Tak Terasa Sudah Jam 12

Masih malas membaca, sudah tentu – generasi milenial sekarang sukanya menonton dan minat membaca sangat kurang. Tapi cita-citanya langit pun bisa terlewati. Mungkin itu pendapat pribadi saya tidak mewakili pendapat institusi. Insting saya mengatakan bahwa anda yang masih nilainya belum tuntas karena Malas Menonton, ngga bisa dipungkiri itu apalagi soal-soalnya sudah saya update saya tidak akan menggunakan soal remidial yang diproduksi pertengahan januari 2021 saya sudah mengubahnya menjadi versi 2.0 dan 2.1 sehingga dijamin yang tidak menyimak dengan baik-baik akan tinggal kenangan, apalagi dua nama di kelas sana yang penuh drama, sudah 3 kali remidial ini tidak ikutan juga akan saya buat Good Bye sebagaimana jam 12.

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Kepentingan literasi adalah kelemahan paling besar di generasi Z saat ini, hobi instan dan instragram. Fesbukan mungkin sudah jadi kegemaran generasi pendatang digital seperti kami kelompok generasi X dan generasi Y termasuk generasi XY atau YXL. Sudah tentu kita berbeda jauh, kesenjangan teknologi sudah pasti ada. Kami tidak secanggih anda yang bisa berjoget mengikuti irama tanpa mendengarkan nada, kami adalah orang yang paling pasif konservatif kolot dan puritan, berbeda dua tingkat dibanding kalian yang generasi kekinian.

Photo by mentatdgt on Pexels.com

Namun, apakah dari generasi yang ketuaan dan ketingggalan zaman ini bisa mengajari anda bertahan hidup di masa-masa yang akan datang sebagaimana diprediksi Elon Musk atau Warren Buffet? Sudah sejak awal 1990 Alvin Tofler menggambarkan futurisme era 2000an yang ditulisnya dalam buku Megatrends 2000 dan itu sudah tidak konsisten signifikan dengan fakta yang dihadapi kini dan akan sepanjang masa depan. Era 2020 sudah bertambah advance dan kompleks dibanding era pra 2000 yaitu tahun 1990-1999 (yang pernah ditakutkan dengan virus Y2K. Kini kita diteror dengan virus Covid Sars, belum lagi virus Nipah dan berbagai virus yang juga semakin canggih dan rumit struktur proteinnya.

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Manusia jika tidak berevolusi lagi ke tahap yang lebih moderat dan divergen akan menjadi subjunctive dan ketinggalan zaman. Bayangkan kalo beli hape jangan lagi beli iPhone Pro berapa pun, siap siap kita menerima kecanggihan Pocophone dan Huawei P40 hingga P80. Jika sekedar ber-style ria demi cinta yang ber-flower so anda akan kehabisan amunisi finansial untuk mengenyangkan hasrat eksplorasi dan popularitas tersebut.

Photo by Gratisography on Pexels.com

Bapack Jadul

Photo by Rene Asmussen on Pexels.com

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.