From Mr. Killer to Mr. Nice Guy

Terlebih dahulu saya perlu mengucapkan terima kasih atas proporsionalitas pandangan Tangga 0125 atas postingannya pada blognya.Β  Tangga01 menceritakan pengalaman pribadinya pada postingan monday morning di blog ini, dan fakta dari tulisan ini tentunya juga adalah hasil perjalanan (“rekreasi”) selama yang bersangkutan mengikuti journey di kelas X (untuk lebih jelas bisa membaca blog Ade sebagai perimbangannya). Bahwa banyak yang “tepar” semenjak saya ditunjuk mengajar kelas X. Suesungguhnyae saya keberatan mengajar kelas X itu dulu. Karena harus menghadapi anggota rombongan baru dan perlu adjustment (penyesuaian) … tapi e tapai karena diminta terus-menerus (kebetulan ibu kepsek sudah saya kenal sejak lama dari awal saya mengajar sebagai GTT di SMAN-1 Palangkaraya), yang terus kontinu tidak kenal lelah mengajak bahkan akhirnya menginstruksikan.

Karena kebiasaan saya mengajar di kelas XI yang serba cepat, serba instruksional serba dan serba “killer” akhirnya pola dan gaya tersebut terbawa dalam kurun waktu setahun yang digunakan untuk membimbing kelas X. Tanpa saya sadari, walaupun sesungguhnya benar-benar saya lakukan πŸ˜† … ternyata ada yang saya lupakan bahwa kelas X ini merupakan input yang benar-benar “mentah” sangat-sangat “raw” … saya benar-benar kasihan pada akhirnya dan baru mengubah pola tersebut di akhir-akhir masa tahun pelajaran kemarin 😦 … dan tidak sedikit kolej-kolej saya yang merasa “kurang pas enak hati” melihat kelakuan tersebut sampai-sampai ada yang harus melayang “surat tanpa pengirim” kepada petinggi negeri ini untuk “mengajar saya” atau lebih tepatnya “menghajar saya” dengan “kapak nagageni 212” .. saya termehek-mehek jadinya 😦


More and more, pengalaman kelam masa silam terkilas balik berunut perlahan di pelupuk mata dan mengancam kejiwaan saya. Antara id dan ego yang ada dalam batin bergelora dan menggeliat antara gengsi dan prihatin berkecamuk remuk redam silih berganti gilir menanti jawaban dan menunggu meletus πŸ‘Ώ
Tapi seiring dengan pergantian waktu tepat tanggal 28 mei kemarin, semua rombongan yang berkenan dan tanpa dipaksa saya tidak pernah meminta untuk HUT saya dirayakan ! mengantarkan cake (mungkin sebagai tanda perdamaian) mengikuti acara ceplas ceplos di aula kediaman kami bercerita panjang kali lebar mengomentari kelakuan si kucing garong ini πŸ˜†
Dari ceplas ceplos tersebut, tersirat kekuatiran semula atas ketidaksiapan para murid ini belajar dengan “guru gila” yang dalam surat tanpa pengirim disebutkan sebagai gila harta dan gila hormat ini πŸ‘Ώ πŸ˜† .. tapi syukurlah itu semua sudah reda dua bulan yang lalu sehingga menjadi renungan dan refleksi mendalam. Namun akhirnya para murid menyadari betapa banyaknya pertumbuhan dalam diri mereka dengan begitu banyak tantangan, rintangan, halangan, beban dan bermacam lagi latihan dan kegiatan yang benar-benar menyita waktu perhatian serta harus menguras daya pikir para orang tuanya untuk melancarkan kegiatan anak-anak ini 😦 … saya bersyukur pula atas kesediaan dan kerelaan orang tua ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu merelakan anak-anaknya untuk mengikuti pelajaran dan pelatihan tersebut tanpa ada kecaman ! Benar-benar salut orang tua anda ini ! Saya angkat topi untuk hal itu …
Saya bersyukur dan berterima kasih dengan peringatan yang disampaikan karena itu semua tandanya semua pihak sayang dan mengasihi diriku ini yang hina. 😦

Kembali lagi kali ini seluruh murid mendapatkan gemblengan untk menuliskan ceplas ceplosnya dalam blog dan terus-menerus mengalami “tekanan” dan ternyata semua itu tidak lagi ditanggapi sebagai cara killer melainkan menjadi cara nice (baca : nais) untuk menikmati pergumulan bersama dalam pengetahuan fisika. Fisika saya sebutkan sebagai cara pandang atau filsafat dan sikap terhadap keadaan alam.
Dari keadaan yang tidak disadari atau bahkan memang disadari, setelah dihitung-hitung dari 3 kelas yang saya ajar dan dari sekitar 99 peserta didik kelas X (X-1 hingga X-3) yang benar-benar masuk IA hanya sebanyak 40%-nya saja πŸ˜€ … karena yang lain lebih suka memilih jurusan lain sekalipun nilainya memadai untuk masuk jurusan ilmu alam ini.

Kali ini desas desus dan isu bergulir cepat di antara eks kelas X selain X-1 hingga X-3 berkecamuk dan membayangkan sosok yang benar-benar killer yang akan mereka hadapi. Tapi apa dinyana yang mereka hadapi berbeda 180 derajat dengan yang didesas-desuskan. Hal yang sama juga pernah terjadi dengan dua angkatan terdahulu, yang ternyata setelah mengikuti kegiatan di kelas saya juga bukan menghadapi isu-isu yang menyesatkan melainkan sebuah perjalanan yang riuh rendah ramai menantang dan benar-benar exciting.

Karena itu sebelum anda percaya, coba teliti lagi seluruh kebenaran isu-isu menyesatkan itu, apakah memang benar-benar terlihat atau hanya karena keirihatian orang lain saja yang tidak ingin ANDA maju dan berkembang melebihi yang bisa ANDA bayangkan (that you can imagine ?) … Am I a dictator or a nice person in class ?

Mudah-mudahan rombongan murid yang baru-baru ini (sekitar dua bulan berjalan) dapat memetik hikmat dari pengetahuan dan perjalanan yang akan kita tempuh dalam waktu sekitar 8 bulan mendatang sisanya. Karena itulah kita perlukan diskusi demi diskusi, cerita demi cerita, refleksi demi refleksi, perenungan demi perenungan yang diwartakan dan dipercakapkan dalam media ini. Tanpa ada yang menafsirkan penuh ketersinggungan dan menjatuhkan harga diri masing-masing. Saya menghargai segala upaya saudara-saudara walaupun itu kecil menurut ukuran anda, namun begitu huges gigantik dalam ukuran saya sehingga semua perjuangan saudara sudah sepatutnya saya catat dan rekam dalam buku penilaian saya.

Saya menyadari pertumbuhan dan perkembangan kognitif, afektif maupun psikomotorik anda dapat berjalan lancar dan optimal dengan membuka seluruh lorong-lorong atau “jalan-jalan darah yang masih tersumbat” akibat isu carut-marut yang masih beterbangan merajalela menutup keasaan anda sekalian (khusus bagi kelas XI IA) .. karena isu-isu yang tidak bertanggung jawab tersebut dan tidak berdasarkan fakta lengkap komprehensif serta tidak didukung data-data valid dan reliabel dapat membawa anda jatuh dalam lembah kegelapan selama-lamanya karena ketidakpercayaan atau ketidakpatuhan dan akhirnya menjerembabkan anda ke dalam lembah keputusasaan dan ketakutan !

Let it your mind find the truth deep in your heart and your eyes not just your ears or from issues around me.

Silakan hamburkan komentar anda melalui posting blog untuk menjawab tulisan ini !

42 comments

  1. kalo menurut saya sih bapak itu a nice person in a class.
    berkat ajaran bapak juga akhirnya saya semakin terbiasa mandiri
    dalam mengerjakan sesuatu. pokoknya ilmu dari bapak sangat berguna
    untuk kami semua.

    semoga Pak Rudy tetep jadi guru terCOMEN πŸ™‚

    semoga ya semoga … mudah-mudahan masukan dari kalian membentuk saya juga semakin nice … So Nice So Good ..

    Suka

  2. Menurut saya, bapak adalah nice person in a class. Banyak hal baru yang saya dapatkan dari cara mengajar bapak di kelas. Saya semakin dibentuk untuk menjadi siswa yang benar-benar siap tuk menghdapi stiap pelajaran dan mandiri dalam melakukan tugas.. Saya sangat berterima kasih atas bimbingan bapak… You’re my best teacher..!!!

    Thank U Tami …

    Suka

  3. saya awalnya melihat bapak sebagai Mr. Killer, soalnya waktu kelas X kemaren metode cara bapak megajar tak pernah saya temukan selama bersekolah. metode bapak ini penuh dengan pkasaan dan tuntutan. saya sempat berpikir apakah bapak tak punya perasaan melihat siswa-siswinya kebingungan menghadapi bapak. setelah beberapa minggu saya mengikuti pelajaran bapak, saya jadi mengerti. saya tidak boleh mengasihani diri sendiri apa lagi sampai menyerah untuk mengerjakan tugas-tugas yang bapak berikan ataupun guru-guru lain.

    bapak melakukan metode tersebut semata-mata hanya untuk mengubah kepribadian kami yang manja dan santai.
    semenjak saya di ajar bapak, saya jadi mengerti, bahwa waktu itu singkat, jadi apa yang akan kita kerjakan hari itu harus benar-benar terkonsep. dan tidak ada kata akhir dalam menyelesaikan tugas, sebelum waktu finish dalam mengumpulkan tugas itu habis.

    sekarang, bapak adalah Mr. Nice Guy buat saya dan mungkin teman-teman yang lain.

    ^^

    Suka

    • Saya pun tetap tidak puas dg metode mengajar yang sekarang, kalo ada yang kurang sreg wajar saja …
      Yang penting kita bisa hepi (lo koq gitu)

      Suka

  4. Saya memang sempat termakan isu2 tentang k’killeran Bapak. Tp saat masuk dikelas bapak & waktu berlalu, hari2 berganti, menurut saya bapak adalah a nice person in class and not a dictator πŸ™‚

    Mungkin yg m’nganggap bapak a dictator adalah orang yg tdk pernah menjalankan segala sesuatunya dgn ikhlas dan hati. Sehingga menganggap segala sesuatunya adalah sebuah beban. Coba deh kalo d’jalanin dgn ikhlas dan hati pasti smua tugas2 yg d’berikan akan terasa lebih mudah.

    Thank’s my teacher sudah membuat kami jauh lebih baik πŸ˜€

    Suka

  5. Pa rudy adalah guru yang paling berbeda yang pernah saya temui .
    awalnya memang saya rada takut sama bapa tapi setelah makin sering bertemu bapa
    dan lebih mengenal bapa saya tau semua yang bapa lakukan untuk kami memiliki tujuan dan arti tersendiri yang bersifat positive . Bapa selalu berhasil memberikan motivasi untuk kami agar kami bisa menjadi lebih baik
    makasih Pa πŸ™‚

    Suka

    • ini rencananya ramadhan mau bikin ping back ya πŸ˜† … akhirnya 404 .. alias tidak ketemu alamat linknya … so ok lah

      Suka

Komentar ditutup.