memberikan kesempatan kedua, untuk mengulang di sesi kedua yang bapak jadwalkan dan tanpa batas waktu. Wow… saya sangat tidak menyangka, beliau ternyata sosok yang sangat baik hati. Dan sejak saat itu, pandangan saya terhadap beliau 180° berbalik.

Selain itu juga, kadang-kadang dalam sesi pembelajaran daring, beliau juga suka bersenda gurau dengan kami, para siswa beliau di kelas. Bisa dibilang, beliau juga sosok yang humoris.

Dalam penyampain materi, beliau tidak hanya menyampaikan materi pada sesi kelas daring, namun beliau juga membagikan video pembelajaran tadi sehingga kami masih bisa mengulang-ngulang apa yang tadi beliau sampaikan di kelas sampai kami betul-betul paham. Pa rudy adalah seorang guru yang tegas, tapi dibalik ketegasan itu ada sosok guru yang pengertian. Misalnya jika melakukan pembelajaran melalui g meet, bapak selalu bertanya hal apa saja yang kami lakukan, menyemangati kami jika kami memiliki banyak tugas, dan selalu memberikan motivasi kepada kami. Ini saya sebut sebagai bagian kecil dari kebaikan beliau, dan masih banyak lagi kebaikan beliau yang kami rasakan sebagai siswa beliau.

Selain sebagai pendidik, beliau juga seorang blogger.

Akhirnya, inilah kesan yang saya dapatkan selama menjadi siswa beliau. Pada setiap akhir sesi pembelajaran daring, beliau selalu menutup pembelajaran kami dengan sapaan yang hangat. Itulah Rudy Hilkya yang saya kenal. Salam sehat

kami lakukan, menyemangati kami jika kami memiliki banyak tugas, dan selalu memberikan motivasi kepada kami. Ini saya sebut sebagai bagian kecil dari kebaikan beliau, dan masih banyak lagi kebaikan beliau yang kami rasakan sebagai siswa beliau. Selain sebagai pendidik, beliau juga seorang blogger. Akhirnya, inilah kesan yang saya dapatkan selama menjadi siswa beliau. Pada setiap akhir sesi pembelajaran daring, beliau selalu menutup pembelajaran kami dengan sapaan yang hangat. Itulah Rudy Hilkya yang saya kenal. Salam sehat

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.