DARING PROYEKSIKAN MASA DEPAN

Semenjak tahun pelajaran 2020/2021 karena pandemi Covid-19 sedang berlangsung dan entah kapan berhentinya sebab pasien yang terkonfirmasi terus bertambah naik turun seperti gelombang dan keadaan pula tidak memungkinkan tatap muka karena ada protokol kesehatan yang harus dipenuhi sekolah, Mendikbud Nadiem Makarim kemudian memutuskan sebaiknya para pelajar belajar dari rumah menggunakan teknologi informasi.

Mengingat keadaan begini agak susah mengawasinya selain kejujuran dari setiap peserta didik dan ketekunan para pengajar yang notabene masih banyak kekurangan dan belum mampu memanfaatkan teknologi pendidikan jarak jauh, sekalipun banyak pelatihannya masih saja kami merasa ketinggalan dari rekan-rekan lain bahkan dari para siswa sekalian yang kebutuhannya bervariasi dan kemampuan memantaunya secara personal pun tergantung situasi kondisi, jarak geografis, ketiadaan sinyal karena kontur geografi yang belum merata, bantuan kuota pun masih sangat terbatas untuk mendapatkan referensi atau keterangan belajar yang biasanya secara klasikal dan tatap muka, banyak orang tua yang mengeluh biaya belajar terutama kuota. Paket internet, serta biaya wifi telekomunikasi, biaya pulsa meningkat pesat sementara penghasilan justru semakin menurun sebab daya beli masyarakat berkurang – PHK di mana-mana, kesempatan kerja berkurang, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi menuju angka negatif dalam APBN yang tiap bulan dirilis Kementrian Keuangan, warung-warung dan lapak-lapak dagang yang biasa menjamur perlahan-lahan meredup dan sisa gerobaknya kosong melompong, orang-orang bekerja dari rumah, kantin-kantin yang penuh hanya bisa take away kalo pun penuh hanya sebagian saja yang padat dengan pelanggan setia.

Maka Web Blog bisa menjangkau kekurangan tadi dan menjadikan lapak informasi belajar yang lumayan mumpuni, mulai dari web blog gratisan hingga premium berbayar tentu saja dengan fitur-fitur tertentu. Jadwal belajar dari semula ditulis tekstual bisa dibagikan melalui media sosial berupa poster dan undangan untuk berdaring diatur periodik sesuai bantuan kuota dan kesepakatan dengan peserta didik yang diampu.

Sekali lagi peran serta aktif dari orang tua menentukan tekad dan motif belajar peserta didik, selain dari dorongan internal si peserta didik tersebut yang menjadi daya saing dan kompetensi yang dapat dikembangkan dalam kondisi pandemik sekarang ini. Adalah modal dasar pelajar yang ingin maju, bertanggung jawab dan memiliki visi misi masa depannya sebagai proyeksi tekad dan cita-citanya kelak. Merdeka Belajar tidak hanya bebas menentukan moda belajar, tetapi juga citra diri pelajar terhadap keberadaannya di masa mendatang.

Milikilah masa depan dan jadilah hebat dengan Maju Bersama.