AJI MUMPUNG

Photo by cottonbro on Pexels.com

Di hari minggu ini dalam masa dua pekan mendatang, kita akan mengalami kejadian fenomenal menurut perundang-undangan negara terutama bagi daerah kita Kalimantan Tengah yang akan kita lakukan pada tanggal 9 Desember 2020, di mana ada dua kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah yang mana keduanya ini sama kuat dan sama-sama memiliki kans dengan aji-aji yang mumpuni dan mumpung keduanya sama banyak makan asam garam dalam dunia perpolitikan.
Khususnya bagi hari minggu, di mana umat Kristen melakukan ibadah dan merupakan hari istirahat bagi sebagian besar umat lain. Ada saatnya berdoa sebagaimana asal kata minggu dari kata Dominggo atau dipanggil keluar dari kegelapan (pelajaran yang saya terima di kelas enam sekolah dasar sekolah katolik) yakni umat yang percaya akan keluar dari masa kegelapan kekelaman batinnya yang hampa dan senantiasa perlu kedamaian dan istirahat dari dunia persilatan dengan persoalan silat-menyilat mulai dari kata-kata, lidah-lidah hingga tata krama dan tata olahraga yang dinyatakan sebagai bakuhantam.
Hari Dominggo ini dalam bahasa Portugis, menyiratkan bahwa umat yang setia dan sepakat, memohon kepada Tuhan khususnya di Kalimantan Tengah agar tidak ada perpecahan antara golongan dan masyarakat dalam menentukan pemimpin daerahnya untuk lima tahun mendatang.
Masyarakat sudah lelah dengan pergolakan dan kerusuhan, keributan, kegaduhan, kami ingin Kalimantan Tengah yang damai, jauh dari caci maki kampret dan cebong lagi, kami ingin wilayah kami aman tentram kertaraharja dan tidak hanya daerah unggulan nomor enam terbawah dari 34 provinsi di Indonesia, kami menginginkan perubahan ketenangan dan kedamaian dalam bekerja, menentukan posisi di pemerintahan dan instansi daerah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang nyaman, egaliter, elegan, tata birokrasinya teratur dan dikelola dengan profesional sesuai perundang-undangan dan aturan Aparatur Sipil Negara.
Kami haus akan kesejahteraan dan kenyamanan sehingga tercipta etos kerja yang positif dan kompetitif serta terjamin kepuasan kinerja dari seluruh aparat birokrasi hingga struktural dan fungsional di daerah ini, semoga pilihan masyarakat Kalimantan Tengah mencerminkan keragaman harapan dan kebhinnekaan cita-cita.
Terlebih di masa pandemi ini yang semakin lama semakin mencekam, yang semula tenang-tenang sekarang menjadi momok bagi kami jika akan keluar rumah dan bertemu dengan massa lainnya. Pertambahan pasien covid-19 baik yang dirawat bahkan yang sampai harus meninggal dunia akibat memiliki penyakit komorbid, semua orang menggantungkan harapan kepada vaksin untuk segera mengakhiri wabah berbahaya dan sangat menular dalam skala luas dengan durasi yang singkat.
Berbagai protokol kesehatan yang ketat terus diketatkan, razia masker, tempat pengumpulan massa terus dilakukan secara giat oleh aparat-aparat berwenang dari perangkat daerah hingga aparat keamanan – sebagian tanda-tanda itu telah menunjukkan hasil yang signifikan namun gelombang kedua ketiga dan seterusnya masih membayang dengan ketat pertambahan pasien covid-19.
Apalagi di awal Maret 2020, saat kami masih berjabat tangan dengan erat teman-teman komunitas dari Korea seperti drakor yang rajin kita tonton di hari libur serta guratan huruf Hangul yang eksotis padahal kita hanya mengagumi bentuk coretan atau lekukannya saja seolah mengandung makna mistis dalam setiap kurvanya, kami sudah wanti-wanti jangan berjabat tangan apalagi berpelukan, tetapi awal-awal semua orang mengatakan aman-aman saja.
Mumpung di hari minggu, semua orang belum menggumamkan aji-aji seperti nama teman saya di Pangkalan Bun, yakni Pa Aji Sakti, dan Pangkalan Bun mengalami pertambahan yang pesat untuk pasien covid-19 nya, semoga mereka di sana aman-aman juga dan tidak terkena wabah yang berbahaya. Sekali lagi mumpung seperti aji, kiranya Minggu-minggu mendatang menjadikan kita semakin waspada, banyak belajar, banyak membaca, banyak menulis, tidak berburuk sangka, buang prasangka jahat, asumsi untuk yang terbaik bagi kemaslahatan umat dan keutuhan Bangsa Indonesia.
Kita jangan terpuruk karena desintegrasi peluruhan nuklir reaksi fisi, sama seperti kejadian di Sigi Sulawesi Tengah yang masih menghantui kaum minoritas, jangan itu terjadi di sini dan seluruh wilayah Republik Indonesia. Teroris jangan diberi alam dan diberi nafas sekalipun lewat sumbangan dalam bentuk apapun, karena mereka gunakan untuk menghancurkan keutuhan bangsa ini.
Kita semua berdoa jangan terjadi Suriah di tempat kita ini, karena pemahaman yang sempit dan tidak memikirkan kejayaan Nusantara dahulu kala seperti Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, juga Tarumanagara, Pajajaran, yang melanglang buana di seantero persada.
Kita juga pernah dijajah selama 350 tahun oleh bangsa kulit putih Belanda dan 3,5 tahun oleh bangsa berkulit kuning bermata sipit yang meninggalkan kita bahasa Nihonggo sebagai bahasa percakapan internasional serta disukai kaum milenial dalam bentuk JAP maupun JAV-nya, jangan lupakan sejarah karena kita jangan sampai digilas oleh zaman rudapaksa kuda gigit besi, terseok-seok diantara negara adidaya nan mumpuni, atau kita menjadi jongos di negeri sendiri karena kebodohan dan kedegilan hati kita.
Walau generasi muda jepang tidak pernah tau bahwa negara mereka pernah menjajah Indonesia, jangan juga kita lupa bahwa suatu saat anak cucu kita juga akan lupa pernah merdeka dari kedegilan hati akan fanatisme yang berlebihan dari ajaran-ajaran yang tidak pernah diuji kebenarannya melalui sejarah.
Kemajuan zaman, teknologi informasi, media elektronik dalam genggaman tangan dan kebebasan berpendapat bukan saluran kebebasan sebebas-bebasnya tanpa kendali tapi kebebasan yang bertanggung jawab masih dalam tatanan demokrasi terpimpin dan demokrasi yang bertanggung jawab bukan bablas angine wes hewes hewes.

Mari di Hari Minggu ini, dua hari menjelang kontestasi Pemilihan Langsung Kepala Daerah Kalimantan Tengah, saya mengajak para pembaca warga milenial wilayah Borneo untuk melaksanakan hak pilihnya bagi yang sudah mendapat surat panggilan mencoblos dari tempat-tempat pemungutan suara atau sudah memiliki kartu tanda penduduk sah wilayah Kalimantan Tengah memberikan hak suaranya memilih pemimpin terbaik dari dua kandidat terbaik yang telah diusung partai-partai politik representasi masyarakat demi terwujudnya Kalimantan Tengah yang Harmonis, Aman, Tentram, Sejahtera, Adil, Makmur, Sentosa, Damai, Tertib dan bermufakat dengan penuh tanggung jawab.
Jangan lupa tetap mengedepankan protokol kesehatan, mencuci tangan dengan air dan sabun, mencuci tangan dengan handsanitizer jika air tidak tersedia atau sedang dalam perjalanan jauh, menggunakan masker sesuai standar nasional indonesia yakni menutup hidung dan mulut bukan jadi asesoris di kepala apalagi di dagu semata, menjauhi kerumunan massa dengan tidak mendekat dan mewaspadai para OTG di antara kita saat berkunjung ke tempat-tempat pemungutan suara, menggunakan sarung tangan yang disediakan panitia penyelenggara pemungutan suara saat mencoblos dan membuangnya pada tempat sampah yang telah disediakan sama seperti membuang mantan yang tidak berguna, diteteskan tinta pemilu pada tangan atau telunjuk sebagai bukti telah melaksanakan hak suaranya yang sah dan dilindungi undang-undang serta tetap menjaga asas Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia hingga perhitungan pemimpin terpilih terlaksana oleh Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Tengah secara berjenjang dan terus dikawal agar tidak terjadi syak wasangka dan prasangka terhadap penyelenggara pemilu.

Salam Damai di Kalimantan Tengah, jangan ada sengketa – kita tidak suka kegaduhan dan keributan

Bagi yang merasa berkenan berkomentar, sudilah mendaftarkan diri dahulu sebagai pengguna wordpress.com

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.