PERSIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA

Telah diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri mengenai panduan pelaksanaan pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021 mengingat sangat diperlukannya pembelajaran tatap muka karena banyak kekurangan pembelajaran daring yang ditetapkan sebelumnya. Selain adanya gangguan psikososial yang dialami peserta didik.

Namun itu semua tergantung dari pemerintah daerah yang memiliki kewenangan untuk menjalani kegiatan pembelajaran tatap muka ini.

Syarat yang diterapkan kepada semua satuan pendidikan pun tidak mudah terutama menyediakan sarana sanitasi tempat cuci tangan beserta sabun, penyemprotan disinfektan semua ruang sekolah sebelum dan setelah pembelajaran setiap hari, protokol tidak berkerumun, membuat jalur yang terpisah sepanjang koridor kelas, mengatur tempat duduk peserta didik dalam kelas dengan jarak antar kursi meja 1,5 meter, kapasitas kelas 50% dari jumlah biasa, menyiapkan masker wajah baik masker bedah sekali pakai dan masker transparan. Namun bagaimana dengan sekolah yang satu kelasnya mempunyai jumlah siswa lebih dari 40 orang, mau jujur cek dapodik jumlah siswa per kelas? adakah yang mau buka-bukaan, nope ….

Hal ini merupakan pekerjaan besar setiap sekolah terutama dari segi dana persiapannya sebab tahun 2021 awal dana BOS yang tersisa tahun 2020 harus sudah nihil sesuai aturan standar penyerapan dana, apalagi sekolah yang harus berhutang dengan pihak ketiga. Bantuan komite sekolah pun bukan sumbangan yang mengikat dari orang tua, dana bantuan penyelenggaraan pendidikan yang diserap sekolah pun sangat terbatas untuk keadaan wabah Covid-19 seperti ini pun tidak bisa diharap banyak. Janji-janji manis terus bahwa dana BOS akan dikucurkan di awal tahun, kenyataannya dana triwulan 1 akan baru muncul di bulan april atau mei, ya taulah sendiri mengapa demikian? Ingat mulai tahun 2020 – dana BOS dikucurkan langsung dari Pemerintah pusat bukan dari pemerintah provinsi masing-masing.

Maka keputusan tersebut adalah itikad dari setiap stakeholder pemangku kepentingan pendidikan demi asas utama yang keselamatan seluruh warga negara terutama peserta didik dan tenaga kependidikannya.

Semoga panduan ini juga dibarengi bantuan keuangan kepada sekolah yang tidak terlambat dari janji janji setiap akhir tahun anggaran.

3 comments

  1. Yeay saya sangat menunggu sekolah tatap muka ini, dirumah bosan hanya bertatapan dengan layar handphone dan laptop saja, sangat membosankan mood belajar pun kurang seenergik jika belajar dengan teman teman semoga vaksin segera diberikan agar angka positif dapat teredam, sekolah online ada sisi positif yaitu dapat belajar dimana saja, hanya saja saya kurang cocok dengan full school online tapi jika keduanya saling di padu padankan mungkin akan bagus

    Suka

  2. Banyak pro dan kontra untuk pembelajaran online. Kalau saya sih setuju aja tapi orang tua masih ragu karena di desember kasus coviid kembali melunjak. Tetap di sisi lain saya jadi kurang paham dalam pembelajaran. Materinya sih mudah dimengerti tapi saya lebih paham jiika dijelaskan secara langsung

    Semoga keadaan bumi semakin membaik

    Salam literasi
    Salam lestari

    Suka

Komentar ditutup.