KERASNYA DUNIA MEN

Kita semua masih berpikir secara teoritis dan ideal, padahal belum tentu kenyataannya demikian.

Makanya kalo kita masih dalam kelas belajar, yang kita pahami itu yang manis manis yang asin asin manis tak pernah campur campur rasa apalagi campur sari.

Jika mulai saya kaitkan dengan Keduniawian, nyatakan saya sekuler seluler dan ponsel, padahal sejatinya dunia kita ini penuh gado gado rasa pecel ngga cuma asin manis asam tapi juga sepet pahit ngga berasa juga ada malahan. Kita sendiri yang kemudian menambahkan pelbagai rasa tadi sebagaimana bau bauan hingga rasa menjadi beresonansi dengan indera pengecapan yang dikaruniakan kepada kita.

Nah, posisi dunia itu di mana? Sebagaimana kerangka koordinat XYZ atau Aksis giroskopis menurut sumbu gerak, dunia itu relatif diam dan relatif bergerak terhadap berbagai pihak yang mendapatinya.

Jadi, menurut kerangka gerak saya dalam diam, ces, dunia itu keras Men, ngga ada dunia itu lembek dan dunia itu kenyel kenyel seperti Okky yang adiknya Nirmala ngga gel.

Buat diri anda sanggup menghadapi kekentalan kekenyalan kepadatan soliditas kompleksitas dan komplek perumahan yang rumit berliku seperti labirin, labirin kehidupan anda dan saya.

Wahai pemuda yang ditengah kegamangan masa, selain massa zat yang berputar memenuhi kewajiban sehari-hari sebagaimana mestinya, massa juga menjadi ukuran inersia yang berpengaruh pada kedudukan potensial dan kinetik anda dalam menghasilkan gaya memerlukan energi menimbulkan momentum impuls.

Denyut jantung dan dirasa melalui nadi membatin dalam tekad dan swara Andika, agar teladan dan spiritualitas membakar jiwa raga seperti spiritus membakar Bunsen pada percobaan kimia biologi di ruang isolasi laboratorium yang tidak pernah tersentuh karena pandemi, kekerasan mbatin kita bangunkan menjadi keutamaan dan dipedomani sungguh-sungguh sebagai salah satu model pertahanan resistansi dan kapasitansi neurologis di dalam sirkuit penghayatan terhadap peradaban manusia dan dunia.