“Gaya” Kuliner di Palangka Raya

Biasanya jika jalan-jalan, ujung-ujung kegiatan yang dilakukan adalah menikmati makanan atau penganan. Dari yang sederhana hingga yang istimewa. Dari yang harganya sangat terjangkau di deretan kaki lima hingga restoran berbintang lima πŸ˜† … mana ada restoran berbintang lima di Palangka Raya ? 😦

Kalo berbicara restoran, tentu yang terbayang adalah harga makanannya yang selangit ! .. so pasti lah … tapi kalo kita bicara nama restoran harga selangit namun pelayanan lebih parah dari yang di kaki lima, bagaimana itu ?

Nah, itulah yang paling banyak muncul di Palangka Raya ini.

Yang namanya warung, selain menjajakan sembako, rokok, snack dan laen-laen. Juga ada yang menjajakan nasi beserta lauk pauknya, mulai dari ikan kering, ayam kering, sampai kerupuk. Yang bisa langsung disantap dengan kisaran harga mulai Rp 8000 hingga 25 ribu 😑
Itu baru kelas warung nasi.
Bilangan warung nasi terjejer atau berlokasi sepanjang jalan Yos Sudarso (Komplek Univ. Palangka Raya), jejeran jalan Diponegoro (jika senja tiba), jejeran Jalan Dr. Murjani (termasuk warung ketupat Kandangan), Sepanjang Jl. RTA Milono (menuju luar Kota ke Arah Kuala Kapuas/ Banjarmasin), sepanjang Jl. Cilik Riwut (menuju Sampit/ Pangkalan Bun), seputaran jalan H. Ikap (warung Bu Leman), seputaran Jl. Rajawali sampai ke Terminal Km. 8, sekitar Bukit Hindu, sekitar Komplek Amaco dan G. Obos (hingga komplek Mesjid Raya).

Yang umumnya dilayani seperti kantin πŸ˜† … siapa cepat dan duluan memesan itulah yang dilayani !
Ibaratnya enak tidak enak, pokoknya kalo sudah diberikan ada perintah .. “nih makan !” πŸ˜† … yang penting anda datang ke tempat saya, makan (tidak enak itu risiko), setelah itu yang penting BAYAR !
πŸ˜€
Sama halnya dengan sebutan resto atau depot, ada dua depot yang kurang menjanjikan dan caranya sama seperti warung nasi .. Salah satu depot makanan di Jl. RTA Milono pertigaan Temanggung Tilung & RTA Milono (deretan ruko yang ada apotiknya), satu lagi depot makanan yang di Jalan Cempaka (berderet dengan Butik dan Warnet).
Biar harganya selangit (rata-rata sepiring Rp 15.000 per porsi itu juga dikit πŸ˜€ ) … pelayanannya tidak jauh dengan warung nasi di atas πŸ˜›
Jika anda ingin menikmati kuliner yang benar-benar seperti di tipi-tipi, anda bisa mencoba Resto Kayu Manis (Komplek Amaco), saya tidak merekom resto yang ada di Jl. Darmosugondo (itu nunggu makanannya saja bisa sampai 1,5 jam dengan harga lebih mahal dari harga depot seporsi mencapai Rp 22.000) 😯
Selain Resto Kayu Manis (harganya jelas beda jauh dengan warung nasi biasa, tapi pelayanannya bo ! .. aduhai .. sama seperti resepsionis di hotel-hotel bintang 3 ke atas πŸ˜€ … ) .. Anda juga bisa mencoba Resto Hotel Luwansa (Di Jalan G Obos, harganya lebih miring sedikit dibanding Resto Kayu Manis πŸ˜€ )
Anda juga bisa mencoba Resto Hotel Aquarius, harganya masih relatif tinggi dibanding Resto Kayu Manis .. tapi rasanya anda duduk dan makan di dalamnya berasa seperti di resto yang ada di tipi tu nah πŸ˜†

Silakan mencoba dan menikmati kuliner “bergaya” Palangka Raya dengan segala kemudahan dan eksotisannya …
Bagi yang tak mau mahal-mahal, masih ada lokasi nyaman menikmati kuliner dengan budget di bawah 50 ribu (sekitar Bundaran besar, arah Jl. Yos Sudarso) .. dengan menu Jagung bakar (apa saja) beserta STMJ atau warung-warung tenda yang pemiliknya berasal dari Tegal dan sekitar Jawa Tengah
πŸ˜€

Selamat Mencoba !

14 comments

  1. wah..ternyata banyak juga resensi bapak soal kuliner..hehe..
    tapi menurut saya,yang di daerah yos sudarso (lebih spesifiknya warung seafood) kurang bersih cara penyajiannya.. masa lap buat tangan dipake juga buat ngelap piring..ckckck:-(

    Suka

    • bapa ternyata penggemar wisata kuliner juga πŸ™‚ setuju dengan Febby warung warung seperti itu memang pelayanannya sangat tidak memuaskan 😦

      Suka

  2. Benar sekali v-bee … kami sekeluarga juga tidak menyenangi hal tersebut, apalagi pelayanannya juga sangat kurang. Kita datang duluan malah dilayani belakangan 😑

    Suka

  3. wew, ternyata bapak suka wisata kuliner… πŸ™‚
    idem dengan febby dan lia, kebersihan itu memang nomor satu. Tapi kalau di bundaran besar, di warung-warung makanan berat, ada beberapa yang kurang memuaskan. Masa, kita sudah nunggu setengah jam, mereka malah lupa bikin pesanan dan malah bikinin pesanan orang yang baru datang??? ==a
    kalau udah begitu, bayar minum, langsung pergi cari warung lain. XD

    Suka

  4. hmm…
    kya na sich enak2 tuh pak..
    xixixi

    sya dah coba hmpir cemua masakan palangka..
    menurut saya paling enak ketupat kandangan tempat hajah.Ida di pasar belakang..
    ama empek2 sriwijaya di bundaran besar,,
    slaen enak..kenyang..n hrga sesuai kantong pelajar lah..
    booleh di coba pak..
    hehehe

    Suka

  5. begitu baca saya jd lapar,bpk lgkp bgt pengetahuannya ttg kuliner di p.raya ini.saya jg gk suka mkn di daerah yos sudarso yg sea food itu,klo lg mkn psti aja setiap 5 menit ada pengemis dtg,mana selera mkn,klo sering didtgi.klo yg dtg artis sih gk apa2.

    Suka

Komentar ditutup.