Perjalanan Acer Guraru (Bagian 2)

20131126-174102.jpg

20131126-174153.jpg

Menjelang 14.30 wib, para finalis melakukan presentasi satu-persatu dimulai dari saya, dilanjutkan Bu Mugi dan ditutup oleh pak Sukani. Walau ada yang menilai presentasi dengan berbagai interpretasi tetapi keputusan dewan juri tetap menjadi keputusan mutlak dan penentu sehingga akhirnya Pak Sukani terpilih sebagai Penerima Anugerah Guru Era Baru Award (Juara 1), sementara berturut-turut saya (peringkat 2) dan Bu Mugi (peringkat 3) menempati posisi sebagaimana pengumuman finalis sebelumnya πŸ˜€

Pada kesempatan ini saya berkenalan dengan guru-guru lain yang sukarela mengikuti kopdar Guraru yang pertama diadakan di Plaza Office Tower kantor Acer kemarin, seperti Pak Dedi dari Ketapang, Kalimantan Barat, juga Pak Agus, Pak Muslim, Pak Heru dari Bogor, ibu Ifa dan Ibu Naya, Ibu Fauzan Riswanda, Ibu Desi dari SMA Bina Harapan, Pak Steven Susantro, dan banyak lainnya. Saya juga bersyukur bisa membagi pengalaman dengan guru-guru lainnya pada kesempatan yang diberikan oleh Acer.

urutan bukan menjadi perkara dan masalah besar, karena perjuangan dan tantangan selanjutnya adalah sepulang dari penyerahan award ini. Tantangan yang menanti adalah berbagi dan menyebarluaskan semangat pembaharuan dengan metode kreatif menggunakan teknologi informasi komunikasi. Memaksimalkan teknologi tersebut kepada peserta didik agar mereka bukan lagi sebagai “rival” dalam belajar. Siswa diajak untuk memanfaatkan teknologi digital melalui berkolaborasi yang hangat dan signifikan bersama-sama dengan gurunya atau bahkan rekan-rekannya di wilayah lain di nusantara ini.

Guru jangan lagi malu jika ingin maju, belajar dengan siswa yang sudah terbiasa menggunakan TIK jauh lebih baik ketimbang bertahan dengan pola keakuan yang cenderung kaku dan terus ditinggalkan. Akhirnya hubungan guru dengan siswa menjadi bulan-bulanan dan masalah yang tak kunjung padam.

Guru yang mengandalkan metode pendekatan sentralistik (walaupun dari bangku kuliah kita sudah ketahui bahwa bukan lagi Teacher Centered melainkan Student Centered), guru sebagai pusat belajar, sebagai pusat perhatian sudah saatnya perlahan direformasi dan direposisi, kita berdayakan para peserta didik yang sudah sangat melek terhadap perkembangan digital kita alih fungsikan kebiasaan meng-update status di facebook, berkicau di twitter, memamerkan foto melalui instragram atau path, berselancar di dunia maya demi kemaslahatan mereka dan memberikan akses pengetahuan seluas-luasnya dan juga Bapak Ibu Guru tidak ketinggalan zaman atau mungkin ditinggalkan zaman ?

Salam Pembaharuan

20131126-174336.jpg

20131126-174401.jpg

20131126-174506.jpg

15 comments

  1. Wah lama saya tidak berkunjug ke blog bapak melalui PC, biasanya lwt mobile device, ternyata tampilannya baru πŸ˜€ lebih fresh.

    Pertama-tama saya mau mengucapkan Selamat Pak atas kemenangannya walaupun belum menjadi yang pertama, tapi semoga di tahun kemudian, bapak yang menjadi pertama. hehehe πŸ˜€ Tulisan bapak kali ini membuat saya benar-benar terinspirasi dan juga tersadar, bahwa prestasi itu dapat diraih dalam bidang apapun asalkan fokus. πŸ™‚ jadi saya mulai menerapkan pola belajar fokus dan tentu saja diiringi dg goals-goals yang sdh ditargetkan. Terima kasih Pak, telah membuat saya tersadar dan membimbing untuk menemukan jalan yang saya ingin temukann (walaupun tidak scr langsung)

    Sekali lagi semangat Pak, terus ciptakan suasana belajar yang lebih rame, kreatif dan inovatif lagi di kelas. Terutama pada jam bimbel besok… hehehe πŸ˜€

    Suka

    • Dear Fika, semua ini juga hasil dari pelajaran yang saya petik dari kalian. Apalah artinya saya tanpa kalian, karena kalian pulalah sumber inspirasi saya.
      Perjuangan ini masih panjang dan belumlah usai, kita masih terus bisa berubah dan bertambah makin tabah hingga cerdas menghadapi masalah

      Suka

    • Ya para siswa itu sumber inspirasi dibalik segudang masalah ya Pak, seperti hikmah dibalik setiap cobaan. Hehehe.

      Ngomong-ngomong Bapak pernah menggunakan prezi untuk presentasi?Beberapa waktu lalu saya scr tdk sengaja menemukan website yg fungsinya mirip ppt (tp saya pribadi menganggapnya lebih bgs untuk buat peta konsep), kira-kira bisa tdk Pak tgs yg untuk membuat peta konsep menggunakan prezi, saya rasa itu cukup mudah krn tampilannya fresh serta tak perlu menginstal aplikasi.

      Suka

    • Terima kasih Nadya atas doa kalian, juga anak-anak YFC. Sayang sekali akhir-akhir semester saya berhalangan untuk bergabung bersama, semoga di kesempatan lain kita bersama-sama lagi berkeliling

      Suka

  2. selamat pak maaf telat πŸ˜€ tetap andalkan Tuhan dalam segala hal! Semangat dan terus menjadi sumber inspirasi dengan cerita-cerita yang tak terduga dan berkaitan dengan pelajaran fisika maupun pelajaran tentang menghadapi kehidupan. Tuhan memberkati bapak πŸ˜€

    Suka

Komentar ditutup.