Merajut Kata Menuai Cerita

Teman-teman sahabat pena saya akhir-akhir ini banyak beralih menjadi penulis mimpi-mimpinya sebut saja seperti Nursida Dewi yang gokil dengan cerita ala jepangnya dan yang terbaru adalah Benedikta Sekar yang tengah rajin menyulam kata dirajut menjadi sweeter cerita yang asyik dan mendayu, salah satunya adalah Angel Jobs
Bayangkan jika semua siswa daripada menggalau dan menulis status yang kadang-kadang membingungkan bahkan cenderung mengada-adakan, mengapa tidak memulainya dengan menulis cerita manis nan puitis atau cerita ekstrem bertrilogi dan berkuaterologi seperti Nursida Dewi alias https://twitter.com/rarerea

Karena itu segera saja menulis apa saja, apa itu primbon, apa itu perasaan, apa itu apa ini ke dalam blog bahkan jika memungkinkan dibuat menjadi Vlog atau Video Blog seperti Public Journalism, bukan lagi diary yang ditulis untuk disimpan dan dikubur tiada seorang pun yang membacanya kecuali si penulis, tapi sekarang waktunya berbagi ceria, duka dan inspirasi kepada dunia sekaligus sebagai sejarah dan kenangan bagi anak cucu di masa mendatang. 😀

selamat Menulis Merangkai aksara Merajut Kata Menuai Cerita

Posting melalui WordPress Android

8 comments

  1. W-O-W! Bapaaaak! Sanjungan sekali ini!^^

    Sejujurnya, tulisan saya pun hanyalah serpihan mimpi-mimpi yang kadang kala ingin saya lupakan, banyak hal yang ingin saya tulis, sebenarnya. Tapi entah mengapa, saya malah menulis hal-hal yang mustahil. Hahaha.

    Terima kasih atas tulisan Bapak, semoga semakin banyak guru yang seperti Bapak di Indonesia! ^^

    Suka

  2. wah jadi malu ngelihat ada nama saya #kyaaa >//<
    Setuju dengan bapak! Menulis itu juga membawa kita pada dunia lain yang nggak kita sangka-sangka. Saya ga pernah mikir bakal berguling-guling menyakar tanah dengan referensi kedokteran forensik kalau bukan karena menulis, sama dengan tentang aturan-aturan hukum sampai ke dunia agensi federal dan persenjataan. *sounds dangerous lol* sementara di dunia nyata saya peras otak dengan ilmu teknik mandor membangun gedung, tapi ternyata hal-hal seperti itu justru yang menarik dan kadang bisa mengubah cara pandang kita terhadap suatu hal tertentu. Mungkin memang para penulis tidak memulai dengan cara ini dulu, saya sendiri baru banting setir ke jenis cerita crime di buku ke-4 yang entah kapan di suatu saat di masa depan bisa terbit…atau nggak. xP
    Awalnya juga memang dimulai dengan hal-hal sederhana seperti kejadian sehari-hari. Karena cerita macam seperti itu jujur dan langsung dari hati, tentu pula nanti akan menjadi suatu awal perkenalan yang baik di dunia litelatur. Tidak usah khawatir dengan tetek bengek apapun, apakah diksinya cukup, apa ceritanya menarik, yang paling utama adalah proses penyusunannya menyenangkan. Energi itu juga lah yang nantinya akan memancing pembaca untuk menikmati cerita kita. Dan tentu yang paling menyenangkan adalah tahu orang lain membacanya. Saya kadang sering terharu juga #halah kalau buka email dan membaca komentar-komentar orang. Tidak pernah terfikir suatu hari karya saya bisa menginspirasi orang. Tentu pula tidak jarang saya dapat kritik pedas nan panjang, tapi itulah hidup, terus belajar dan terus menerima kritik dengan baik.
    Menulis membuka pikiran dan hati kita menjadi orang yang lebih maju. Menulis juga memberi kita kebebasan untuk menyelami dunia dalam tulisan kita dan menjadi apapun yang kita mau. Tidak butuh menjadi orang yang kreatif, itu hanya katalis untuk menunjang lama pembuatannya saja, intinya harus jujur dan tidak dibuat-buat serta dipaksakan.
    So grab your pen and write anything you want cause no one has a right to limit your imagination. xo
    peace out!
    Nursida Dewi (@rarerea/@aredelid)

    Suka

Komentar ditutup.