JATUH KE DALAM DOSA

Saat kuhancur hati ku datang padaMu
Kau berikan kekuatan dan b’ri penghiburan
Saat tak seorang pun dapat kuandalkan
Kau yang memberi jalan,
Kau yang menuntunku

Sepenggal lirik lagu dari Kupercaya JanjiMu yang ditulis oleh Alberd Tanoni dan Liliana Tanoesoedibjo dinyanyikan oleh penyanyi cantik Maria Shandi merupakan lagu yang cocok untuk kita atau siapa saja yang sedang hancur hatinya, remuk jiwanya, melepuh perasaannya, galau, kesal, kecewa, sedih, merana, seabrek rasa sakit dan lain-lain yang bergulung-gulung dalam hati kadang kita ekspresikan dengan kemarahan, murka, garang, bikin masalah lain yang lebih heboh, membuat perkara lain yang padahal itu karena kelemahan dan ketakutan kita.

Terlebih selama masa pandemi Covid-19 ini, para pelajar diminta belajar dari rumah untuk menjaga jarak dengan memanfaatkan media teknologi informasi, hape atau komputer atau laptop. Dengan istilah keren, Daring – bukannya Darling. Dalam jejaring alias Online –>
Di kala ada siswa dari kalangan menengah ke bawah kesulitan dengan kuota, mereka bersusah payah mencari talangan pinjaman hingga salah seorang orang tua di Jawa Barat rela mencuri telepon pinter agar anaknya yang masih sekolah dasar dapat mengikuti pelajaran daring, ada juga yang orang tuanya rela bersusah payah mencari pekerjaan sementara kena pemutusan hubungan kerja agar anaknya tetap dapat sekolah, membeli kuota mencari pulsa agar anaknya dapat belajar mencari pengetahuan agar kelak tidak mengikuti jejaknya yang terjerembab dalam ketidakberdayaan, kemiskinan.

Di pihak lain, para siswa yang kebetulan dilahirkan dan berada di keluarga mampu, yang berada, damai rukun, orang tua yang mapan, mengenyam pendidikan tinggi ada yang malah malas-malasan, enggan memasuki manajemen pembelajaran di sekolah seperti Moodle atau Google Classroom yang lagi tren, enggan ikut zoom meeting, google meeting, jeetsi meeting, webex meeting, meeting online, pertemuan interaktif dengan alasan ketiduran lah, lupa bangun karena alarm telat, alarmnya mati, tidak ada yang membangunkan tidur, tidur dini hari karena sibuk main game dan kesenangan lainnya sebab merasa orang tua masih bisa hidup 1000 tahun lamanya dengan kemampuan finansial yang tidak pernah surut dan pasang terus, kaya terus – dipanggil guru BK dan wali kelas ke sekolah, enjoy saja – dimarahi Mamah karena malas tenang saja karena akan kembali ke habitat komunitasnya yang sangat nyaman dan pewe, kamfert begitu. Bah …

Saya tidak mau memvonis dirimu atau diri kalian, prok prok prok nanti jadi apa, tanya saja sama Ka Seto atau Pa Tarjo, itu semua kalian yang inginkan dan kalian yang bentukan. Bukan saya, bukan kami, bukan guru, bukan orang tua, bukan lingkungan, bukan masyarakat tetapi KAMU …

YA KAMU, siapa lagi,.
Memangnya ada orang lain yang dapat kamu salahkan dan menjadi kambing domba Nebayot sehingga dirimu bebas melakukan apa saja, sementara teman-temanmu berjuang bersusah payah, ada yang menahan gugup dan malu, tidak ada juga ditanya macam-macam namun dirimu malah menuduh tidak mau belajar daring karena akan ditanya begituan. What the hack … Setan Apa yang merasukimu Boy Boy Boy …Boboboy …

Kadang saat saya masih berjaga di pintu gerbang sebagai guru yang piket cie, ada saya liat kelas X yang jalannya setengah berlari di atas awan dan kebiasaan itu rupanya ketakutan dengan saya, juga terbawa sampai saat ini sehinggan TAKUT masuk kelas Daring. Ada juga begitu.

Ada juga karena berbagai alasan, macam-macamlah tinggal hati nurani – tidak bisa ikut zoom tidak bisa hadir interaksi karena keseleo atau masalah perasaan lainnya sementara di akhir akhir ini kita paling banyak melakukan secara klik dan mengetik, melakukan itu saja enggan dan bikin banyak alibi.

YA SUDAHLAH … saya begini, saya ribut karena Saya Sayang Kalian …

Kamu bukan anak kecil lagi, sudah akil balik, usia 17 sudah diambang pintu gerbang dan jiwamu akan memasukinya. Apakah setelah lewat 25 nanti baru sadar. Boboboy … saya cuma bisa bilang Kasian Elu .. tong

Seperti tong kosong nyaring bunyinya,
ya begitu isi jiwamu dengan menuduh kami dan teman-temanmu yang bukan-bukan, ayah dan ibumu sampai mengantarkan kamu datang ke sekolah untuk menemui Wali Kelas dan Guru BK saja sampai tidak bisa kamu percayai dan kamu dengar pengajarannya. Apalagi Kami ? yang notabene BUKAN SIAPA-SIAPAMU ..

Jika sekarang kamu merasa jatuh ke dalam Dosa, ingat semua orang tidak sempurna, semua orang pun berdosa, yang berbeda dengan kamu adalah orang-orang ini mau bertobat eh apa itu tobat? yang kita makan kalo sakit? ya bukanlah cuy, bertobat itu kesempatan untuk melakukan perubahan dari kesalahan menjadi hidup benar di mata Tuhan juga di mata masyarakat sesuai norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat (belajar no PKN – jangan dianggap sepele dan remeh temeh seperti remah kerupuk jawau bagula seharga seribu tiga)

Kasihani orang tuamu, jangan salahkan mereka dengan macam-macam alasan. Stop deh bikin alasan yang sebenarnya ketakutanmu menghadapi kesalahanmu sendiri, ikutlah jalan yang benar – masuk Google Classroom atau Moodle, ketik kode kelasnya, kerjakan semua tugasnya sampai tuntas, klik tombol serahkan setelah mengerjakan tugas – tidak ada tugas yang sempurna yang dikumpulkan jika kamu sempurna – kerjakan saja sampai selesai lalu kumpulkan – kirim ke kantong tugas di google drive, one drive, dropbox atau apa itu yang tengah berkembang.

<p class="has-drop-cap" value="<amp-fit-text layout="fixed-height" min-font-size="6" max-font-size="72" height="80">Jika kamu Boy, Oppa, Girl, Hyung rajin main-main doang ngga pake seriusan, kapan lagi jadi pengembang – sama juga seperti bersekolah, jika kamu putus di tengah jalan kamu akan malas. Tapi jika kamu merasa bosan dengan hidupmu dan mengakhirinya dengan bergantungan di pohon yang tali diikatkan pada saluran pernafasanmu, atau kelelep dalam danau kerukan pasir bukan kolam renang karena sudah terlalu banyak kesalahan, atau minum komix sebanyak 5 liter wow … itu sudah salah besar bro sis, dosa besar itu. Dosa yang tak terampuni adalah membunuh diri sendiri, bukan suatu jalan keluar apalagi solusi Jika kamu Boy, Oppa, Girl, Hyung rajin main-main doang ngga pake seriusan, kapan lagi jadi pengembang – sama juga seperti bersekolah, jika kamu putus di tengah jalan kamu akan malas. Tapi jika kamu merasa bosan dengan hidupmu dan mengakhirinya dengan bergantungan di pohon yang tali diikatkan pada saluran pernafasanmu, atau kelelep dalam danau kerukan pasir bukan kolam renang karena sudah terlalu banyak kesalahan, atau minum komix sebanyak 5 liter wow … itu sudah salah besar bro sis, dosa besar itu. Dosa yang tak terampuni adalah membunuh diri sendiri, bukan suatu jalan keluar apalagi solusi

Percuma aja hidup diakhiri tragedi di tangan sendiri,
Bangkit dari keterpurukan, bangun dari kekelaman, mulai berjalan menyusuri perlahan, dan carilah teman kamu tak bisa jalan sendirian

Jumat, 20 November 2020

Penhujung penantian akan siapa saja di sekolah saya saat ini, juga kepada teruna teruni yang masih tenggelam dalam obsesi dan halusinasi kenikmatan diri sendiri

Ingin mendapatkan Blog WordPress yang keren dan biaya terjangkau? KLIK INI