HITUNG CEPAT

Metode yang digunakan pada saat memperkirakan atau memprediksi kemenangan suatu kandidat yang terlibat pemilihan langsung. Ada dua cara pengambilan data yaitu exit poll atau menanyakan pilihan kepada responden pilihannya setelah menconteng atau mencoblos dan mengumpulkan data hitungan setiap tempat pemilihan suara yang sudah mulai menyelesaikan proses perhitungan suara. #Pilkada #PilkadaSerentak2020 #Pilkada2020

Photo by cottonbro on Pexels.com

Dugaan kemenangan dari exit poll sangat kecil karena bisa saja pilihan pemilih berbeda antara yang disebutkan dengan yang dikerjakan dalam bilik suara. Sementara dugaan kemenangan hitung cepat berdasarkan sampel TPS sekitar 70-80% mendekati hasil kebenaran. Bagaimana jika mendekati 90% ke atas ya harus menggunakan sampel total yakni semua TPS yang terlibat, misalnya satu kota yang semuanya dihitung dan diberi batas sampai melebihi 80-85% jumlah TPS. Begitu pula pada hari ini, di mana secara serentak dilakukan pemilihan langsung kepala daerah bisa diterapkan dengan pencatatan yang masif dan akurat.

Saya yakin beberapa hari sebelumnya tim pemenangan masing-masing calon telah menyiapkan petugas-petugas untuk menyaksikan hasil perhitungan suara tersebut dan mengawalnya sampai cocok dan teliti pada perhitungan paripurna di KPU tingkat Kabupaten Kota hingga tingkat provinsi dan akhirnya diperoleh siapa yang terpilih.

Misal ada 5000 TPS yang tersebar di seluruh wilayah provinsi ini, berarti ada 5000 saksi yang terlibat dan menunggu hasil tersebut secara total. Apabila ongkos seorang saksi dinilai Rp 500 ribu nah bisa dihitung bruto pengeluaran untuk tim pencatat mencapai Rp 2.500.000.000 (angka yang fantastis untuk menjaga keberlangsungan kehidupan demokrasi). Belum dihitung biaya menanti mulai dari tingkat PPS PPK sampai perhitungan tingkat Kabupaten/Kota lalu Provinsi. Ada 4 tahap itu, belum lagi jika ada upaya banding dan lain-lain. Di luar biaya alat peraga kampanye sudah pasti.

Makanya selalu ada yang mengatakan bahwa berdemokrasi itu biayanya mahal. Sehingga agar menjadi kandidat dalam model pemilu seperti ini harus diukur kemampuan dan keterkenalan lebih dahulu, tidak bisa just like test in the water – lempar batu ke air nanti tenggelam atau terapung. Kita pasti akan memilih kandidat yang benar-benar BEST EVER lah dibanding warga lainnya.

Memang tidak menutup kemungkinan, tapi BETTER stay away dan menjalankan pilihan sesuai kebenaran yang haqiqie.

JANGAN MENYIA-NYIAKAN HAK SUARA ANDA, GUNAKAN HAK PILIH ANDA – demikian Pesan Komisi Pemilihan Umum dan warga peduli demokrasi.

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.