DOKUMEN ELEKTRONIK

Zaman kekinian sangat milenial, cetakan dan fotokopi semakin jarang dipergunakan – apakah nantinya urusan administrasi kita akan digital elektronik semua? KTP elektronik, KTM Elektronik, ATM Elektronik, kendaraan elektrik, telepon elektronik, baju elektronik jangan-jangan sampai kehidupan kita pun elektronik.

Photo by Michaela on Pexels.com

Mau beli mobil elektrik dengan charger 12 volt dan tegangan rumah tangga harganya ratusan juta, kendaraan berbahan bakar bensin perlahan-lahan (katanya) akan sirna sebab minyak tidak dapat lagi ditambang dan diproduksi. Semuanya berganti dengan bateri Lithium Nikel yang lebih besar daya penyimpanannya bisa berhari-hari. Keperluan powerbank bukan lagi seperti alat charge hape tapi sudah siap menggantikan genset rumah tangga.

Elon Musk bersiap-siap tahun 2021 mengunjungi Indonesia setelah mendapat undangan dari Presiden RI buat perjanjian investasi baterai Nikel Timah di Indonesia demi keperluan Tesla dan pengembangan lainnya (kita tunggu tanggal main tersebut di tahun depan)

Kembali kepada Dokumen Elektronik, definisi menarik dari dokumen ini dipampang pada pasal 19 peraturan Mahkamah Konstitusi tentang Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yakni :

mantap …. termasuk simbol-simbol aksara atau karakter yang dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya … wes

Tanda tangan saja sudah berganti dengan code QR – sehingga dokumen tersebut menjadi resmi atau bisa jadi sulit dipalsukan dan dapat ditracing kebenaran keabsahan legalitasnya. Menikahkan dua orang bisa dilakukan pada jarak yang berjauhan tanpa harus berdekatan seperti hari ini ada beberapa yang saya kenal menikah termasuk Pa Karuhei dan alumni Smada 2010 Joseph Rama.

Kita suatu saat akan mengenal akad sambil interaktif yang sering orang bilang pakai zoom untuk menandatangani akad kredit akad perjanjian dan akad lainnya. Semuanya dinyatakan sah dan legal jika masuk lembaran negara dan bertanda tangan digital atau sertifikat elektronik.

Pelaporan pajak saja seperti pph 23 dan pph 26 dapat dilakukan secara online dengan menyertakan sertifikat elektronik kepada wajib pajak yang dikenai kewajiban melaporkan kegiatan jasa dan usahanya yang berkaitan dengan perpajakan khususnya mengenai jasa-jasa. Biaya materai sudah berubah menjadi 10 ribu untuk nilai transaksi di atas 5 juta.

Nantinya bisa jadi ada materai elektronik.