RODA KEHIDUPAN ITU DIPUTAR

Kita pernah mendengar bahwa roda kehidupan itu berputar, sebagaimana filosofi orang Timur yang menyatakan bahwa keberuntungan, rejeki, jodoh, kekayaan, nasib, jabatan, atau apapun yang berbau hedon seperti itulah rotasinya.

Jika ditelisik betul-betul, entah pengalaman saya inikah yang terlalu absurd atau jika dilihat lihat dipandang pandang ditimbangin dengan parameter-parameter kesukaan yang ceria atau diperbandingkan ceh dikomparasi melalui filtrasi titrasi hidrokramput codot bacot – roda kehidupan itu yang faktanya berotasi seperti rotasi dan revolusi Bumi bukan berputar sendirinya atau automatis dalam kehidupan kita ini.

Melainkan dinamika rotasi kehidupan kita yang dijudulkan sebagaimana posting di ates, memang harus diputar sendiri oleh diri kita. Sesungguhnya saya tidak menafikkan kekuasaan Yang Tertinggi dari Sang Maha Pengatur segalanya, karena kepada Dia juga kita bertanggung jawab. Garis bawah diputar di sini, kita sebagaimana pengikut setia Tuhan yang kita Agung Muliakan juga harus jernih mendengar perkataanNYA melalui tanda-tanda yang diberitahukanNYA. Sepeka-peka mungkin menelisik bisikanNYA tersebut, karena kalo kita terlalu jauh maka kita pasti akan dipanggilNYA (tentu anda paham dengan saya maksud dipanggil ini)

Nah, selama yang katanya roda itu dibawah nanti akan di atas, terus akan di bawah lagi – bukankah itu sama seperti gerak periodik naik turun terus menerus sama seperti denyut pulsa kuota yang kadang kembang kempis dan hilang lenyap saat pelajaran daring yang memboringkan dan membetekan? Oh Tidak lah … Gerakan naik turun berputar secara berkala bukan begitu kehidupan kita yang harus kita atur atau kita kendalikan, juga tidak “hanya menyerahkan sepenuhnya” dalam kendali Tuhan Pencipta, namun kita pun ambil bagian memberikan porsi arah dan tenaga serta menyetir ke manakah arah putaran kehidupan kita ini, bukan cuma mutar-mutar doang lah.

Sejak tahun 1997 saat pertama kami berkeluarga, tanda-tanda bahwa hidup itu penuh perjuangan, lika liku bukan hanya laki-laki, tepian jurang kehidupan keluarga mencari penghasilan, eksistensi, dihormati, diperhatikan, diperdaya, diabaikan, ditelantarkan, dibully dirudung dan macam-macam yang tidak nyaman harus kita lewati bahkan sampai dengan hari ini. Untuk Apa? Agar kita peka dan sensitif dengan pendengaran dan mata hati mata batin kita untuk bisikan dan arahan dari Tuhan! Sebab Dialah yang mengarahkan, sutradaranya dan kita, anda dan saya sebagai pelaku aktor aktrisnya, yang membentuk kehidupan kita adegan demi adegan menjadi rangkaian cerita dan kisah nyata yang riil taim faktual orisinal dan kadang magis misterius. Ada bagian beyond that yang kita pun tidak pahami bahwa itu harus terjadi.

Awal berkeluarga dan mencari penghidupan, saya bersyukur telah dibenci dan dicaci serta dihinakan dengan keberadaan saya, kadang disentil terlalu sombong sesumbar dan banyak bacot macam-macamlah. Tetapi saya sangat thanksful banget dengan semua yang jelek dan tidak menyenangkan itu, telah membentuk saya dan akan terus membentuk kehidupan saya. Dikatakan sukses juga belum, dikatakan nyaman pun masih Who Knows? Bukan nyaman, sukses, kaya, but kehidupan yang penuh badai menerpa dengan berbagai terjangan silih berganti mendera kita siap kita hadapi dengan tabah dan digdaya, tidak diperdaya namun lebih semakin berdaya dan memberdaya. Bukan pula memperdaya tapi … (isi sendiri)

Jika dikomparasi dengan rekan-rekan, kolega dan anggota keluarga – apalagi dari sisi materialisme kebendaan – ya cukuplah ada dan memadai, tapi saat perbandingan kepada pihak lain yang dulunya mendapatkan kebendaan ini mudah dan gampang terbalik 180 derajat dengan sekarang terjatuh terjerembab sudah tertimpa tangga ketimpa pohon lagi, lah lah lah … itu yang tak boleh terjadi.

Kita harus melakukan ujicoba rangkaian pendekatan baru dalam kehidupan ini, bahwa suatu saat skill atau kemampuan kita yang kita banggakan tidak akan lagi bisa diandalkan sebab ada yang lebih hebat, lebih mumpuni, lebih cerdik apalagi lebih jenius menyelesaikan suatu pekerjaan, suatu proyek, walaupun juga ojo dumeh. Tapi Bejo menjadi hidup beruntung itu yah kita harus mendengar dengan sensitif setiap dengus nafas yang dihembuskan Tuhan setiap hari.

Jangan begadang nanti bisa …. sakit
Jangan lembur beri waktu untuk istirahat karena jika dilawan bisa …. sakit

Jangan suka berkerumun dan mengabaikan protokol kesehatan karena bisa … kena covit

Yah, begitu pun Roda kehidupan, jangan berharap hanya berputar doang yah … harus diputarin gitu, diarahken ke tujuan yang sesuai kemampuan kita. Apa misalnya? Mudah, ada pesan jangan berfoya-foya dengan kata yang tertulis dalam kitab suci demikian, Cukupkanlah dengan Apa yang Ada padamu atau Janganlah kamu berhutang dengan sesamamu. Dua perintah itu sangat jelas, supaya hamba-hamba ini yang belum dibebaskan dimerdekakan dari dunia fana sebab masih berpetualang mencari hedon mamon kenikmatan duniawi akan finish dalam dunia alam gaib – mengalami transformasi integrasi dari dunia fisik menjadi dunia kasat mata, dunia Roh.
Kita semua yang bernafas ini someday pasti died. Itu maksudnya, jangan mengejar hedon mamon harta dunia mati-matian toh akhirnya mati juga.

Roda diputar sekali lagi, hidup ini 80% adalah campur tangan diri kita sendiri dan pasangan kita yang beresonansi satu akidah satu pemahaman satu visi satu misi satu tujuan satu pendapat, bukan pasangan atau mitra usaha mitra bisnis yang bervariasi tujuan dan cita-citanya. Cukup satu saja, satu arah satu kehendak satu rencana satu produk – 80% kita mengatur kehidupan dengan Cukupkanlah dengan Apa yang Ada padamu atau Janganlah kamu berhutang dengan sesamamu. Cukupkan, jangan mipen kepunyaan orang lain, suaminya, istrinya, anaknya, pembantunya, anjingnya, kucingnya atau apapun yang dipunyai sesamamu, ela Mipen jite. Jangan bandingkan kenapa harus punya jituh jite terhadap orang lain, pikirkan kalo aku punya jituh atau jite gunanya bagi hidupku apa?

Punya kendaraan bermotor dengan kredit sih bisa, selama bisa bayar tanpa harus berhutang – punya kemampuan untuk melunasinya. Kute.

Punya sesuatu dari menabung, karena menabung untuk menahan diri dari riya riba dan rasa berfoya-foya.

Ganti gorden cukup yang sekali dan terbaik saja, jangan berkali-kali karena tetangga dan tamu tidak akan memuji memuja dan terkesan dengan gorden yang bergonta ganti bervariasi, biarkan saja itu itu saja yang penting rumahmu wangi dan bersih tidak ada bangkai tikusnya. Disapu setiap pagi agar badan bergerak dan tidak tambun seperti babon.

Ganti wallpaper, ganti mobil sampai ganti hati – sesuai fungsionalitas bukan formalitas atau hanya tampak terlihat untuk mengelabui secara optis namun sesungguhnya miris dan dilematis. Gonta ganti hape juga sikap hedon, jikalau cuma untuk update status tiktok insta facebook twitter dll – selama fungsionalitas tidak berkurang dari hape jaman dulu kala mengapa harus diganti dan dipamerkan – toh yang dilihat adalah status virtualnya bukan gadget dan perangkatnya.

Kecuali hal-hal khusus yang sangat menunjang pekerjaan masa kekinian di tengah kaum masyarakat milenial produktif dengan karya virtual – sebab inilah eranya digital proud. Tidak ada lagi proud, zaman bue saya dulu, zaman datu saya dulu, zaman bapa saya dulu – karena yang dulu tidak ada sisanya saat ini bahkan cuma kenangan nostalgia dan hampa terasa hidupku karena hanya mimpi

Hidup ini ngga hanya mimpi, karena mimpi baru ditemui saat tidur dan istirahat.
Hidup ini realita, kenyataan, fakta, data, aktual, viral, sensual, apalagi … nah itu ya

Jangan dikendalikan dengan nasib, KITA yang mengendalikan nasib itu – dengan Cukupkanlah dengan Apa yang Ada padamu atau Janganlah kamu berhutang dengan sesamamu. Ela lalau mipen ain oloh! itu kata Bue saya yang menurut saya KAYA. Anaknya banyak, cucunya banyak, kenangan kami dengannya banyak dan berkesan, kesan itu yang diturunkan kepada anak cucu buyut kami selanjutnya agar tidak susah tidak bodoh tidak miskin tidak melarat tidak pandai tidak cerdik tidak cerdas tidak sehat tidak semangat tidak hebat tidak pintar harati, Ela Mameh itu gosipnya.

Pihak lain anggap sebagai rival, kompetitor, haters, bullyers, komparator kompresor moderator terminator eksekutor karena jika kita lengah mereka akan melakukan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana istilah-istilah itu.

So, Jangan lengah dan jangan tidak waspada – ingatlah bahwa Roda Kehidupan itu harus diputar bukan auto berputar karena nasib dan orang lain bahkan pihak yang tidak anda ketahui menguasainya.

Selamat Menempuh Hari Rabu – No Such Suck Day