Pendidikan yang diharapkan ?

Dalam dunia pendidikan (berbeda dengan dunia pengajaran). Guru dihadapi dilematika, apakah memampukan peserta didiknya menguasai material pelajaran yang diproduksi oleh pikiran, mental, jawaban aritmetika, kemampuan matematis, kemampuan analitis, kemampuan logis (yang kesemuanya itu adalah bentuk yang non-fisik, tidak terlihat, sebab merupakan kecerdasan spiritual)  sebagaimana konsep kaum penganut teori Kognitif ataukah perubahan perilaku sebagai mana teori yang dianut kaum behavioris.

Sumber-sumber perubahan perilaku (Kevin Seifert dalam Manajemen Pembelajaran dan Instruksi Pendidikan) adalah insting (naluriah), proses pendewasaan, pembiasaan diri (kebiasaan-kebiasaan, kedisiplinan), atau karena kelelahan fisik (kejenuhan atas kebiasaan).

Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang membutuhkan kedisiplinan tersendiri untuk menggambarkan fenomena alam dan dinyatakan dalam permodelan dalam matematika untuk dibahasakan. Sementara jika ditanya kepada para pelajar jurusan ilmu alam, “apakah anda menyenangi matematika ?” maka jawabannya adalah “Tidak”. “Apakah anda menyenangi Fisika ?” jawabannya juga “Tidak!” karena banyak rumus yang harus dihafalkan. 😆

Sementara kepada pelajar kelas 1 atau kelas 10 jika ditanya, “apa saja pelajaran yang anda tidak senangi?” … seperti koor paduan suara dengan lantang beramai-ramai menjawab “Fisika, Matematika, Kimia, Ekonomi … ” nah, tiga mata pelajaran sebelumnya itu adalah mata pelajaran mayor dalam jurusan ilmu alam.
Kemudian ditanya lagi, “apa jurusan yang anda akan ambil ?” …. dan semuanya serentak menjawab satu padu dalam suara yaitu “IPA!” ….

Wah, gawat ….
di mana fokusnya, jika pelajaran IPA itu dianggap momok, menakutkan, menyulitkan, lalu pilihannya adalah jurusan IPA. Bukankah itu suicide namanya ? Mempersulit diri ?

Nah, bagaimanakah pendidikan yang diharapkan untuk generasi peserta didik ini ?

One comment

  1. Hahahay…. That’s right…..
    karena
    – Ilmu IPA meski susah tetapi lebih menantang, dan memacu murid
    – Lebih luasnya perguruan dan lapangan kerja di jurusan IPA daripada di jurusan lain (kenyataannya)
    – Banyak ilmu di IPA yang tidak di dapatkan di jurusan IPS dan sangat banyak

    Suka

Komentar ditutup.