Rempeyek Cumi

Agar diperoleh gorengan tepung yang berisi irisan-irisan cumi-cumi serta berasa renyah (crispy) maka resepnya sangat sederhana :

  • buat adonan tepung campuran antara tepung bumbu setengah sendok makan dan satu sendok makan tepung terigu dengan air panas seperempat mangkok kecil.
  • Aduk kedua adonan tepung hingga setengah kental tetapi masih agak mencair, selanjutnya masukkan daging cumi-cumi yang sudah dipotong-potong kecil dan selanjutnya diaduk-aduk hingga tercampur.
  • Siapkan wajan yang berisi minyak goreng cukup banyak agar adonan tepung tadi terendam dalam minyak dan panaskan pada suhu yang sedang hingga wajan mengeluarkan asap yang menandakan bahwa suhu untuk menggoreng sudah memadai.

Mengapa ditunggu hingga minyaknya berasap? Agar saat adonan dimasukkan ke dalam wajan, adonan segera menyerap minyak dan memasak tepung hingga kering dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Perbanyak adonan berisi cumi tadi agak ke tengah agar bagian tengah rempeyek menjadi padat.
Segera tutup wajan agar minyak goreng yang tengah beroperasi tidak menyembur sehingga men-ciprat wajah anda dan tunggu gorengan itu dalam waktu kurang dari 6 menit karena terlambat sedetik maka adonan itu akan menghitam alias gosong dan tentu saja tidak enak dimakan.
Adonan ini hanya cukup untuk satu kali goreng saja sehingga untuk membuat yang lebih banyak anda harus mengulang langkah pembuatan adonan hingga menggorengnya 😀

Resep ini alternatif rempeyek alias iwak peyek yang sedang dihebohkan oleh Trio Macem-macem.

Pertanyaan fisikanya :

– Mengapa harus air panas untuk mengaduk campuran ?

– Mengapa harus digoreng sampai terendam ?

– Mengapa harus digoreng dalam minyak goreng yang panas ?

– Mengapa menggoreng cumi-cumi harus ditutup wajannya ?

18 comments

  1. menurut saya itu semua berhubungan dengan kalor

    – Mengapa harus air panas untuk mengaduk campuran ?
    agar tepung menjadi setengah matang,karena mendapat kalor dari air panas, sehingga tinggal dengan waktu sebentar untuk mematangkannya.

    – Mengapa harus digoreng sampai terendam ?
    agar semua adonan mendapat kalor dari minyak goreng secara merata, sehingga matangnya merata dan serentak matangnya.

    – Mengapa harus digoreng dalam minyak goreng yang panas ?
    panas dari api akan memindahkan panas melalui reaksi konduktor yang menyebar ke bagian bawah wajan, kemudian agar adonan dapat segera menyerap panas dari minyak goreng sehingga proses mematangkan adonan cukup dengan waktu sesingkat-singkatnya.

    – Mengapa menggoreng cumi-cumi harus ditutup wajannya ?
    karena minyak goreng yang panas akan melakukan proses konveksi dengan menyembur dan hal itu dapat menciprat wajah jika tidak ditutup.

    Suka

  2. Jawaban pertanyaan
    No. 1 , agar bumbunya dapat lebih cepat meresap dan menyebar merata di dalam adonan
    No. 2 , agar cumi rempeyek cumi tersebut lebih kriukk 🙂
    No. 3 , agar lebih cepat matang
    No. 4 , agar rempeyek lebih kering, sehingga jika dinikmati akan terasa nikmat 😀

    Suka

  3. Semua pertanyaan,jawabannya ada di bacaan :
    1. karena agar semua adonan tercampur rata dan tidak ada yg menggumpal2 tersendiri.
    2. agar bagian tengah rempeyek menjadi padat dan seluruh nya akan matang merata.
    3. Agar saat adonan dimasukkan ke dalam wajan, adonan segera menyerap minyak dan memasak tepung hingga kering dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
    4. agar minyak goreng yang tengah beroperasi tidak menyembur sehingga men-ciprat ke kita.

    Suka

  4. iya betul itu pak kalau sewaktu menggoreng wajannya ga ditutup, minyaknya menyambar wajan, saya sudah pernah kena tapi meleset, ehehehe 😀

    Suka

Komentar ditutup.