Hati-hati awal Bulan

Awal bulan hari ini di saat orang lain bersenang-senang karena menerima gaji sebagai penghargaan atas pekerjaannya, kami malahan harus mengetatkan budget pembelajaan sehingga akhirnya kepincut untuk mencoba empek-empek goreng di wilayah sekitar universitas negeri di kota kecil ini.
Ternyata yang semula diduga makanan khas negeri sriwijaya ini dapat diserbu dengan harga lima rebu itu hanya pancingan psikologis semata untuk mengeruk untung bagi pencari kuliner nyaman yang polos dan bersahaja.
Akhir cerita empek-empek goreng yang besarnya tidak lebih dari gulungan dan diameter sampul buku serta empek-empek sebesar telapak tangan berisi telur ayam bulat-bulat dihargai sebesar sebelas ribu. Padahal di warung empek-empek Khas Trubus di sekitar Bukit Hindu Palangka Raya yang ukurannya jauh lebih besar dari itu hanya dibandrol dengan harga kurang dari sepuluh ribu.
Kesimpulannya, kalo mau jajan janganlah dekat-dekat dengan wilayah kampus karena salah-salah bisa buat sekarat isi dompet yang hendak dihemat.
Atau barangkali inilah April Mop party yang saya alami dengan sengaja dan tanpa sengaja menceburkan diri ke daerah kawasan kafe-kafean.

4 comments

  1. Wahc eneak tu pak kya’nya empek2.a,,terima kasih pak sudah di beritwu kalo jgn beli didekat-dekat dengan wilayah kampus. aple kalo saya yg beli, makan terus sampe lupa udahc berapa yg saya makan, sekali di bayar dare dompet yg terisi jadi tak berisi.hahaaA:D

    Suka

Komentar ditutup.