PILIHAN GAYA MENGAJAR SANG GURU

Saya tergelitik saat melihat twit ini beredar di beranda saya, dalam rangka mencari topik untuk pembelajaran esok dan minggu depan. Jika ditarik ke belakang, masa-masa membicarakan topik seperti ini telah ada semenjak tahun 2001, pertama kali saya mengajar di SMAN 2 Palangka Raya sebelumnya sempat di SMAN 1 Palangka Raya dari 1997 – 2001 sebagai guru tidak tetap dan langsung mengajar kelas 3 (kelas XII saat ini) selama 2 tahun dan sisanya kelas 1 dan kelas 3 saat pergantian Kepsek dari Bapak Drs. Sutopo, selanjutnya care taker Bu Hj. Ainun Djariah, Bp. Henardi Taib selanjutnya Pak Drs. Yuwono, dan pada saat kepemimpinan Kepsek terakhir saya diangkat sebagai CPNS.

Bukan kebetulan jika dulu memang saya bandel dan ndableg, susah menerima perubahan sebab menurut saya yang memberikan masukan pun belum tentu bagus dan tidak berubah juga dari pola lamanya. Memang susah saat anda menjadi Pengawas Pendidikan dan anda harus mengajarkan sesuatu kepada guru Mbahlul seperti saya apa arti mendidik dan mengajar yang bener, sebab saya sendiri merasa ngga bener dalam mengajar .. wkwkwkwk

Berseberangan dengan murid-murid sebagaimana tahun 2005-2006 di SMAN 2 Palangka Raya pernah saya alami dan itu perubahan mendasar dalam hidup saya, bahwa jadi guru itu jangan cuma MBACOT doang, mesti ada tulisan dan ada karya. Maka saya mengucapkan terima kasih kepada pengeritik saya dan para haters, sebab tanpa kalian saya tidak akan memiliki Blog dan beraneka sosial media seperti sekarang ini.

Persepsi tentang gaya mengajar bisa diliat dari gambar di bawah ini :

https://twitter.com/MicrosoftEDU

Kata-kata yang dapat dilihat dari gambar tersebut : Engaging, innovative, creative, lively, fun, unique, resourceful, collaborative, adventurous, upil? (what), inclusive, PIBG bukannya saingan PUBG? , ya itu beberapa kata yang dapat anda dapatkan pada gambar di atas sebagai gaya mengajar ala guru-guru tingkat internasional.

Engaging – Inovatif – kreatif – hidup – ceria – gembira – menyebarkan banyak sumber – kolaboratif – petualangan – inklusif (saya sendiri taunya inklusif ini berkaitan dengan kebutuhan khusus) – dan lain-lain yang muncul dalam kata-kata terbalik atau singkatan huruf-huruf dari foto tersebut.

Engaging = mendekatkan pembelajar pada situasi kenyataan (faktual) – demonstrasi sains, percobaan, siaran langsung, pengamatan langsung, observasi, penelitian

Resourceful – guru memiliki atau mempunyai banyak sumber pengetahuan sebagai acuan atau referensi untuk mengajar atau memberdayakan peserta didik sebagai pusat belajar, bukan guru sebagai pusat belajar melainkan sebagai penyebar sumber bahan pengetahuan.

Kolaboratif – bekerja sama dengan narasumber lain atau guru lain (saya mengutamakan dengan MGMP Fisika SMA/MA Kota Palangka Raya untuk bekerja sama menyusun soal-soal tes) itu salah satunya – atau menunjukkan sumber informasi dari guru lain di Indonesia atau Internasional

Inklusif – tidak mengkhususkan diri, seperti ayo kita les fisika – saya hanya satu-satunya sumber – mungkin bukan begitu – kecuali ada yang mau mengajak kesepakatan premium ya why not?

Selanjutnya pikirlah lagi jika anda ingin menjadi guru fisika, bukan pekerjaan yang mudah dan jika ditekuni juga bukan pekerjaan yang sulit hanya rumit sedikit sebab banyak administrasinya.

HIDUP TANPA ADMINISTRASI ADALAH HAMPA – jika nanti saatnya saya pensiun pun jika tidak ada pekerjaan atau hiburan seperti ini, saya pun akan mati SIA SIA ..

Salam Literasi Mengajar