Aku dan Kamu

Aku bukan kamu, sudah tentu Kamu bukan Aku
Aku memerlukan kamu, kadang iya kadang tidak
Tak juga kamu perlu aku, karena kamu ya kamu dan aku pun begitu
Aku tidak peduli kamu, susah juga karena kamu pasti memerlukan aku
terlebih aku, Aku sangat memerlukan kamu
Karena kamu mendengarkanku, memperhatikanku, melihatku, mengamatiku, mengikutiku, menyelidikiku, mengintipku, menyerangku, menghinaku, menggangguku, melecehkanku, mem-bully-ku, menghinaku, menyalahkanku, menyudutkanku, dan apapun yang kamu mau tentang aku
Aku tidak peduli sekali lagi, itu adalah maumu bukan mauku,
Mauku hanya satu bahwa kamu ada untukku, dan aku di sini untuk kamu

Aku dan Kamu
adalah dialog bukan monolog
Aku dan kamu adalah percakapan, kolaborasi, kerjasama, gotong royong, saling menyokong, saling berbeda pendapat, saling berargumen, saling menyalahkan, saling membenarkan, saling mengasah, saling mengasihi, saling bahu membahu, saling bersaing, saling beradu tanding, saling menatap, saling memperhatikan, saling mengawasi, saling memerlukan
Aku tak dapat hidup tanpa Kamu,
begitu juga Kamu (mungkin) tak akan hidup tanpa Aku

Aku dan Kamu ibarat dua dunia yang bertangkup menjadi satu
satu di sana dan satu di sini
Aku sebagai sebutan orang  pertama tunggal
Kamu adalah sebutan orang kedua tunggal
Aku yang pertama, dan Kamu yang kedua
bukan sebaliknya
Kalopun bisa dibalik, berarti Kamu adalah Aku, dan Aku adalah Kamu
jika dibalik lagi maka tumpahlah kuah sop ke atas pangkuan Kamu dan Aku

Aku dan Kamu,
adakalanya berbeda
ada saatnya sama,
Aku dan Kamu menjadi kita
Ketika kita bersama, kita melupakan perbedaan
karena yang kita rasakan adalah senasib seperaduan
tanpa perbedaan kita berpadu,

Kita menciptakan kemajuan pun kemunduran
Kemajuan untuk eksistensi
Kemunduran sebagai refleksi
Kemajuan adalah perkembangan
Kemunduran adalah sejarah
Eksisten berkembang tujuan kita
Refleksi sejarah rambu-rambu yang menuntun tujuan kita
tanpa keduanya Aku dan Kamu tidak bermakna
tanpa keduanya Aku dan Kamu tidak berubah
Aku perlu kamu sebab Kamu (pasti dan tidak pasti) perlu Aku
Aku tanpa kamu menjadi sendiri
Kamu tanpa Aku menjadi tunggal
Adakah di dunia ini kehidupan tunggal
Hewan bersel satu misalnya,
apa yang dia nikmati dalam kesendiriannya ?
Kesepian? Merana? Menderita?
Kita tak tau, karena hewan itu bukan Kamu terlebih-lebih bukan Aku

Aku tanpa kamu akan menderita
begitu pula (harapanku kepada) Kamu

Aku tanpa Kamu, aku tak bisa hidup dan mengapa-apakan kehidupan
Kamu tanpa Aku, mungkin kamu akan mencari Aku yang lain
atau mencari orang yang lain

Aku, Kamu tidak akan melibatkan Dia
Karena diantara kita berdua, munculnya Dia menimbulkan dampak
Dampak sebagai idaman lain atau terdampak sebagai keinginan lain
Dia tidak ada dalam bahasa Aku dan Kamu
Aku dan Kamu, hanya kita berdua bukan bertiga
Kita bertiga berarti Trio Macan
Bukan trio Kwek Kwek Kwek
Juga bukan Trio Motor
Dia tak bisa kita undang antara Aku dan Kamu
sebab kesepakatan judul di atas adalah Aku dan Kamu
mengapa Dia muncul ditulis?
karena hak penulis tentu saja, Dia berhak ditulis atau Dia berhak menulis bahwa Dia bisa muncul kapan saja dalam benak siapa saja dalam ruang mana saja
Dia bisa muncul di relung jiwa, loh hati, apalagi cuma duduk menatap kita di pojok sana sambil menikmati Jus Red Velvet atau sekedar sepotong Aice Cream bahkan Dia menikmati pojokan dengan kepulan asap Vape bukan dari sebatang tembakau yang hanya dilinting dari kertas buram
Sudah, tinggalkan Dia
Dia tidak ada dalam dialog
Dia hanya obyek orang ketiga, di luar Kita
Kita adalah Aku dan Kamu

Semakin ke hulu Aku dan Kamu akan menuju titik nadir
Semakin ke hilir, Aku atau Kamu akan menuju titik zenith
Hulu adalah titik tepian
Hilir menjadi titik ujung
Hulu adalah asal dan Hilir adalah cita-cita
Di mana Aku dan Kamu berada,
kita adalah bagian dari perjalanan
Sebagai kafilah yang tak berhenti sebelum  cita-cita tercapai
Mengaso di sela-sela petualangan, Aku dan Kamu  adalah rekan seperjalanan
rekan sejawat, rekan sekerja, rekan sepenanggungan, rekan seperjuangan
Jangan sedikit pun terbersit pikiran Aku ke Kamu, dan Kamu ke Aku dengan pengkhianatan, iri hati, dengki,
Rasa itu yang mengganggu relasi kita
Relasi memerlukan area domain dan kodomain
bergantung dengan fungsi dan invers-nya

Relasi menyatakan kongruensi dan kompleksitas hubungan
Pertemanan, persahabatan, keakraban, bahkan kebersamaan mulai dari tingkat pondasi hingga plafon
Kebersamaan keberagaman dinyatakan dalam satu kesebangunan Aku dan Kamu Sebagai kesetimbangan yang selalu mencari titik poros tengah
Aku dan Kamu adalah garis sumbu utama itu
Aku dan Kamu adalah tiang penyangga garis normal dan garis tinggi siku-siku
Aku dan Kamu adalah penyambung dan penentu sirkuit tertutup
yang memungkinkan gaya gerak listrik bergerak kontinum dalam rangkaian elektronika
Aku dan Kamu, tokoh sentral dalam dialog ini
Tokoh yang selalu ada dan nyata dalam diri
Introspeksi, perenungan, pemikiran sendiri, mengkhayal, membayangkan, memimpikan sebagai sirkuit kehidupan
Jangan undang Dia dalam sambungan rangkaian,
karena Dia hanya penyearah atau malah menjadi pembagi arus maupun tegangan listrik
Bisa saja Dia beralasan sebagai sumber catu daya, tetapi sebenarnya dia menjadi divider antara Aku dan Kamu (bukan Antara Anyer dan Jakarta)
Dia sebagai orang di luar kita, Aku dan Kamu
Dia hanya pengamat
Dia bukan Kamu
bagi Kamu, Dia bukan Aku
Dia tetap Dia
Aku dan Kamu yang penting tetap bersatu
Biar badai menghadang Aku tetap memperhatikan Kamu dan menanti Kamu
walau Aku juga sadar dan mengerti maupun paham benar bahwa Kamu belum tentu akan mengerti Aku
Aku percaya Kamu akan bingung dengan aku
sebingungnya Aku terhadapmu
sebingungnya Aku mencari 1000 kata untuk menuliskanmu
sebingung Aku menunjukkan contoh bahwa menuliskanmu itu mudah?
ternyata tidak gampang!
Selelah dan selemah aku yang tanpamu, bukan apa-apa
Aku tanpamu butiran debu
itu kata Dia
Dia yang mana? Dia bukan Afghan. Dia bukan Rossa, Dia juga bukan Reza, bukan Rizky  apalagi Jaz .. Dia adalah rumor Dia Riza Abbas 🙂

Aku dan Kamu
Kata yang manis untuk ditulis tetapi tidak mudah untuk disebutkan
dalam rayuan pulau kelapa
Kata romantis saat Aku beserta Kamu, menghabiskan waktu berdua
menanti senja melepaskan jam ronda kepada malam,
dan malam memberikan gilirannya kepada dinihari
dinihari menyerahkan jam dinasnya kepada pagi
pagi meminta siang menggantikan posisinya
hingga siang memohonkan senja untuk menempati kedudukannya

begitulah berulang-ulang dialog Aku dan Kamu
yang tak pernah usai atau mungkin
sebagai pengganti peran dari pemeran utama
bahwa sesungguhnya Aku dan Kamu
hanyalah pemeran pembantu utama
dalam dunia kita ini
Dunia Aku dan Kamu
Aku Kamu
Hampa