Waktu Jua

Lama tak kupandang dasbor tulisan, buat merentang kata merajut kalimat yang semoga bermakna setengah memaksa untuk dibaca, aku tak mau muncul sekali lalu tenggelam berkali-kali sampai menunggu viral kemudian menjadi meme dan berakhir hoax. Mendingan menjadi hal-hal yang terbagus seperti kehadiran Bowo Tiktok, lalu Sibad Syantik, atau Via Vallen dan Nella Kharisma yang rajin bergoyang hingga memenuhi rekomendasi video setiap kali aku menyentuh ikon Youtube di gawaiku yang usang (walau sesungguhnya kini telah berganti dengan yang lebih trendi) :mrgreen:

Waktu jua,
yang memaksa aku untuk mengetik dan kembali menarikan jari jemari pada tuts kelam di atas meja kerjaku yang kusam, menghadirkan cerita fantasi kadang faktual di antara cakupan khayal, ambisius bahkan luar nalar bahkan bisa jadi itu tidak benar, biar saja yang penting demi memenuhi kehampaan deadline dan kejaran-kejaran cerita kisah di awal SMA yang baru belajar memahami keadaan absurd.

Saya menyambut kehadiran pembelajar muda di kelas baru tahun pelajaran 2018/2019 mulai dari rombel MIPA 3 hingga MIPA 7 yang kesemuanya berkaitan dengan keberadaan dan kehadiran blog saya yang tidak berguna ini, juga kepada para pelajar kembara yang baru saja menyandarkan nasibnya kepada hamba melalui mata pelajaran prakarya / kewirausahaan – walaupun sesungguhnya saya, sebagai guru anda, belum banyak ber-prakarya apalagi sukses berwirausaha selain berusaha menyitir-sitir kata menjadi kalimat usang semata.

Terutama kepada rekan dan rekanita atau rekanawan dan rekaniwati, yang telah bergabung bersama pada jenjang kelas XI dan menerima pembelajaran peminatan Fisika, akan semakin disibukkan dengan rajin melotot ke laman ini atau bahkan mencari-cari secara stalking  maupun terang-terangan, 💡  sebab saya instruksikan demikian 😆 :mrgreen: secara penuh harapan, kepastian, disamping juga kekesalan kejengkelan karena yang diharapkan tidak atau belum terealisasi.

Mungkin, Waktu Jua yang menjadi alasan bahwa hal-hal atau informasi yang kalian harapkan itu belum tersemat resmi atau tersedia untuk dibaca serta dimanipulasi maupun direkayasa sebagai jawaban atas tugas-tugas saya di kelas-kelas anda pada masa-masa mendatang.

Jika pada masa empat hingga lima kali pertemuan di kelas, kehadiran saya bisa membuat anda gundah gundala putra petir 🙄 atau menceriakan hidup kalian sesaat dengan kekonyolan kegaduhan dan kegetiran perjalanan riwayat pembelajaran saya 😉 itu semua adalah tekad dan program khusus yang akan anda jalani, lalui, lewati dan selesaikan hingga tuntaskan pada cakupan tahun 2018 hingga juni 2019 kelak, semoga dalam kendali Waktu Jua ini saodara-saodara dapat memberikan pengalaman belajar terbaik tertuntaskan yang mempesona dan menawan sehingga menggetarkan hati orang tua dan guru anda, di mana pun mereka berpapasan, bertemu muka hingga berjabat tangan dan menyatakan anda berhak untuk melanjutkan perjalanan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi — sebab kerja nyata di progres pembelajaran kelas bukan semata-mata mata pelajaran yang saya ampu dan saya ajar sahaja melainkan keseluruhan gabungan mata-mata (bukan spionase) pelajaran lainnya yang konon mencapai 12 mata pelajaran sebagaimana daftar mata pelajaran pada kurikulum tahun ini di dalam lembar capaian kompetensi peserta didik (LCKPD) anda.

Waktu Jua yang nantinya menjadi limit antara kehidupan pribadi dan kehidupan akademik saodara-saodara selama berkarir dan berjuang dengan intensif komprehensif partisipatif aspiratif dan if … then … or … and … else … when … dalam rangkaian algoritma sintaksis mutualisme yang dapat bersimbiosis satu sama lain dengan ekosistem lingkungan hingga komunitas pembelajar di berbagai lini, divisi, kelas, liga hingga klasemen kompetisi.

Selamat berjuang dan selamat memaknai tulisan amburadul yang sengaja dibuat seunik-uniknya dengan memaksa anda untuk membaca berulang-ulang sekalipun tidak ada satupun kata yang tertera di blog ini sepenuhnya anda mengerti pahami karena ini hanyalah untaian kalimat tak berujung jua.

Salam Happy Kids

 

 

Malam ini sebelum besok hari para petugas Pengibar Bendera Kebangsaan Merah Putih, kebanggaan kita dikibarkan dengan megah dan gagah di persada Indonesia, para pemuda pemudi terbaik dan terpilih berbaju putih putih besok merenungi masa depan bangsa dan masa depannya, semoga besok dapat bertugas dengan sempurna, hujan tidak menjadi momok dan akan dihadapi dengan gagah berani apapun  konsekuensinya, saya merenungi pemikiran para Pahlawan-Pahlawan yang tercatat, tidak tercatat, yang dituliskan, tertulis, dan dilupakan atas jasa-jasa Beliau memperjuangkan pembebasan Republik Indonesia dari tangan penjajah, tirani yang membelengu benak dan pemikiran hingga kita terus berpikir sebagai bawahan dan bukan pemilik bumi pertiwi ini, yang mengikat seluruh kebebasan berpikir dalam satu kata yakni Takluk dan Menyerah, saya tidak henti-hentinya berpikir dan merenungi bahwa Mereka, Para Kesuma Bangsa ini telah rela mengorbankan Jiwa dan raganya demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai kesatuan nasionalis yang terus diperjuangkan sampai akhir

Kiranya refleksi malam 16 Agustus 2018, mengingatkan kegalauan para pemuda Indonesia yang membawa Bung Karno ke Rengasdengklok untuk memberi kepastian Proklamasi 17 Agustus 1945, 73 tahun lalu

8 comments

Komentar ditutup.