Annisa Salsabila

Pertama kali saya tahu pak rudy itu dari kakak kelas. Katanya bapak itu galak, killer, atau apa lah itu. Jadi, awalnya saya takut ketemu bapak di kelas 11. Tapi setelah naik kelas dan diajar bapak, ternyata bapak tidak seperti yang mereka katakan. Pak Rudy itu orangnya santai dan juga suka bercanda. Apalagi saat di media sosial seperti dari komentar yang bapak berikan. Tapi saat mengajar, bapak itu tegas dan disiplin. Hal-hal seperti itu membuat saya lebih teratur dan rajin. Terutama soal waktu. Waktu masuk zoom, mengisi absen, dan mengumpul tugas. Cara mengajar bapak juga mudah dan simple. Karena biasanya bapak memberikan penjelasan lewat youtube dan blog. Pelajaran lewat media seperti itu bisa diulang-ulang dimana saja dan kapan saja. Kalau mau mengerjakan tugas atau ulangan, murid-murid mudah mencari materinya. Kami tinggal mencari di youtube bapak. Cara pengumpulan tugas pun juga simple. Bapak tidak mengharuskan harus tulis tangan, pakai cara, dan lain-lain. Cukup dengan menulis jawaban langsung pada kolom yang tersedia. Cara seperti itu yang membuat kami bersyukur karena tidak membuang waktu dan tenaga kami.

Menurut saya bapak itu sangat baik dan bertanggung jawab sebagai orang tua di sekolah. Bapak sering menanyakan kabar dan mengingatkan hal-hal penting, seperti jaga kebersihan, jaga jarak, makan teratur, dan yang lainnya. Kalau memerhatikan murid juga tidak tanggung-tanggung. Bisa bapak tanya satu-satu, sampai semuanya kena bagian. Bapak juga peduli pada nilai-nilai kami. Saya senang bapak memberi kesempatan untuk menambah nilai dengan adanya remedi.

Sebelum dan sesudah pembelajaran, bapak selalu menyuruh kami untuk berdoa. Doa bisa memberi kemudahan dan kelancaran saat belajar. Tapi saya sendiri terkadang lupa berdoa, karena itu saya sangat respect dengan bapak yang selalu mengingatkan untuk berdoa.

Bapak itu unik dengan caranya sendiri. Salah satu dari banyak hal yang membedakan bapak dari yang lain adalah, kalau bapak marah, bapak pasti menyadarkan murid atas kesalahan mereka. Bapak tidak diam saja dan menyelesaikannya dengan cepat. Bahkan bapak rela meluangkan waktu untuk menunggu kata “maaf” dari kami yang kadang tidak tahu diri.

Tetap jadi diri bapak yang apa adanya ya pak. Terkadang murid memang membutuhkan seseorang seperti bapak untuk menuntun mereka. Sejujurnya saya pribadi masih kurang bisa public speaking. Tapi kalau dengan bapak, keadaannya seolah memaksa saya untuk berbicara. Dari situ saya sadar, kalau berbicara di depan banyak orang tidak sesulit yang saya kira. Sama hal nya dengan pelajaran fisika. Saya juga baru menyadari kalau fisika ternyata tidak sesulit itu.

Terima kasih banyak pak untuk semua nasehat dan ilmu yang sudah bapak berikan. Terima kasih juga karena sudah bersabar dengan kami selama ini. Saya minta maaf apabila ada kata/sikap yang kurang berkenang. Sekian, terima kasih.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.