Roket Air

Sejak dua minggu yang lalu, apalagi saat ini terpotong liburan tanggal merah. Kelas-kelas kami telah mengadakan percobaan roket air. Dari yang paling mengasyikkan sampai paling menegangkan. Dari kegiatan yang biasa-biasa saja sampai menjadi luar biasa.

Kejadian pertama, begitu menggoda, saat kelas IA-2 alias Sparta Classipada mengadakan penembakan roket dengan peluncur dari rangkaian pipa PVC sederhana bahkan tidak pernah dilirik kekuatan maupun bentuknya mampu mencapai sasaran terjauh berjarak 135 meter. Dari tujuh kelompok di kelas SC ini, kelompok Danar, Rasman, Bahtiar, Nurhadi, dan Satria yang memegang rekor tersebut. Kemudian disusul kelompok Dede Vitrosa, Nory, Harry, Domigo, Radhi yang mencapai parit di belakang gawang lapangan SMADA Palangka Raya (mendekati jarak 90 meter).

Roket Air Novia, Yessi
Roket Danar dkk
Danar, bahtiar, Nurhadi, Rasman, Satria
Disaster Water Rocket
Pengukuran Jarak jatuh roket
rangkain rocket launcher
Launcher
Penembakan Keroyokan
Nory, Harry, Dede, Domigo

Pada percobaan kelas Elfwetenstein, mulailah bencana tersebut. Dengan roket yang terbang biasa-biasa saja hingga roket berbadan kuning yang rata-rata mampu mencapai daerah tidak jauh dari belakang gawang (pada tekanan 40 psi-55 psi) mampu mencapai jarak 80 meter. Namun, bencana datang berikutnya saat pada tekanan 100 psi, roket buatan Vany, Naomi, Kristina, Anggita, dan Aprilia ini menembus kaca mobil pengendara … dan hal ini menunjukkan betapa berbahayanya roket sederhana tersebut. Penggantian kaca mobil harus dilakukan oleh pihak berwenang di sekolah dengan bantuan kesiswaan, tetapi kami bersyukur dari pihak yang mendapat musibah tidak ada tuntutan atau bisa mengerti keadaan karena pada hari kejadian langsung dibantu untuk mengganti kaca mobilnya. (benar-benar amblas akibat roket ini). Ternyata di bagian kepala roket tersebut berbentuk baut logam, pantas saja sangat “BERBAHAYA!”.

Roket Kuning in Position

Percobaan selanjutnya menjadi semakin tidak menentuk terutama untuk kelas IA-1 dan IA-4 karena akhirnya penerbangan roket ini dilarang dilakukan di sekolah dan akhirnya kami memilih lapangan di eks pameran pembangunan di lingkungan Tmg Tilung G. Obos.

Saya harapkan kepada kelas IA-1 dan IA-4 yang belum menguji kemampuan roketnya dapat mengadakan penerbangan roket (tepat pada waktunya) sebagai bagian dari aksi pengujian sebelum bulan februari ini berakhir. Tetapi waktunya agar dilaksanakan sore hari saja.

Untuk Kelas IA-1 saya sudah mendapatkan catatan bahwa kelompok Carlos, Natanael, Nandi, dan Chandra sudah dapat memahami prinsip dan penembakan roket dengan bentuk mini dari botol Pocari Sweat yang mampu mencapai jarak rata-rata 100 meter.

Sementara regu IA-1 yang lain seperti masih harus belajar keras, apalagi dari berbagai roket yang telah didesain menggunakan rangkaian titik berat belum ada satu pun yang diuji kemampuannya.

Ika, jane, siska, nazwa, putri
Launcher kelompok meri, pamela, dian, maria, sari
roket agnes tirsa janna normi
kelompok meri, pamela, dian, sari, maria
Ika Jane Putri

Hal yang sama juga dialami di kelas IA-4, kemarin sore (sabtu sore) hanya roket kelompok Ni Ayu dan Shafa saja yang berhasil diterbangkan itu pun jaraknya sudah lumayan mencapai 50 meter-an tetapi dalam kondisi sayap roket yang tidak stabil. Karena hujan begitu lebat, maka percobaan sabtu sore tanggal 12 februari ditunda dan tidak diadakan sampai hari ini. Tergantung kepada kelas IA-4 alias Craxi Savier untuk mengadakan pengujian sekali lagi.

Catatan : untuk kelas EWS dan SC … kemampuan roket-roket kelas anda dan desain roketnya walaupun masih sederhana sudah membanggakan dan anda memiliki bekal untuk bertanding roket air di setiap kejuaraan yang ada (persiapkan diri anda dan kelompok dengan baik).

Untuk kelas Mamoru dan CS … tergantung kesiapan kelompok masing-masing untuk menguji dan membuktikan kepiawaian anda menerbangkan roket air. Kecuali bagi kelompok Carlos dan Ni Ayu yang sudah saya amati hasilnya, kelompok lain harus tetap menguji daya jangkau roket air yang ditugaskan kepada kelompoknya masing-masing. (apalagi di kelas CS, roket ini merupakan tugas perorangan!).

4 comments

  1. wowww.. keren juga tuh..
    bisa kasih tau cara bikinnya dan alat + bahan-bahannya gak ?
    mumpung libur 9 hari, lumayan dicoba !
    makasih.

    Suka

    • seperti di internet cukup banyak mas rahmat jadi bisa dicoba dengan berbagai macam botol bekas air mineral dan tentu saja dengan pipa paralon dan pompa tangan

      Suka

  2. Wuih keren jarak terjauh 135 meter, berapa psi itu pak?
    Hmm bagaimana ya kira2 jika Roket Air ditandingkan dengan Roket Angin ?? 😛

    Suka

  3. assalamualaikum saya mau tanya bagaimna caranya agar posisi badan roket bsa pas pada pralon dan tidak longgar,. yang akan menyebabkan airnya keluar dan roketpun akan terbangnya dekat ?

    cari botol yang lubang (noozle-nya) cocok dengan pipa paralon diameter 3/4 inci seperti botol aqua yang besa atau botol coca cola maupun fanta, maka lubangnya akan pas dengan pipa paralon. Jika masih terlalu besar, maka pipa paralon tersebut harus diamplas hingga mampat sehingga pada tekanan yang cukup tanpa dipegang maka roket air akan “menempel” pada peluncur

    Suka

Komentar ditutup.